Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Dia Adalah ....


__ADS_3

Sesil dan Sasa pun datang menghampiri Fisha yang mengusap air matanya, mereka menatap Even dengan tatapan penuh selidik, seakan meminta penjelasan kepada Fisha, Fisha yang tau arti tatapan itu ia tersenyum penuh makna.


“Oh ...ini? Kenalin ini Even Markoliano, panggil Even saja!” tunjuk Fisha ke arah Even, Even yang ditunjuk ia mengangguk dan tersenyum.


Sesil dan Sasa pun gantian menjabat tangannya dan saling menyebutkan namanya.


“Sesil Astridalin.“


“Sasa Sasmita.” Sasa pun menyelesaikan berjabat tangannya karena dia yang terakhir.


Busyet ... kenapa yang mendekati Fisha selalu tampan-tampan, di mana pun Fisha berada ia selalu beruntung, banyak cowok tampan yang mengelilinginya, namun takdir begitu kejam, bahagia sebentar diambil lagi, mungkin itu yang disebut ada kelebihan dan kekurangannya, semoga saja dia menemukan kebahagiaan untuk yang terakhir kalinya, amin ya Allah ... kabulkan Tuhaaan ... kasihanilah Fisha. Batin Sesil, ia melirik Fisha dan Even dengan bergantian lalu tersenyum menyeringai.


“Even? Siapa? Aku baru mendengar namanya? Apa temen baru kamu?” Sahut Sasa dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Oh dia orang yang membantuku tadi, ceritanya panjang kayak rel kereta api, udah ayo kita balik! Di rumah saja aku ceritain!” ajak Fisha kepada sahabat-sahabatnya lalu mereka bergandengan tangan bersama.


“Ven mau ikut gak? Bareng kita pulang?” Tawar Fisha dengan menoleh ke arah Even yang sudah berjalan beberapa langkah.


“Oh enggak usah! Aku mau pulang saja, kebetulan rumahku juga gak jauh-jauh amat, terimakasih tawarannya,” Fisha mengangguk dengan tersenyum cerah.


Ihh senyuman itu lagi? Apa dia segitu beraninya merayuku ... dasar cewek aneh ...! Batin Even dengan sesekali melirik Fisha. Ia pun berjalan kembali lalu melambaikan tangannya dengan membelakangi Fisha.


“Siapa sih, kok sok cool begitu melambaikan tangan dari belakang gak menatap muka kita, gak sopan!” Sesil menggerutu dan masih penasaran sehingga dia bertanya kembali.


“Kok sepertinya aku pernah melihatnya? Di mana ya? Emmm sepertinya dia ...,” lanjut Sesil dengan menggantungkan kalimatnya sambil menopang dagu dengan telapak tangannya karena dia berpikir dengan keras.


“Sepertinya apa? Dia orang asing, aku tadi pingsan terus dibantuin sama dia, terus dia terkilir karena membopongku, kan kasihan gara-gara aku juga jadi aku bantuin dia juga tadi, untung aku bawa minyak angin ke mana-mana, tapi anehnya sifatnya kok agak sama ya sama Awan, hmmmm, hiks, hiks ...,” jelas Fisha sambil mengusap pipinya yang basah.


“Mulai lagi ... udah dech sayangku, Awan udah tenang di sana, aku sangat tau kamu bersedih, kita pun sama, tapi ya gak boleh berlebihan, dia sudah tenang kasihan dia sedih di atas sana,” sahut Sasa menengadah dengan menunjuk ke atas langit. Fisha pun mengangguk dan berjalan kembali dengan bersandar di pundak Sesil, Sesil merangkulnya dan Sasa pun menggandeng tangannya jadi posisi Fisha berada di tengah.


Saat mereka berjalan bersama, Alby dan Ares menghampiri mereka dengan tatapan yang cemas, Asult pun melihat Fisha sedikit pucat ia pun panik juga.


“Hey, kalian gak apa-apa kan? Kita nyari ke sana ke mari gak ketemu-ketemu, terus tadi kata petani ada seorang cewek pingsan dibopong cowok ke arah sini jadi kita ke sini, pasti kamu yaa ...,” ucap Alby dengan ngos-ngosan karena berlari menghampiri mereka.

__ADS_1


“Siapa cowok itu?” Sahut Asult dengan muka datarnya, dia sedikit terbakar di hatinya. Ares yang melihat ekspresi Asult ia menahan tawanya menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.


“Oh itu ... Dia ... cowok yang menolongku ... Dia ....” Belum selesai Fisha meneruskannya Sesil menyahutinya, dan Fisha berdiri dari sandarannya dan menatap Sesil.


