
“Kamu tak mimpi Sayang ...? Ini nyata, ini aku, coba kamu peluk aku!” Awan merentangkan kedua tangannya berharap Fisha memeluknya, sedangkan Asult menatap tajam ke arah Awan sambil tersenyum sinis karena dia merasa terancam untuk mendekati Fisha, Ares yang melihat Awan datang dia tersenyum tipis.
“Enak aja Hon! Malu dilihat orang tau, dasar otak mesum!” Fisha memukul bahu Awan pelan, Awan pun terkekeh sambil mengangkat jarinya bentuk V.
“Gimana jarinya aku lihat tadi terluka, sini aku lihat!” Awan menarik tangan Fisha pelan lalu mengecup jari yang tergores pisau itu dengan lembut, ia begitu tlaten dan sangat mengkhawatirkannya, lalu membalutnya dengan perban yang dibelikan Ares tadi dengan hati-hati.
“Udah aku gak apa-apa Hon, cuma begini doang gak sakit cuma seperti digigit semut aja! Lebay sekali kamu!” keluh Fisha sambil menatap Awan yang masih menunduk dan sibuk membalut jarinya dengan perban.
Fisha yang banyak tingkah membuat Awan susah memplester lukanya, lalu Awan memegangi kedua bahu Fisha dengan kencang sambil tersenyum. “Sudah, kamu diem Sayang.. Biar dokter cinta ini yang merawatnya dengan segenap jiwa ini,” Fisha pun tertawa mendengar ucapan Awan dengan rayuan gombalnya itu, ia pun mengucapkan terimakasih setelah Awan menyelesaikannya, Awan pun mengangguk mengiyakannya.
“Bro, kok bisa kamu sampai di sini? Berangkat jam berapa? Kenapa kamu gak ngabarin aku?” sahut Ares dan mendekat ke arah Awan dengan tatapan menyelidik.
“Bisa dong aku kan punya ilmu menghilang tau ... haha, jam berapa ya tadi aku berangkat lupa, dan juga ngapain juga aku harus kasih kabar sama kamu, emang kamu pacar aku? Fisha aja gak aku kasih kabar, kan surprise! pokoknya kalau aku merindukan Fisha kapan pun jam berapa pun, pasti aku langsung secepat kilat datang menemuinya,” jelas Awan dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Fisha, dan semakin mendekat ke arah Fisha lalu merangkul Fisha dengan erat, memamerkan kemesraannya kepada Asult.
Ares yang mendengar ucapan Awan dan melihat kelakuan Awan yang kekanakan karena cemburu ia menggelengkan kepalanya pelan, karena Awan dirasa benar-benar gila dan bucin akut. Jogja-Malang hanya seperti mengedipkan mata saja tanpa rasa lelah.
__ADS_1
Asult dengan wajah juteknya ia merasa geram karena ulah Awan yang memamerkan kemesraan di depannya bahkan di depan semua orang dengan tak tahu malunya dan semua anak yang lagi tugas kelompok melihatnya sangat iri dengan kemesraannya. Membuat Asult ingin menghajar Awan karena rasa terbakar di hatinya.
Idih beraninya dia peluk-peluk Fisha aku, lagian belum nikah juga kan mereka, kok segitunya sih hais! Air mana aiiiiir aku rasanya sangat sesak dan gerah. Kurang ajar dah! Batin Asult. Ia melirih ke arah Fisha dan Awan bergantian sambil berdecih lirih.
Awan yang masih melihat Asult tetap di situ dan tak beranjak pergi, dia pun kesal hingga sampai ke ubun-ubun dan pengen rasanya menggantungkan Asult ke pucuk pohon beringin depan kampus, namun ia tahan karena ia tau ini bukan wilayah kekuasaannya yakni bukan kampusnya, ia tak mau membuat onar dan membuat Fisha malu dengan ulahnya.
