
" Ada apa Kay? "
" Tidak mah, bocah yang sama mama kemarin kemana? "
" Oh dia, anak itu sudah di jemput mamanya. Mama hanya merawatnya sementara "
" Lah mamanya pergi kemana kenapa di titipkan sama mama "
" Kau tak perlu tau itu, kelak kau akan tau semua nya. Nak jalani hidup mu dengan bahagia ya ingat tuhan bersama orang-orang yang berhati baik biarkan saja walaupun orang itu berbuat jahat terhadap kita tapi kita jangan membalas nya karena jika kita membalasnya berarti kita juga termasuk orang yang jahat di mata tuhan "
" Kenapa mama bilang begitu "
" Tidak papa sayang mama hanya ingin melindungimu dari sini "
" Mah bukannya mama selalu bilang kalau tuhan selalu bersama kita orang-orang yang baik mama tak perlu khawatir Kayla akan selalu jadi orang baik di mata tuhan "
" Iya sayang mama akan selalu mendoa kan mu untuk menjadi orang yang selamat dan bahagia di dunia hingga di akhirat "
" Amin makasih ma "
__ADS_1
Mikayala pun memeluk erat mamanya dan terbayarlah kerinduan dirinya pada kelembutan seorang mama yang selama ini tak pernah dia rasakan, dan rasanya ingin sekali Mikayla terus berada di samping mamanya.
Namun sayang ketika Mikayla membuka matanya kembali dia ternyata hanyalah bermimpi tentang mamanya dan kini dia kembali ke alam sadarnya yang ternyata sedang ada di kamar apartemennya.
" Ternyata hanya mimpi, aneh kenapa sering mimpi mama, gak papa deh tidur lagi mungkin akan bertemu lagi, ternyata tuhan tau kalo aku sedang merindukan mama "
Mikayla memperbaiki letak tubuhnya ke posisi yang lebih nyaman untuk dirinya yang sedang malas bangun.
Ceklek... Suara pintu terbuka.
" Astagfirullah KAYLAAA belum bangun juga kamu ya " Hana meneriaki Mikayla.
" Kayla bangun ini sudah siang, mana tempat kaya pesawat jatuh lagi kamu semalam habis perang ya sama Rafa "
" HANAAA ini masih pagi jangan buat ribut pulang sana aku masih ngantuk "
" Pagi pagi ndasmu " Hana menarik bantal dan selimut yang Mikayla gunakan untuk menyambut mimpinya kembali.
" Apaan sih Hana aku ngantuk tau "
__ADS_1
Srreeeettt bunyi gorden jendela terbuka, menampakkan sinar yang menyilaukan mata Mikayla.
" Lihat hari sudah siang, jam sudah mau jam tiga kamu masih mau tidur apa gak capek tidur semalaman dan bangun kesiangan mau nambah lagi huh dasar kebo "
" Enak ajah aku semalam gak bisa tidur tau " Mikayla menggeruntu sambil lau melangkah menuju kamar mandi.
" Huh alasan " Hana pun membuka jendela kamar Raisha supaya udara apek di dalam nya terganti dengan udara segar.
Setelah angin masuk dan cahaya menyinari ruangan Mikayla, Hana sambil lalu menunggu Mikayla usai mandi dia mengambil posisi duduk di sofa dengan menghidupkan tv dan menonton serial kesukaannya dengan antengnya.
Tak selang beberapa lama Mikayla selesai dengan ritual mandinya dia keluar dari kamar mandi dengan baju handuknya.
" Kay kamu tadi di kampus di cari Rafa, gara-gara dia panggil aku ke ruangannya aku dikira ada masalah sama anak-anak di kampus "
" Derita lo emang gua pikirin " Mikayla menjawab cuek sambil lau bergati pakaian di ruang ganti.
" Dasar kampret kamu, oia semala om Alen telpon aku "
Mikayla yang sudah berganti pakaian dia menghampiri Hana.
__ADS_1
Berasambung...