
Raisha merasa kesal dengan itu, lalu dia pun menampar wajah Luna.
Plakk... Suara terdengar nyaring dan Deby menoleh ke arah Raisha dan Luna.
" Aw.. Sakit apa salah ku Raisha kenapa kamu begitu tidak suka dengan aku? " Luna sok sedih berakting di depan Deby.
" Ada apa Rai? kenapa kamu melakukan itu " tanya Deby kepada Raisha.
" Mah Raisha gak setuju dengan ini semua Raisha gak mau Ansel dirawat perempuan licik ini, dia membodohi dan membohongi kita semua ceritanya itu palsu "
" Raisha kenapa kamu tidak percaya aku, ngapain aku ada disini sekarang kalau bukan Alex yang memungutku tadi di jalan kalau sampai Alex tak berbelas kasih kepadaku tadi entah apa yang akan terjadi pada ku.
Jujur saja tante saya memang pernah menjadi pacar Alex dulu, tapi kami sudah lama putus hubungan dan aku sudah tak ada rasa ingin memiliki Alex karena mana mungkin saya akan menjadi pelakor buat teman saya.
Sehina-hina nya saya tante tapi orang tua saya masih mendidik saya untuk menjadi wanita terhormat dan tidak merusak hubungan orang apalagi sama teman sendiri itu tidak akan mungkin tante saya masih punya malu dan ilmu " Luna menangis ter isak-isak dia bersandiwara sekaligus menyindir Raisha.
" Sudah-sudah Raisha masuk ke kamar, dan kamu Luna ayo tante antarkan kamu ke kamarmu "
__ADS_1
" Tapi mah " