Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 13


__ADS_3

" Terus cara sampe ke rumahku gimana? "


" Tanya ke kamu alamatnya heehe "


" Yasudah ini alamatku " menyodorkan secarik kertas yang berisikan indentitas beserta alamat lengkap Mikayla.


" Baiklah tunggu sebentar ya " Rafa pun sibuk dengan panggilan di hpnya dia menelpon seseorang untuk mengurus motor Mikayla.


" Sudah selesai yuk jalan "


" Beneran ya? "


" Iya dijamin aku yang tanggung jawab "


Mikayla pun memasarhakan semua urusan motornya kepada Rafa, dan kini Mikayla membuntuti Rafa menuju mobil nya.


Rafa sudah ada di depan mobilnya yang terlihat mewah, dia membukakan pintu untuk Mikayla masuk kedalam.


" Makasih " Mikayla duduk di samping bangku pengemudi


Rafa pun masuk dan duduk di belakang kemudi lalu menyalakan mesin dan melajukan mobilnya.


15 menit kemudian mobil Rafa telah berhenti di depan sebuah cafe yang bernuansa romantis. Namun Mikayla tak menatap cafe tersebut melainkan sebuah mobil BMW putih yang tidak terlihat asing baginya sedang parkir disana.


" Inikan mobil Elena, kenapa disini " Mikayla menyetuh mobil tersebut memastikan jika itu mobil yang ia kenal.


" Ada apa? " tanya Rafa menghampiri Mikayla.


" Ini mobil mama disini, dia sejak kemarin setelah papa keluar kemudian dia juga keluar hingga sekarang dia tak kembali kerumah "


" Mengapa begitu? "


" Entahlah, sudahlah dia gak penting yuk masuk "

__ADS_1


Rafapun beriringan dengan Mikayla memasuki cafe tersebut. Lalu memilih tempat yang terasa nyaman bagi mereka. Tak selang berapa lama seorang pelayan berpakaian rapi menghampiri mereka lalu menyodorkan buku menu di depan mereka. Mikayla hanya membaca sekilas lalu menutupnya.


" Sudah lah Raf kamu saja yang pesankan aku males baca samakan dengan mu juga gak papa "


" Baiklah, berikan saja menu spesial kalian beserta minumnya " Rafapun menutup buku menu tersebut lalu mengembalikan lagi kepada pelayan cafe tersebut.


" Baik, silahkan di tunggu tuan " Pelayan tersebut pun berlalu.


Mikayla terlihat mengedarkan pandangan nya, dan dia terhenti ketika menemukan seorang yang dia cari, tak lain adalah Elena. Terlihat Elena sedang tertawa bersama seorang temannya satu perempuan dan dua laki-laki mereka terlihat sedang berpasang-pasangan.


" Elena, om Darwin kenapa mereka bersama? " Mikayla mengenali wajah salah satu dari mereka, yaitu Darwin suami dari Viona tantenya.


" Ada apa kamu mengenalnya? " Rafa menoleh kearah orang yang dibicarakan oleh Mikayla.


" Tidak, mereka gak penting sudah lah aku lelah memikirkan nya " Mikayla tampak gusar, bingung harus bagaimana


" Dia istri papamu? " Mikayla mengangguk


" Bukan dia om ku, aku bingung mau bagaimana. Aku gak mau mengatakan nya kepada papa takut papa syok dan penyakit nya kambuh tapi mereka itu jahat "


" Sudah kamu tenang saja, biar aku urus mereka " menenangkan Mikayla lalu Rafa mengabil foto mereka dengan hp nya.


" Buat apa ambil foto mereka? "


Rafa hanya tersenyum dengan kepolosan Mikayla lalu dia menjelaskan beberapa strategi rencana nya untuk mengungkapkan siapa mereka sebenarnya nanti kepada papanya. Namun tiba-tiba pelayan datang dengan pesanan yang Rafa pesan tadi dan menatanya di meja.


" Selamat menikmati " ujar pelayan tersebut.


" Terimakasih " pelayan tersebut menunduk dan belalu dari tempat Rafa dan Mikayla.


" Ayo dimakan dulu " perintah Rafa, Mikaylapun mengangguk dan menyantap makanannya begitupun Rafa.


Mereka makan dalam hening, namun tiba-tiba ada yang menyentuh bahu Mikayla.

__ADS_1


" Heh kenapa kamu disini " Mikayla menoleh kearah suara tersebut ternyata Elena.


" Bukan urusan mu, pergi dari sini kita gak kenal " Ujar Mikayla dengan nada kesal.


" Kamu... " Elena terlihat geram dengan sikap Mikayla.


" Maaf tante, tolong jangan ganggu kami. Om tolong bawa pergi istri anda jangan sampai ada keributan disini " Rafa menyela dari suasana yang akan memanas itu


Darwin pun yang memahami perkataan Rafa, dia langsung memeluk pundak Elena dan mengajaknya pergi dengan wajah sedikit khawatir.


" Dasar jahat, papa sama bibi orang nya baik, tapi kenapa mendapatkan iblis seperti mereka " Mikayla menutup matanya tak kuasa menahan tangisnya.


" Sudah-sudah Kay, kamu jaga saja papa mu nanti jika waktunya sudah tepat biarkan bukti yang berbicara "


" Tapi Raf? "


" Sudahlah yuk ikut aku kesesuatu tempat " berdiri dari duduknya


" Kemana? "


" Tempat yang bisa membuat mu tenang "


" Dimana? "


" Sudah ayuk... "


Mikayla pun mengikuti arahan Rafa. Rafa membayar tagihannya ke kasir lalu dia keluar dari cafe bersama Mikayla. Rafa menghampiri mobilnya lalu membukakan pintu untuk Mikayla, Mikaylapun masuk lalu Rafapun menempati kursi kemudi dan melajukan mobilnya.


30 menit kemudian mereka sampai di suatu tempat sepi mereka turun dari mobil.


" Kenapa disini? " tanya Mikayla melihat sekitarnya yang terlihat sepi dan gelap hanya tersinari oleh sorot lampu mobil Rafa yang setia menyinari sekitar mereka.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2