
Aku ingin ke ... itu ... anu ... tapi aku malu,” ucap Fisha dengan terbata-bata.
“Aku tau pasti ingin ke toilet kan panggilan alam seperti biasa, kenapa gak bilang sih dengan bahasa planetmu itu biar gak malu.” Sahut Awan dan terkekeh, dia tersenyum simpul lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Bukan dong, kalau panggilan alam kan BAB. Sedangkan kalau pipis ya panggilan air hahaha.” Fisha tertawa terbahak-bahak membuat Awan menatapnya dan ikut ketawa.
“Dasar, makhluk aneh, tapi aku suka gaya kamu.” Awan memajukan tubuhnya ke Fisha dan menunjukkan kedua tangannya digenggam dan berbentuk hati, membuat Fisha tersenyum berbinar merah wajahnya.
“Aku makhluk aneh apanya, aneh kamu bahasa gaul gak ada yang tau, dasar zaman jahiliyah zaman sudah berabad-abad umurmu Hon.” Fisha memiringkan bibirnya, membuat Awan gemas dan semakin maju.
“Hey mau ngapain kamu jangan macam-macam! Dosa.” Ancam Fisha dan menunjuk Awan dengan jari telunjuknya, sedangkan Awan semakin gencar menggodanya dengan mengedipkan matanya tebar pesona.
“Ayo katanya mau panggilan air aku antar.” Ajak Awan dengan melambaikan tangannya.
“Ihh dasar mesum, kamu mau ngintip yaaa dasar!” Fisha melototkan matanya, Awan melirik dan menaik turunkan alisnya.
“Sembarangan kamu,” Awan menyentil kening Fisha, Fisha mendesis dan mengelus-elus keningnya. “gini-gini aku anak baik, bukan begitu Ney, sayangku, pujaannya Awan, aku mau anterin kamu takutnya kamu takut ke toilet gitu, mulai sekarang aku akan menjagamu dengan nyawaku,” lanjutnya. Fisha pun berfikir, melamun dan membenarkannya.
Alamak sekarang Awan mendungku kumat lebaynya berlapis, habis bertapa dari mana dia kok mulutnya manis bener gombalannya, terus waduh iya juga ya, aku takut banget ke toilet, agak parno sekarang gara-gara kejadian itu, tapi kalau aku mengiyakannya gengsi dong aku. Batin Fisha.
Awan pun mendekat dan melambaikan tangannya, “Udah gak usah kebanyakan mikir sayangku, ayoook,” ucap Awan menarik dan menggenggam tangan Fisha. Fisha pun menurut, dia mengikuti langkah kaki Awan.
“Kamu ini pemaksa sekali sih, tapi aku suka.” Fisha berbicara lirih dengan memanyunkan bibirnya hanya dia yang bisa mendengarnya.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di toilet bersama, lalu masuk bersama, Awan juga pengen ke toilet. Karna sudah tidak tahan lagi.
“Eits mau kemana Kamu Hon? Mau ngintip yaa, mau kamu tak bogem pakek ini,” ucap Fisha sambil mengepal tangannya dan mengarahkan pada Awan, Awan pun terkekeh.
“Hais mesti GR Ney hmmm, aku juga mau panggilan air sama kayak kamu tau haha.” Ucap Awan dengan tertawa. “Kita itu sehati tau ...,” sambungnya.
“Kebetulan aja keles, kamu ikut-ikut aja,” jawab Fisha dengan memutar kedua bola matanya dengan memanyunkan bibirnya membuat Awan semakin gemas. “Udah ayo cepat!” lanjutnya.
---------------------
Mereka pun ke toilet bersama-sama dan masuk bilik masing-masing cewek cowok, di toilet RS emang gelap karna berada di pojokan, jadi orang yang ke toilet mau gak mau harus menyalakan lampu karna cahaya tidak bisa masuk meneranginya.
Saat mereka sedang asyik dibilik masing-masing tiba-tiba lampu yang tadinya menyala mati karena konslet, membuat Fisha merinding dan menjerit, “Aaaaaaaaa,” lalu dia berteriak memanggil nama pujaannya, “Hooooon Awaaaaan.” Awan juga panik setengah mati dia pun cepat-cepat menyelesaikan panggilan airnya dan buru-buru keluar menghampiri pujaannya dengan memikirkan hal-hal buruk, takut terjadi apa-apa dengan pujaannya.
“Ney sayang, ini aku buka pintunya, aku gak akan meninggalkanmu, ayo buka jangan bikin aku takut sayangku.” Panik Awan takut trauma Fisha kambuh, dia sangat takut karna Fisha tak menjawabnya, malah dia mendengar tangisan lirih di dalam toilet.
“Hiks, hiks, hiks, tolong aku, tolong, tooolooong aaaku ... aaa ... brukk ” Fisha pun terkulai lemah dan tak sadarkan diri, Awan yang sudah tidak mendengar Fisha dan mendengar suara kencang seperti benda jatuh, dia semakin menggedor-gedor pintu dengan kencang, lalu mau tidak mau dia langsung mendobrak pintunya.
1 ... bruk, dobrakan belum berhasil, 2 ... bruk belum berhasil juga, “Aduh kenapa susah sekali sih,” gerutu Awan. “Sekali lagi, 3 ....” bleng terbuka dan dia membelalakkan matanya melihat pujaannya tergeletak, dengan panik dia langsung mendekat dan menggendong Fisha, dia menepuk-nepuk pipi Fisha sambil berjalan, “Ney bertahanlah, maafkan aku, bodohnya aku belum bisa melindungimu.” Awan frustasi eluhnya berjatuhan, dia takut terjadi hal-hal aneh yang tak diinginkan, suhunya naik 40 derajat celcius, sangat panas, untuk menggoreng telur pun matang bisa jadi, dengan tergesa-gesa dia membawa Fisha ke UGD.
---------------------
Fisha langsung ditangani oleh dokter dan dicair karna suhunya yang tak normal mendadak, dokter pun mengizinkan Awan masuk dan dokter bilang Fisha gak kenapa-kenapa hanya sedikit terguncang dengan ketakutannya, Fisha harus dijaga dengan baik agar gak nekat, salah-salah dia nekat bisa trauma berkepanjangan lalu menimbulkan berbagai macam penyakit, begitu kata dokter, Awan menghela nafas panjang bersyukur tiada apa-apa, tapi dia berjanji menjaga Fisha extra lagi.
__ADS_1
Lalu dia menelvon keluarga Fisha memberitahu kabar tentang Fisha, Ibu langsung meluncur bersama ayah dan Farsi, sedangkan nenek kakeknya gak dikasih udah karna sudah tua biar Istirahat begitu pikir mereka. Mereka pun buru-buru datang ke RS, sesampainya di RS Awan pun menjelaskannya panjang lebar.
Ibu, ayah geleng-geleng kepala, lalu ibu membuka suara dengan tersenyum.
“Nak, kalau kamu capek kamu bisa pulang, insya Allah Fisha baik-baik saja, kita udah disini kok tenang.”
“Gak apa Bu aku disini saja, tadi juga aku udah pamit orang tuaku Bu, beliau tau kalau Fisha cucu kakek jadi mengizinkannya.” Ucap Awan membalas senyum Ibu. “Dan juga kata dokter kalau nanti Fisha membaik dia boleh pulang, sebaiknya dibawa pulang aja bu, dia di sini kayaknya suntuk dan tertekan.” Lanjut Awan dengan nada khawatir.
“Iya Nak kita sepakat meskipun belum sembuh total dirawat jalan juga gak apa.” Ayah menimpali dan memandang Fisha dengan tatapan rindu.
Putriku kenapa nasibmu malang sekali, semoga kamu selalu bahagia Nak. Batin Ayah.
“Yaudah Yah, Bu, Farsi aku pamit sholat Isya' dulu, nanti balik lagi.” Ibu pun mengiyakannya.
Dia benar-benar anak baik, rajin beribadah, gak salah Fisha mencintainya. Batin Ibu, dia bangga dan hatinya tersentuh.
---------
Note :
kakak-kakak kesayanganku yang baik hati, dukungannya mana nie kok mlempem hehe, aku selalu up seribu kata lebih ya kakak sayangku, like nya jangan pelit dong hehe, salam sayang dariku semoga Allah membalas kalian semuannya, like yang kenceng ya kak, juga dukung bantu vote meskipun sedikit tak apa serasa aku hidup dihargai hehe.
Lophyupolepel 😍😘🙏
__ADS_1