“Hey ... Orang asing, Hey! Ngapain kamu masih ada di sini? Kenapa? Kamu iri ya lihat kemesraan kita? Apa mau melihatmnya?” Fisha yang mendengar Awan menyombongkan diri ke Asult ia menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, lalu mencubit kecil lengan Awan, Awan hanya melirik Fisha dan tersenyum tipis dengan wajah yang berseri-seri.
“Siapa juga yang iri, percaya diri sekali, GR loe! Sekarang waktunya kerja kelompok buat OSPEK besok, ngapain kamu di sini! Mengganggu orang saja!” balas Asult dengan sewotnya dan pergi meninggalkan Awan, lalu menghampiri kelompok Fisha, ia pun tak rela masih melihat Awan di situ, rasanya ia ingin mengusirnya namun takut Fisha memarahinya jadi mau gak mau Fisha menahannya, ia masih melirik Fisha terus menerus.
“Gak iri tapi selalu lirik teruuus, mau aku colok matanya dengan jariku ini?” sindir Awan dan menarik Fisha ke belakang sambil mengangkat jarinya acting dan siap mencolok mata orang yang iri alias Asult, ia lalu menutupi wajahnya Fisha dan melindunginya dari pandangan Asult.
“Udah kamu duduk saja! biar aku saja Hon ... handphone dari pelepah pisang mah kecil buatku.” Awan menatap remeh Asult dengan menjentikkan jari kelingkingnya. Sedangkan Fisha dengan patuhnya perintah Awan ia duduk dekat Awan lalu mengamati Awan yang membuat handphone dengan tlaten.
“Hey gak boleh dong, biar aku saja yang bikinin! Kamu bukan pihak kampus ini, nanti Fisha dinyatakan gugur kalau dibantu pihak luar tau jadi gak boleh!” Asult mencoba mencari Alasan agar Awan menghentikan kemesraannya kepada Fisha, lalu ia secepat kilat mengambil pelepah pisangnya untuk membuatkan Fisha, namun Awan pun menepis tangan Asult dengan sekuat tenaganya.
__ADS_1
“Enak saja gak usah, kamu yang pergi saja! Aku kan kesayangannya, pujaan hatinya ... kata siapa gak boleh, kamu kan bukan dosen! Gak ada aturan semacam itu ...,” Ares yang melihat mereka berdua adu mulut untuk menarik perhatian Fisha , ia melirik ke arah Fisha, dan tersenyum gemas sambil mengkomat-kamitkan mulutnya mengkode Fisha agar menghentikannya, Fisha yang tau dilirik Ares, ia melirik balik Ares dan menggedikkan bahunya tanda heran juga dan males mengurusi kedua cowok itu.
“Kamu yang pergi! Kamu tak diinginkan di sini tau!” Asult menatap tajam Awan lalu mendorong bahunya dengan kencang, Awan yang didorong hanya bergeser sedikit ke belakang karena ia jago bela diri dan kekar melebihi Asult.
“Haha cuma segitu kemampuanmu, gak berasa apa-apa aku gak tergeser tuh, payah! Gitu mau melindungi Fisha apa, yang ada kamu yang dilindungi Fisha dia jago bela diri haha,” ejek Awan dengan tatapan remeh. Asult yang merasa dihina ia pun mencoba menghajar Awan dengan mengepalkan tangannya ke udara dan siap menghantam, Fisha pun bangkit dari duduknya lalu mencoba melerai mereka dengan cepat agar berantemnya tak dilanjutkan mereka.
“Stoooop!” Fisha menghampiri mereka dengan berteriak kencang sambil menengahi agar mereka berdua berhenti untuk berantem.
“Aaaaau kalian ini menjengkelkan sekali, aduuuuh...”
------------
Note :
Jangan lupa like-nya kakak kesayangan ...
__ADS_1
Nanti kalau gak sibuk Author balik lagi ...
Makasih partisipasinya, semoga Allah membalasnya ... 🙏👍❤