“Udah ayo cepat pulang saja, ibu pasti nyariin dan sangat cemas, kita antar Fisha ke rumah kakek saja, jelas ibu ada di sana,” ujar Sesil, semua pun mengangguk dan berjalan dengan bergandengan tangan, Asult niatnya ingin menggandeng Fisha, namun ditepis oleh Ares, dan Akhirnya Sasa yang menggandeng Fisha. Asult pun geram karena kesempatannya tiada lagi dan ia mengurungkan niatnya dengan hati yang kesal.


Rasain kamu ... gak akan aku biarkan kamu mendekati Fisha, Awan membencimu, sebaliknya misalnya kalau Awan menyukaimu pasti aku mendukungmu, mungkin Awan melihatmu bukan orang baik-baik jadi dia tak mau kau menggantikannya. Batin Ares sambil menunduk dan terus berjalan bersama. Alby pun terhenti dan beralih ke belakang membuat semuanya bertanya-tanya.


“Kenapa?” tanya Sasa dengan menengok Alby yang sudah berada di belakang.


“Eh sebentar! Aku mau menelvon kakakku dulu yaaa, kok hilang dia, tadi kan dia datang bersamaku melayat Awan, kakak ini ya gak bisa diam barang semenit pun,” jelas Alby dengan sedikit menggerutu kesal. Semua mengangguk mengiyakannya.


“Sil, apa Alby punya kakak? Apa jangan-jangan yang membantuku tadi kakak Alby? Sesil menggedikkan bahunya tanda tak mengerti.


“Nanti kita tanya dah,” balas Sesil.


----------


Alby mencoba menghubungi kakaknya dan menjauh dari arah semua sahabatnya.


“Ya kenapa?” ucap seorang cowok di ujung telvonnya dengan malas dan menguap.


“Kakak ini! Kakak ke mana sih? Aku cariin gak ada?” tanya Alby dengan sedikit berteriak.


“Kamu ini! Sopan sedikit sama Kakak ...! Kamu yang ke mana? Hilang gak jelas!” Alby yang ditanya balik dan terkena semprot ia terkekeh.


“Hehe, aku lagi cari Fisha kak, ia sahabat aku, dia kan hilang tadi sambil bersedih dan seluruhnya gempar karena dia hilang, takutnya dia kenapa-kenapa dia pernah trauma karena kejahatan soalnya,” jelas Alby disebrang sana.


“Emang kamu pacarnya? Segitunya... Udah kamu cepat pulang! Kakak sudah di rumah capek sekali habis dapat musibah tadi, bye ...!”


Tut, tut, tut ... (Sambungan telepon diputuskan).


“Halo, halo kakak ... dimatiin? Dasar!” melihat handphone-nya dengan memakinya sambil memonyongkan bibirnya lalu memasukkan ke dalam saku celananya.

__ADS_1


“Ih kakak ini ya, selalu saja sok sibuk sekali, sama aku selalu dia ajak aku berantem, tapi aku sangat menyayangi kakakku itu, ya sudah dech aku segera pulang setelah ini, kena musibah apa kakak sehingga cepet pulang gak nungguin aku, aneh! Untung deket rumah kalau enggak kan ribet aku, masak jalan kaki haha,” Alby berceloteh sendiri sambil berjalan menghampiri semua temannya.


“Kenapa? Ada masalah apa?” tanya Fisha, dan meneguk air yang diberikan oleh Asult hingga habis, Fisha pun memberikan botol kosongnya kepada Asult sambil berterima kasih, Asult tersenyum sambil memegangi botol kosong itu.


Semoga awal dari semuanya ya Fish, aku bisa menggantikan Awan, semoga kamu mengizinkannya, aku harus bertindak cepat, keburu Fisha di dahului orang lagi. Batin Asult dengan menatap Fisha penuh harap.


Alby yang ditanya Fisha pun ketawa dan menggelengkan kepalanya. ”Oh haha tidak Fish, itu kakakku udah di rumah ternyata, dia pulang katanya kena musibah, gak jelas kakakku itu lucuu.”


“Apa kakak aku jodohkan sama kamu aja ya.. Dia juga tampan dan keren seperti Awan haha,” lanjut Alby mencoba menghibur Fisha.


”Iya betul, betul.” Serempak menimpalinya.


“Tidaaaak! Enak aja main jodoh-jodohan!” balas Fisha dan Asult bersamaan, Asult pun menoleh Fisha dan tersenyum.


”Oh ya siapa nama kakakmu?” tanya Fisha penasaran.


“Nama kakakku, dia adalah ....”


------------


Note :



LVK yaaa ... ❤ like, vote, komen ...



Senam jempolnya agar tidak kaku ... 👍


Lanjut nanti insyaAllah ...


 

__ADS_1


 


__ADS_2