
Hawanya pun memanas, Ibu dengan ganas memarahi Awan di depannya dengan aura wajah seperti kilat yang siap menyambar, Awan pun sedih melihatnya, karna pada dasarnya cintanya terlalu tulus, semua ini hanyalah cobaan dari yang maha kuasa, tapi ibu melupakan itu karna terlalu sedih melihat anaknya yang sekarat, jadi emosinya memuncak dengan sendirinya tanpa dia sadari.
“Dasar kamu anak kurang ajar! Gara-gara kamu anak saya celaka dan kondisinya kritis seperti itu! aku udah salah percaya sama kamu tadi, berniat untuk membangunkan putriku karna aku tidak tau, nyatanya kamu yang membuat putriku celaka!” bentak beliau dengan melototkan matanya.
“Eh Ibu, maksud Ibu apa? Aku sungguh sangat sedih dan sangat mencintainya Bu, maafkan aku,” ucap Awan lirih, memelas dan menunduk karna tak bisa berbuat apa-apa.
“Cinta, haaaaah makan itu cinta, cinta saja tak cukup membuat putriku bahagia, buktinya mana, dia tergeletak antara hidup dan mati, karna ulah fans kamu yang psikopat, gila, gak jelas itu haaaah, kamu bahkan tak bisa menjaga dan melindungi putriku dengan baik hiks, hiks, hiks.” Ibu menangis tersedu-sedu dan Ayah pun menghampirinya dan memeluknya.
Ayah lalu melirik ke Awan dan menganggukkan kepala memberi isyarat, Awan yang melihat ayah dia bingung maksud ayah, dia mengernyitkan dahinya dan menggeleng pelan.
Apa maksud ibu, ya Allah ibu jangan benci aku, aku sangat mencintai putrimu, maafkan aku ibu, aku janji akan menjaga putri ibu setelahnya. Batin Awan, tiba-tiba cairan bening menyapu pipi mulusnya dan dia mengusapnya dengan kasar.
”Pergi kamu dari sini! Anakku tak butuh kamu! Kamu hanya membawa luka dalam hidupnya, pergi! Jangan sok menangis, dasar air mata buaya cap kadal,” lanjut ibu dengan sesenggukan dengan berjalan dan mendorong Awan.
“Bu, sudahlah jangan gaduh di rumah sakit Bu, nanti semua pasien terganggu,” ujar Farsi.
“Diam kamu! Anak kecil tau apa.” Bentak ibu, sedangkan ayah menggelengkan kepala ke Farsi, Farsi mengerti dia mengangguk lalu menunduk.
Lalu kakek pun beraksi, beliau maju beberapa langkah ke Awan, untuk menenangkannya. Beliau mengusap-usap pundak Awan dan berbisik.
“Nak sebaiknya kamu pulang dulu, ibu Fisha masih emosi, dia lagi terluka jadi tak terkontrol, emosinya naik turun, kamu bersabarlah dulu, nanti akan reda dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, jangan menyerah, semangat 45, kakek tau ini bukan salahmu tapi salah cewek gila yang terobsesi sama kamu, emang lagi di coba juga dari yang Maha Kuasa.”
Awan mengangguk membenarkan, dia lalu berdiri dan menatap semuanya, semua sahabatnya yang ditatap dia juga menganggukkan kepala dan ikut menyesal dan bersedih, karna tak bisa menjaga Fisha dengan baik, mereka kasihan dengan Awan, namun mereka tak kuasa.
Dengan berat hati Awan pun berjalan melangkah dengan menyeret kedua kakinya yang gontai, dia sangat terluka, dia ingin menjaga Fisha dan menengoknya, tapi ibu tak memperbolehkannya, dia hanya bisa pasrah kepada sang Pencipta, dia takkan menyerah dan putus asa.
__ADS_1
Aku akan balik lagi Sayangku, aku janji nanti akan kembali, tunggu aku ya! Kamu harus kembali jangan menyerah! Aku membutuhkanmu. Batin Awan, dia menengok dan terus menengok sambil berjalan, ibu yang melihatnya menatap tajam membuat nyali Awan menciut dan hanya bisa membatin.
Ya Allah ridhoilah aku bersama Fisha, buat ibunya menerimaku dan menjaga anaknya, Amin.
----------------------
Awan pun berjalan dengan melamun, sampai-sampai semua orang yang berlalu lalang banyak yang ditabraknya, dia kalut dan sangat kacau, lalu dia melihat masjid dan dia melakukan sholat, hanya ini satu-satunya cara semoga keajaiban datang menghampirinya.
Dia masuk, berwudhu lalu menjalankan sholat ashar, waktunya yang mepet dia tidak ingin pulang melainkan dia menunggu ibu Fisha pas lengah, dan dia bisa mendekati Fisha dan mencoba untuk membangunkannya. Setelah sholat dia menadahkan tangannya dengan tatapan sendu dan menangis tersedu-sedu mengharap sang Ilahi mengabulkan doanya.
