Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Sah


__ADS_3

Saat Fisha tertidur pulas kembali pada jam 03.00 pagi. Even sudah mulai gelisah karena dia memikirkan akadnya nanti yang dilaksanakan jam 9 siang. Ia tak kunjung tidur juga malah ia duduk dengan menajamkan matanya sambil sesekali mengkomat-kamitkan bibirnya.


“Eh ... rasanya aku gugup sekali sih ... tidur pun tak bisa, ya sudah aku mau belajar menghafal lagi, semoga kali ini lancar, aku hanya melupakannya sedikit tadi," ucap Even berbicara kepada dirinya sendiri lalu dengan cepat ia bangkit dan menuju kamar mandi.


Ia menadahkan tangannya di bawah kucuran air sambil membaca niat dengan khusyuknya lalu ia menyapukan ke bagian yang wajib disucikan, sekilas ia membayangkan akad itu dan Even pun mengembangkan senyumannya.


“Fisha, sebentar lagi kamu menjadi milikku, aku sudah tak sabar rasanya memiliku seutuhnya," ujar Even yang sudah selesai menyelesaikan wudlunya dan bercermin sambil senyam-senyum tidak jelasnya.


Ia lalu memojokkan dirinya dengan melafalkan surat Ar-rohman berulangkali sambil memejamkan matanya. Fisha yang mendengar suara Even itu ia terbangun lalu melirik ke arah Even. Fisha tersenyum dan bangga atas kegigihan Even.


Beruntung sekali aku Maz, mengenal imam yang sholih sepertimu, aku rasanya bahagia, semoga cinta kita abadi untuk selamanya. Batin Fisha yang sedari tadi sambil memperhatikan Even. Fisha lalu secepatnya menutup matanya saat Even menatapnya lekat.


“Apa cuma perasaanku saja ya Fisha memperhatikanku, ah ... sudahlah mungkin cuma perasaanku saja," cicit Even disertai mengernyitkan dahinya lalu ia menyelesaikan bacaannya kembali.


Even kegirangan saat sudah lancar menghafalkannya. Ia dengan kencang berteriak dan bersorak, membuat Fisha mau tidak mau dia yang dari tadi pura-pura tidur dengan cepat menoleh dan berpura-pura bangun tidur.


“Kenapa Maz? Ada apa?" tanya Fisha sambil mengucek kedua bola matanya pela


“Kamu terbangun karena suara Maz ya Sayang? Hehe maafkan! Sudah kamu tidur lagi saja masih jam setengah 4 ini!" perintah Even dengan sangat lembut. Fisha hanya tersenyum manis lalu mengangguk pelan.


“Oke Maz, bangunin Fisha jam setengah 5 ya Maz untuk sholat," balas Fisha yang sangat lirih karena belum sembuh betul.


“Baiklah Sayang, tidur yang nyenyak ya ... Maz akan menjagamu." Saat Even berbicara seperti itu Fisha lalu tertidur dengan cepat. Even hanya memandanginya lama sambil sesekali menguap. Ia lalu mendudukkan tubuhnya di kursi dekat Fisha lalu dalam hitungan detik ia pun tertidur dengan pulasnya.


Fisha yang tenyata gak bisa tidur lagi, ia pun menatap Even yang sudah tertidur pulas sambil sesekali mengusap rambutnya pelan, ia tersenyum secerah mentari merasa sangat bangga terhadap pujaannya itu.


Fisha lalu meraih ponselnya yang ada di atas meja itu dan memainkan ponselnya dengan bermain game peternakannya. Saat ia memainkan ponselnya ia mengelus-elus tenggorokannya yang rasanya sangat haus itu, ia pun meraih air minum yang agak jauh darinya. Saat Fisha berusaha mengambilnya ia yang tak bisa meraihnya karena kejauhan, dengan cepat gelas pun pecah karena tersenggol tangan Fisha. Even pun terkaget saat mendengar suara gelas itu. Ia lalu terbangun dengan cepat karena takut Fisha kenapa-kenapa.


“Fishaa kamu gak apa-apaan kan Sayang ... mana yang terluka sini Maz lihat," kata Even yang sudah bangkit dan mendekati Fisha lalu mengoreksi seluruh badan Fisha karena rasa khawatirnya.

__ADS_1


“Aku gak apa-apa Maz, itu hanya gelas yang pecah karena aku menyenggolnya, rasanya aku haus sekali Maz," balas Fisha dengan wajah yang memelas.


“Kamu haus? Kok gak bilang sama Maz dan bangunkan Maz saja, ya sudah sebentar Maz ambilkan dulu ya ...." Fisha mengangguk disertai menyengir kudanya karena malu.


Even mengambilkan airnya lalu menyodorkan ke arah Fisha, dengan senyum tulus Fisha menerimanya dan meneguknya sampai habis. Ia lalu berusaha untuk bangkit dari tidurnya dengan sekuat tenaganya.


“Kamu mau ke mana Sayang?" tanya Even menatap Fisha penuh. Ia pun membantu Fisha mendudukkan tubuhnya.


“Aku mau ke kamar mandi Maz, lalu sholat juga, aku sudah tidak apa-apa kok," balas Fisha yang masih lemas itu.


“Ayo Maz antar deh, kamu biasanya parno kalau ke kamar mandi," tawar Even lalu ia merengkuh Fisha dengan erat.


Saat mereka sudah sampai di kamar mandi Even tersenyum jahil ke arah Fisha sambil menaikkan kedua alisnya. Lalu Even membuntuti Fisha dan mengikutinya masuk ke dalam.


“Eh kamu mau ngapain Maz? Jangan macam-macam! Keluar sana!" usir Fisha, mengibaskan dengan tangan kanannya karena tangan satunya memegangi kantong infusnya.


“Aku mau ikut?" rengek Even, dengan cepat Fisha menutup kamar mandinya rapat-rapat. Even pun tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan Fisha itu.


------


Beberapa jam kemudian jam menunjukkan kurang dari pukul 09.00 pagi. Even mondar-mandir gelisah karena ia rasanya gugup sekali. Lalu mama dan papanya juga kedua orang tua Fisha menghampirinya. Mereka tiba di Makassar pukul 08.00 tadi beserta semua sahabat Fisha. Mereka menjadi saksi buat pernikahan Even dan Fisha.


“Haha Kakak gugup sekali ya, kelihatan lho ... gimana sudah menyiapkan maharnya? Lantas sudah hafal belum Kak? Kok aku denger-denger Fisha minta Kakak melafalkan Ar-rohman, apa bener?" ucap Alby dengan tawa renyahnnya. Yang lainnya pun menyahutinya sambil memberi ledekan kecil.


“Ih ... So sweet sekali ya Kak Even, dia sholih sekali, aku jadi pengen deh, By Alby, besok kamu juga harus seperti Kak Even gitu ya ..." sahut Sesil sambil menarik-narik bahu Alby.


“Apa! Gak ada istilah sama, semua berbeda-beda bawaannya sendiri tau! Sudah jangan mikir aneh-aneh," balas Alby dengan dinginnya. Lalu saat mereka saat asyik bercanda penghulu pun datang dengan membawa tas yang berisi berkas penting itu.


Even lalu bersiap-siap dan berwudhu lalu memakai pecinya, membuat Fisha yang melihatnya ia berdesir nyeri dalam hatinya tanpa mengedipkan matanya. Lalu Even mendudukkan tubuhnya di atas kursi berhadapan dengan penghulu dan di dampingi oleh yang lainnya.

__ADS_1


“Baiklah, apa sudah siap? Kalau sudah mari kita mulai," seru penghulu sambil menatap semuanya, mereka semua mengangguk dengan mantapnya. Even lalu menyodorkan tangannya dan menjabat tangan pak penghulunya.


“Bismillahirrohmanirrohim! Saya nikahkan engkau ananda Even Markoliano bin Merul Markoliano dengan Fisha Aureliastra binti Johan dengan mas kawin emas sebesar 20 gram beserta lantunan ayat suci Ar-rohman tunai," ucap penghulu mengucapkan ijabnya dengan tegas dan semangatnya.


Lalu Even menghela nafas panjang dan siap mengucap qobulnya dengan menatap ke semuanya.


“Saya terima nikahnya Fisha Aureliastra binti Johan dengan mas kawin emas sebesar 20 gram beserta lantunan ayat suci Ar-rohman tunai," balas Even dengan satu tarikan nafas yang bergemuruh dan mengucapnya dengan lantang dan jelas. Semuanya tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepala. Lalu Even melafalkan ayatnya dengan menghafalkan sangat merdu tanpa kliru sedikitpun. Fisha menatapnya dengan bangga dan mengusap air mata harunya.


“Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu kepada semuanya dengan sumringahnya saat Even sudah menyelesaikan lantunan ayatnya.


“Sah, sah," ujar mereka semua dengan bergantian.


“Alhamdulliah." Penghulu lalu mengucapkan doa dan semuanya mengikutinya. Even lalu menatap Fisha dengan tatapan bahagia. Fisha lalu dengan cepat meraih tangan Even dan menciumnya dengan kasih sayangnya.


“Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, ini buku nikahnya, kalau begitu saya permisi dulu," pamit penghulu sambil memberikan bukunya, lalu mereka mengucapkan terimakasih bersamaan.


“Akhirnya setelah sekian lama banyak rintangannya kita bisa menyelesaikannya ya Sayang," ucap Even yang sudah semakin mendekat ke arah Fisha lalu berusaha menciumnya.


“Eits, nanti dulu! Kamu ini gak lihat situasi dan kondisi dulu Nak!" maki papa Merul sambil menggelengkan kepalanya, membuat semuanya tertawa terbahak-bahak.


“Kalian mau honeymoon di mana nih?" tanya Sasa yang penasaran.


“Di sini saja! Lagian di sini indah, aku juga belum sempat berkeliling Makassar," balas Fisha dengan nada yang lirih.


“Oke Sayang, apapun maumu akan Maz turuti." Semua yang mendengar ucapan Even mereka menjulurkan lidahnya tanda meledek dengan saling canda bersama-sama.


----


Note :

__ADS_1


Haha apa kalian mau nunggu malam itu? Haha nanti,


Jangan lupa like-nya ❤❤❤


__ADS_2