
Awan menunduk dia melemas kepalanya berdenyut, tangannya mau terlepas dari genggaman Fisha, lalu Fisha menggenggam tangannya erat tak mau melepaskannya, membuat Awan mengernyitkan dahi, dalam pikirannya kok bisa tak sadarkan diri memegangi tanganku, lalu dia melirik Fisha dengan mata sedikit mengerjap dan buram.
Dia melihat ke arah Fisha, Fisha menatapnya dan tersenyum simpul kepadanya.
“Ehh apa aku segitunya merindukannya hingga bernostalgia dia bangun dan tersenyum? Astaga, apa aku benar-benar bermimpi,” batin Awan.
Dia mengerjapkan matanya berulang-ulang dan mengucek matanya dengan pelan dan menepuk pipinya kanan kiri, dan mencubit lengannya sendiri. “Awww sakit,” ucapnya dengan menggosok lengannya, Fisha yang melihatnya dia semakin gencar menggoda Awan dengan mengedipkan matanya dengan tersenyum menawan, lalu dia bergumam lirih karna tubuhnya serasa masih lemas.
“A-wan ...,” lirihnya dengan melambaikan tangannya.
Awan langsung memukul kepalanya dan dia langsung semangat tak menghiraukan sakit kepalanya karna pujaannya sudah sadar, dia mendekat serta memulai bicara dengan sedikit terbata karna masih sangat terkejut.
“Ney be-nar-kah itu kau, ini nyata ini tak mimpi?” jawabnya seraya mendekat dan mengelus puncak kepala Fisha. “Kamu sudah sadar, syukurlah, bagaimana perasaanmu, apa kamu sudah membaik?” lanjutnya memberondong pertanyaan dan menatapnya dengan nanar, Fisha pun mengangguk mengiyakannya, Awan langsung memeluk Fisha dengan kencang, membuat Fisha terbatuk.
Uhuk, uhuk, uhuk. (Fisha terbatuk).
Awan yang merasakan Fisha terbatuk dia segera melepaskan pelukannya, “sorry, aku bahagia sekali Ney sayangku,” ucap Awan dengan tatapan kerinduan lalu menggenggam tangan Fisha. “Aku gak tau apa aku bisa tanpamu, berjanjilah kamu agar selalu baik-baik saja,” sambungnya, lalu air mata keluar dengan sendirinya dan diusapnya dengan kasar, membuat Fisha heran dibuatnya.
“Hey apakah aku ketinggalan sesuatu? Kamu kayaknya tadi mau pingsan, untung aku pegangi kamu, lagian kamu kenapa melow sekali sih, kan kamu cowok kok nangis apaan ihhh! Aku dengar semua apa yang kamu katakan, meskipun aku tidur panjang tapi suaramu memecah gendang telingaku, tapi aku masih harus melalui seleksi pintu yang harus aku pilih, ada banyak pintu seperti pintu doraemon, sayangnya aku ragu melaluinya, aku terus mencari pintu yang tepat, untung kamu memanggilku terus, kalau gak aku salah jalan bisa-bisa aku meninggalkanmu.” Fisha berbicara dengan entengnya lalu menepuk pipi Awan.
“Sepertinya kamu semakin cerewet berlipat ganda pas aku di bawah alam sadarku, belajar dari mana kamu hon? Tapi terimakasih setia menemani dan memanggilku,” lanjutnya dengan suara yang lemas dipaksakan untuk berbicara lalu memegang keningnya yang dirasa masih pusing.
“Udah diam! Kamu masih sakit, dari tadi kamu yang cerewet nerocos kok aku yang dibilang cerewet.” Awan terkekeh sambil mencolek hidung Fisha. Sedangan Fisha tak berkutik dia lagi malas berdebat.
Aduh, Neyku sayang kamu makhluk apaan sih unik sekali, baru sadar dari tidurnya eh udah nerocos kayak bajay tak ada remnya, beruntung sekali aku memiliku, kamu lucu sekali, kamu menggemaskan, kamu seperti pelangi yang indah, maka-nya aku harus menggapainya. Batin Awan.
__ADS_1
-----------------------
Lalu Awan memandang Fisha dengan tatapan seperti biasa menggoda penuh cinta yang dibilang Fisha tatapan mesum itu, Fisha pun melirik dan jantungnya berdebar-debar, juga wajahnya merah merona, dia memegangi dadanya dan membatin.
Aduh jantungku, rasanya pengen melompat, diam jantung! Sabar jantung! Kamu milikku bukan milik Awan, aku majikanmu, kenapa kamu begitu patuh kepada Awan, ihh kenapa kamu selalu membantah majikanmu ini, mau kamu aku pecat! Ehh tapi kalau aku pecat aku tak berdetak dan mati dong, Fisha bodohnya hahaha, udah dech terserah kamu aja jantung aku capek memerintah tapi diabaikan hmmm.
“Kamu kenapa selalu melihatku mesum seperti itu, bikin orang takut aja sih,” ucap Fisha dengan menahan senyumnya.
Aku sungguh merindukan tatapan mesum ini, dan senyuman yang cerah secerah mentari itu uhh. Batin Fisha.
“Udah kamu tidur aja Ney sayangku, kamu baru siuman jangan banyak ngomong dan banyak gerak, kamu mau minta apa? Akan aku kabulkan, soal pertanyaan kamu, nanti aku akan menjawabnya kalau kamu udah pulih, kamu bisa adu mulut yang puas denganku.” Awan terkekeh sedangkan Fisha memanyunkan bibirnya.
“Hey bibirmu kenapa minta cium kah hahaha.” Awan ketawa dengan memencet bibir Fisha, Fisha pun memukul tangan Awan.
“Aku pengen minum.” Fisha memegangi tenggorokannya, Awan pun menuju meja yang ada gelas dan air minumnya, dia mengambil lalu memberikan ke Fisha, dengan hati-hati dia membantu Fisha minum.
“Udah kamu pergi sana, aku mau tidur memulihkan tenaga, nanti kalau udah pulih aku mau bertanya banyak hal dan pengen memukulmu, kamu kan juga sakit tuh infus kamu mau habis, aku gak mau punya hutang nyawa sama kamu dan merepotkanmu,” ucap Fisha memonyongkan bibirnya dan mencairkan suasana.
“Neyku Sayang, kamu ngomong apa? Gak ada kata cinta yang merasa direpotkan, malah dia berkorban hidup maupun matinya hanya untuk cintanya.” Awan menatap Fisha dengan serius.
“Udah aku ngeri kamu melow sekali, nanti lagi bye, dan jangan lupa manggil ibu dan siapapun yang di luar ya hon, aku takut, kamu istirahat dulu janji ya, awas kalau bohong, nanti aja kamu ke sininya. Lophyupolepel unch, oke.” Awan mengangguk mengerti dia sangat bahagia mendengar ucapan Fisha, dia mau membalasnya, tapi ternyata Fisha udah memejamkan matanya, jadi Awan pun mengurungkannya.
Aduh mimpi apa aku semalam, dia sweet sekali meskipun kita sering berantem tapi aku tau dia juga mencintaiku, cintaku terbalas dengan sempurna, makasih ya Allah, semoga kita berjodoh, Amin! Batin Awan dengan menadahkan tangannya.
Dia lalu berjalan keluar dan bilang pada semuannya kalau Fisha sudah sadar, mereka menghela nafas panjang dengan senang dan bahagia sekali hingga semua orang menitikkan air mata bahagia, lalu Awan pamit dengan Ibu untuk istirahat sesuai janjinya ke Fisha.
__ADS_1
“Bu, Awan pamit dulu mau istirahat, nanti akan kesini lagi,” ucap Awan. Ibu mengiyakannya.
Lalu ibu dan yang lainnya menengok Fisha dengan berdiam diri dan tersenyum, karna dia sudah tertidur pulas di alam mimpinya. Ibu dan ayah mendekat dan mencium kening Fisha, dia berceloteh manja.
“Semoga kamu bahagia Nak bersamanya, semoga setelah ini kalian tak ada apa-apa lagi dan baik-baik saja, ya Allah lindungilah putriku.” Ibu menatap ayah yang menatapnya dan tersenyum.
Ayah, kakek pun berniat istirahat di kamar yang disediakan, sedangkan sahabat-sahabatnya Sesil dan Sasa pamit pulang sebentar, Alby dan Ares bergantian tugas menjaga Awan. Mereka tersenyum-senyum mengingat kelakuan Awan dan Fisha yang begitu konyol menurutnya.
Fisha bergumam-guman kecil dalam tidurnya dia tidak tenang, keringat dinginnya pun berjatuhan, Ibu yang melihatnya langsung membasuhnya dan menepuk bahu Fisha supaya tenang, Namun tetap saja tak tenang, dia memanggil nama seseorang terus dan didengar ibu.
--------------------
*
*
*
Terimakasih buat kakak-kakak yang selalu senantiasa menunggu cerita ini, semoga dibalas oleh Allah sang Pencipta.
-------------
Note :
Klik like, komen kritik dan saran, dan vote ... 🙏🤗😍😘, klik .... ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
Lophyupolepel, tanpa kalian aku tak bisa apa-apa kakak-kakak kesayangan .... ❤