Ya Allah yang Maha Kuasa yang menciptakan hidup dan mati, kembalikanlah Fisha, banyak yang membutuhkannya, aku pun membutuhkannya ya Allah ... apabila kami berjodoh buat iya kembali kepadaku, karna perjalanan masih panjang, kasihan yang menunggu dia, apabila kita tak berjodoh aku ikhlas, tapi bolehkah aku minta 1 hal? Pintaku bisakah aku yang menggantikannya, tukarlah nyawaku dengannya, semua ini salahku, aku tak sanggup ya Allah bila kehilangannya, hiks hiks hiks, ya Allah aku mohon. Doanya di dalam hati dan dia menangis tersedu-sedu.
Lalu Sesil menghampiri Awan ke masjid, karna dia tau jelas Awan pasti ada di masjid, dan dia berucap. “Wan ibu lagi gak ada, dia lagi keluar pulang sebentar, ayo katanya kamu pengen ketemu Fisha, ayo kamu harus berusaha panggil dia, buat dia kembali ke kita.” Awan pun mengangguk dia mengikuti Sesil dengan clingukan karna takut ibu datang mendadak, bukannya dia takut ibu, tapi dia gak enak, ini rumah sakit takut membuat gaduh karna kesalahpahaman yang berkepanjangan.
“Lihatlah wajahnya yang begitu kuyu memucat ya Allah, kasihanilah dia, aku sungguh tak tega, Bella dia sungguh tak tau diri, dia iblis, aku berjanji akan melindungimu, aku akan mengabulkan apapun itu, bangunlah sayangku, bangunlah!” ucap Awan lirih lalu menggenggam tangannya dengan erat, dia mengajak Fisha bicara karna dia yakin Fisha bisa mendengarnya, hanya saja dia belum menemukan jalan untuk kembali begitu pikirnya, dia mencoba untuk membangunkan Fisha lagi dan lagi tapi nihil.
“Sayang, lihatlah tatapanku yang mesum ini! Kamu suka kan! Ayo buka mata indahmu itu, dan maki aku! Aku lagi menggodamu dengan tatapanku ini, ayo bangun sayang! Apa kamu gak kasihan denganku, apa kamu tak merindukanku sayang?” ucapnya menangis pilu, seperti tersayat belati karna Fisha tak berkutik sama sekali.
Apa dia benar-benar mau meninggalkanku ya Allah? bahkan telepatiku terhadapnya tak ada respond? apa cintaku tak cukup untuknya? apa aku belum berarti dalam hidupnya, kenapa dia mengacuhkanku, hiks ya Allah ya Tuhanku ....k Batin Awan.
Dia berdiri dan berniat meninggalkan Fisha karna takut ibu kembali tiba-tiba, belum sempat dia berbalik, ketakutannya pun terjadi, ibu mendekatinya dan tersenyum kecut, dia kaget bukan main, takut membuat kegaduhan karna dirasa ibu masih belum bisa terima, dia menundukkan kepalanya.
“Hey, ngapain lagi kamu di sini? Bukannya udah diusir tadi? Kenapa kembali, mau mengharapkan apa lagi ke anakku, masih belum puas hah? Belum nyerah juga kamu, nyalimu besar juga wahai anak muda?” teriak ibu dengan nada kencang dan dibuat sedikit manja menghina.
“Maafkan aku ibu, aku hanya ingin menengoknya barangkali dia sadar dan tersenyum padaku.” Suaranya memberat menahan sakit di dadanya.
__ADS_1
“Nyatanya ma--”
Belum selesai Ibu menyelesaikan kalimatnya, Fisha langsung drop tut tut tuttut tuuuuuuut, garis di monitor melurus menandakan sangat gawat, ibu dan Awan panik bukan main, lalu Awan segera memanggil dokter, dokter pun menggelengkan kepalanya lalu berniat melakukan CPR dan menyuruh mereka untuk keluar.
Ibu menyesal tadi bergaduh di dalam pasti Fisha mendengarnya dia semakin syok. Ibu menangis tersedu-sedu dalam hati beliau berdoa dengan menggebu berharap putrinya kembali ke pelukannya, semuanya terlihat harap-harap cemas, Awan terlihat menggenaskan di pojokan, dalam hati dia memanggil pujaannya dan Allah, dia menangis, sungguh pilu kisah cintanya yang baru dimulai. Mereka menunggu di luar sambil mondar-mandir.
Dokter pun selesai dan keluar, lalu ....
*
*
*
Ikuti terus kisahnya Sayang-sayangku, Awan lagi galau tingkat langit, kasih semangat buat Awan ya agar mendapatkan restu juga dari sang ibu. 😭🤗😁🙏
*
*
--------------
Note:
Tanpa kalian aku bukan apa-apa, makasih sudah mampir di karya recehku, klik like, vote, komen kritik dan saran ... ilopyupulpolelel kakak-kakak .... 😍❤
__ADS_1