
Sesuai dengan alamat yang Raisha beri Alex menuju sebuah club malam di kota, disana dia menunggu disebuah ruangan yang mana telah Raisha siapkan untuk bertemu dengannya.
Raisha sungguh melupakan adab malu yang dia jaga selama ini, berhubung dia hanya seorang diri dirumahnya dan keluarga nya masih ada urusan di luar kota, Raisha menggunakan kesempatan nya untuk bebas dari kengkangngan orang tuanya.
Raisha berpenampilan se sexsi mungkin dengan gaun yang bisa di bilang kekurangan kain yang di beli tadi pagi ketika belanja bersama Mikayla.
Raisha memesan sebuah ruangan pribadi di sebuah club yang akan dia gunakan untuk bertemu dengan Alex. Sebelum bertemu dengan Alex dia memerintahkan seorang Waiter untuk mencampuri minuman Alex dengan serbuk yang biasa digunakan untuk me rileks kan seseorang bahkan hingga kehilangan kesadaran serta di campur serbuk perangsang.
Alex menunggu Raisha dengan perasaan yang campur aduk.
" Lama sekali tuh orang, bener gak sih janjian disini? " Alex menggeruntu kesal akan sikap Raisha yang tak kunjung datang.
Namun tak lama kemudian datang seorang pramusaji membawa sebuah nampan berisikan sebuah minuman di gelas dan botol wine beserta satu gelas kosong.
" Silahkan tuan minumannya "
" Siapa yang pesan aku tidak pesan "
__ADS_1
" Tuan memang tidak pesan tapi tuan adalah tamu nona Raisha dia berpesan sebelum dia datang dan jika tuan sudah datang maka kami di perintahkan untuk menjamu tuan dengan minuman yang kami sediakan tuan "
" Baik lah terimakasih "
Pramusaji itupun pergi setelah menyerahkan isi nampannya.
" Kalo aku minum wine ini aku bisa mabuk nanti, soalnya aku bukan ahlinya. Semoga jus ini tidak ada bahayanya "
Setelah Alex menimbang apa yang akan dia teguk, Alex yang memang merasa haus dia langsung meneguk jus jeruk yang sudah tercampur obat, dan benar dugaan Raisha bahwa Alex tak akan memilih Wine melainkan jus yang sudah ia beri obat.
Beberapa saat kemudian obat yang tercampur di jus tadi mulai beraksi di tubuh Alex.
Alex merasa berat dan pusing dia sungguh tak menyadari bahwa dirinya telah di bodohi oleh Raisha.
" Gerah sekali disini " Alex merasa kepanasan dia melonggarkan kancing kemejanya.
Alex mendapati Raisha yang datang dengan body yang sexsi dan wajah yang dia kira Mikayla.
__ADS_1
" Mikayla sedang apa kau disini " Alex tak terlalu sadar dia begitu pusing dan merasa panas.
" Alex, kamu kenapa? " Tanya Raisha.
" Panas disini panas, kepala ku pusing " Alex meracau tak tahan dengan panas di suhu t
tubuhnya.
" Mau ikut aku ketempat dingin Lex? "
Alex tak menjawab dia hanya memeluk badan Raisha yang hanya berpakaian minim saja.
" Jangan tinggalin aku, aku sudah nyaman dengan kulitmu aku merasa dingin sayang " tutur Alex yang mulai hilang kesadaran dan hilang kendali akan nafsunya.
" Ayo kita pindah bukan disini tempatnya " Raisha memapah Alex yang sudah bisa dibilang mabuk, menuju kamar yang sudah dia pesan terlebih dahulu.
Raisha memasang sebuah kamera kecil di suatu sudut dimana dia bisa merekam apa yang sudah di lakukan oleh Alex kepadanya sebagai sebuah senjata atau bukti untuk membuat Alex tak bisa berkutik ketika Raisha mengancam akan memberikan dan menunjukkan rekaman tersebut kepada Mikayla, keluarga nya, publik bahkan memasukkanya ke penjara sekaligus atas tuduhan pelecehan seksual.
__ADS_1
Bersambung....