Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Bukan Dinner


__ADS_3

Beberapa jam kemudian maghrib pun tiba, Fisha bersiap-siap untuk menunaikan sholat maghrib dengan khusyu', setelah itu ia berwirid sebentar dan membaca Al-Qur'an dengan suara yang merdu beberapa miqra', Fisha melantunkan sesuai tajwid dan ghoribnya dengan fasih, setelah dirasa sudah cukup dan dia merasa tenang, dia menyudahi bacaannya lalu menutup Al-Qur'annya kembali dan menaruhnya di tempat yang tertinggi.


Ia lalu merebahkan badannya sebentar sambil memainkan handphone-nya dan mengechat grup geng master percabaian berlevel.


Fisha : Ehem assalamualaikum sayang-sayangku? Apa kalian sudah di kasih tau Ares?


Sesil : Di kasih tau apa?


Sasa : Iya apa, aku juga gak tau.


Sesil dan Sasa yang berada di kosnya masing-masing, ia menahan tawanya karena mereka sepakat pura-pura gak tau tentang Ajakan Ares, padahal mereka sudah sepakat ikut semua.


Fisha : Apa! Apa Ares pikun? Hey @Ares keluarlah! Kamu ini kok gak kasih tau hah? 😤


Ares : Hey apa! Aku sudah kasih tau Fish beneran! @Sasa @Sesil hey kalian anak nakaaaal! Tanggungjawab, gara-gara kalian Fisha marah, woeeee.


Sesil : Haha iya sudah tau aku haha, maafkan aku bercanda hehe @Fisha @Ares.


Sasa : Iya aku juga tau haha maafkan. 🙏


Fisha : @Sasa @Sesil Kalian ini menyebalkan.


Alby : Ehem, sudah, sudah! Apa kita berangkat sekarang teman-teman biar oke!


Fisha : Tapi maz Even bilang dia bisa jam 7.


Sasa : Maz Even?


Sesil : Apa! Maz?


Alby : Ehem ciye-ciye jadi kakak iparku nie, ahem aku mendukungmu.


Ares : Haha o o kamu ketahuan, jadi keceplosan sendiri ya bukan karena aku.


Sedangkan di dalam kamarnya Fisha menahan malunya dengan mengusap kasar wajahnya karena dia keceplosan tadi.


“Aduh bodohnya aku, kok bisa sih aku keceplosan, semua sudah pada tau nie hais, padahal kan panggilan itu bukan keinginanku,” ucap Fisha sambil meraih bantalnya dan menutupi mukanya karena ia sangat malu.


Alby : Hey gimana? @Fisha gimana? Ayooo, masalah kakak kamu hubungi saja, udah gak usah ditutupin lagi kita sudah tau santai.


Fisha : Tau apa? Kalian ini sok tau sekali, lagian aku manggil begitu biar sopan terus atas keinginan Venano Marko atau siapa itu namanya banyak sekali.


Ares : Haha iya lucu sekali nama kak Even banyak sekali, membingungkan.


Alby : Haha jangan ngomongin kakakku ada aku, kakakku itu keren tau? 😝

__ADS_1


Fisha : Iya Even sangat keren dari gua hantu haha.


Alby : Fisha? Mau aku aduin ke kakak?


Fisha : Menyebalkan! Udah ayo, kumpul di warung assalamualaikum saja, selanjutnya nanti mau ke mana bisa direncanakan di sana.


Ares : Oke!


Alby : Setuju!


Sasa : Sepakat!


Sesil : Di mulai dari sekarang, yang jauh segera berangkat!


Mereka lalu menyudahi grup chat gengnya, Fisha yang dekat dengan tempat assalamualaikum itu santai saja, malah ia bercermin di depan cermin dengan lama dan menatap mukanya dalam-dalam lalu merapikan bajunya beserta hijabnya, setelah itu ia menopang dagu dengan kedua tangannya.


“Heran ya aku, kenapa sekarang aku jadi suka bercermin? Padahal dulu waktu sama Awan aku biasa saja, jarang dandan dan natural polos sekali aku, tapi sekarang rasanya gak percaya diri sekali, bukan karena Even atau siapapun, tapi mungkin karena perubahan dalam kampus mungkin ya dan semakin dewasanya aku.” Fisha bertanya-tanya kepada dirinya sendiri sambil menggigit bibir bawahnya dan berfikir.


“Eh tapi gak salah sih aku, meskipun aku dandan ya biasa kok gak wow seperti anak-anak kebanyakan di kelas, ada yang bedaknya 5 sentimeter, lipstiknya seperti makan darah ayam yang baru mati, terus parfumnya sekilo sebotol dipakai sampai harum, banyak dah pokoknya macem-macem, terus aku katagori mana? Haha," lanjut Fisha dengan tertawa terbahak-bahak, ia membahas semua temennya puas, bukan bermaksud mengejek, tapi ia menghibur dirinya sendiri, karena emang perubahan zaman dunia yang marak dan semakin bertambah oke.


Ia lalu duduk di kursi plastik yang ada di dalam kamarnya dan meraih handphone-nya yang ada di atas meja lalu mengunjungi permainan game peternakannya.


“Hmmm game kesayangan aku, sudah lama aku gak mengunjunginya, aku berangkat ke assalamualaikum dalam waktu 10 menit lagi saja, biarin mereka menunggu aku haha." Fisha tertawa sambil memainkan game-nya dengan memberi makan sapinya dan berang-berangnya.


“Halo assalamualaikum?” sapa seseorang disebrang sana.


“Waalaikumsalam Fisha di sini!” balas Fisha yang masih duduk di kursi plastiknya.


“Sayangku? Even di sini!” goda Even.


“Ya ya aku tau, aku hafal suara kamu yang seperti kodok itu, jadi gak usah dijelasin lagi!” sewot Fisha dengan memainkan hidungnya yang mungil dan mancung itu.


“Haha beruntungnya aku spesial sekali kamu bisa menghafalku.”


“Cih dasar! Ya sudah ayo berangkat, sepertinya mereka mau sampai,” ajak Fisha dengan secepat kilat.


“Sekarang?”


“Enggak tapi tahun depan! Ya sekarang Maz Marko, Venano, aduh tau ah siapa namamu aneh!” ejek Fisha dengan nada malasnya, sedangkan Even tertawa yang dipaksakan.


“Aku jemput kamu ya? Aku tau kos kamu, tunggu!"


“Udah gak usah! Aku bisa se ....” Belum selesai Fisha meneruskan kata-katanya Even mematikan teleponnya.


“Dasar semuanya sama aja! Gak aku gak siapapun pada gila kalau teleponan," maki Fisha, tapi ia tersenyum.

__ADS_1


-------


Beberapa menit kemudian Even sudah berada di depan kos Fisha, ternyata Fisha yang sok cuek itu, ia benar-benar menunggu Even dengan salah tingkahnya. Ia mengambil tasnya lalu Even mengirim chat kepadanya.


📤 Sayangku, aku sudah di luar!


📥 Oke! Aku keluar!


Fisha lalu keluar kamar dengan dada yang bergetar dan ia merasa sangat gugup.


“Hey Fisha? Kamu kenapa sih? Ini hanya seorang Even bukan mau ketemu pak presiden atau wawancara kerja! Santai semangat!” Fisha mengangkat tangannya ke atas dan mengepalkannya tanda semangat, ia lalu bercermin sedikit lagi di ruang tengah kos yang terdapat kaca besar, dan dirasa sudah oke dia lalu keluar menghampiri Even.


Even yang melihat Fisha dengan tampilan yang sederhana tapi elegan, ia berdiam diri dan memaku memperhatikan Fisha dari atas hingga bawah.


Fisha sangat cantik sekali, aku sungguh ingin segera menikahinya rasanya, semoga kau adalah jodohku ya Sayang hehe, aku sengaja emang gak menembakmu, nanti suatu saat langsung aku lamar saja. Batin Even, ia masih menatap Fisha, membuat Fisha tak percaya diri dan memukul Even dengan kencang.


“Kenapa? Apa jelek? Kalau iya aku ganti saja!”


“Enggak begini saja sip oke! Ayo pergi!” Even lalu meraih tangan Fisha dan menggandengnya, Fisha yang juga terpana oleh ketampanan Even ia berdesir dan malu-malu.


Ternyata Even tampan juga kalau sedang dinner atau malam begini, apa! Di-dinner? Apaan! Jangan mengharap Fisha, ini bersama semua bukan dinner, sial otakku sudah gesrek! Batin Fisha, ia berjalan berdampingan dengan Even sambil sesekali mereka saling bertukar pandangannya dan sesekali mengalihkan pandangannya.


Saat Even mau mengambil mobil di parkiran UM, Fisha menolaknya karena warungnya hanya di depan saja.


“Hey nanti saja kalau pindah tempat baru diambil."


“Oh oke Sayangku!" patuh Even dengan tersenyum.


“Cih Sayang, Sayang, dasar!" Even terkekeh.


Lalu mereka berjalan masuk ke arah warung assalamualaikum itu, katanya semua sahabatnya sudah sampai, tapi belum sempat mereka menemukan sahabatnya ada seseorang menepuk pundak Fisha.


“Fisha ...! Kamu ke sini juga?"


--------


Note :


Jangan lupa like-nya ya kesayangan ... 🤗


Gak boleh pelit.


Otor sudah up 2x ya, besok lagi! Mau istirahat dulu! 😎


Da ... da .... ❤

__ADS_1


__ADS_2