Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 117


__ADS_3

" Oh mama Vio, belum Kay ini aku sekarang bersiap-siap mau menjemput mama


" Oh begitu, kalo gitu Kayla ikut ya kak "


" Dengan senang hati, ayo kita sarapan dulu "


Merekapun sarapan berasama du meja makan yang sudah tersedia makanan di meja.


" Wah kalian makan kok gak ajak-ajak " Revan tiba-tiba muncul.


" Kak ayo bareng "


" Iya ayo sarapan dulu "


" Tidak usah, aku sudah sarapan tadi, lanjutkan saja kalian aku mau tunggu di luar "


Revan pun melangkah pergi meninggalkan Rania dan Mikayla.


Usai sarapan Mikayla Revan dan Rania kini sudah ada di perjalanan menuju bandara.


" Kay kamu kemana Hana, aku melupakannya sedari tadi " tanya Rania

__ADS_1


" Oh Hana gak tau mungkin dia masih tidur soalnya setau ku kemaren dia tugas malem dan mungkin baru datang tadi habis subuh "


" Oh, giat banget tuh anak gak salah pilih orang berarti kakak "


Mereka pun berbincang hingga akhirnya mobil mereka berhenti di parkiran bandara.


Setelah beberapa menit menunggu keluarga yang di tunggu-tunggu akhirnya datang.


" Hallo sayang apa kabar nak " Viona menyapa Mikayla.


Mikayla tak menjawab dia pun berhambur ke pelukan tantenya yang dia anggap sebagai pengganti mamanya Revi saudara kandung Viona.


" Tante Kay kangen tante "


" Oya Ran mama sama papa kamu masih sibuk dia bakal nyusul nanti dengan jetpri nya "


" Iya mah, Rania sudah tau semalam mama yang hubungi Rani "


Mikayla pun melepas pelukannya dari Viona, dia bingung dengan percakapan antara Viona dan Rania.


" Maksudnya kak? " Mikayla menoleh ke arah Rania dengan wajah penuh tanda tanya.

__ADS_1


" Udah ayo kita pulang kakak jelasin di jalan " Rania menarik tangan Mikayla dan Viona sedangkan Revan membawa koper yang Viona bawa lalu mereka pun meninggalkan bandara.


Di dalam mobil.


" Oh berarti kakak ini bukan anak yatim dong dan cerita asal usul kakak itu hanya bohong, kasian sekali orang tua kakak pasti sangat menderita dulunya " Mikayla langsung menanggapi semua penjelasan Rania.


" Iya Kay tapi gak papa kakak masih bersyukur bisa bertemu mereka, dulunya kakak sudah gak ada harapan buat bisa tau seperti apa mereka "


" Wah kakak beruntung ya, orang tuanya sukses dan kakak bisa jadi orang penting yang disegani nantinya, setau aku keluarga pak Martin itu keluarga paling kaya di negara kita kakak hebat ya punya orang tua seperti mereka "


" Hahaha kamu ada-ada saja kamu juga bagian dari keluarga itu Kay jangan ngomong begitu "


" Haah ?? "


" Iya maksudku, orang yang dulunya saudara dan keluarga sekarang itu tetap keluarga dan kita sekarang menjadi keluarga besar Kay "


" Benar kak, tapi kakak harus tetap ingat kak sama penderitaan kakak waktu menjadi anak yatim dulu yah walau pun kakak masih dibilang bernasib baik ketimbang mereka yang hidup di jalanan. Kakak harus tetap sayangi orang seperti mereka jangan karena kakak sudah sukses dan meraih kemenangan kakak bakal berubah menjadi acuh tak acuh terhadap mereka yang butuh uluran tangan kita kak "


" Iya Kay kakak faham, rencananya kakak sama Revan mau bangun yayasan panti asuhan untuk anak-anak dan lansia "


" Oia benarkah kak " Mikayla menanyakan pendapat Revan dan Revan pun hanya tersenyum sambil melirik di spionnya lalu mengannguk setuju.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2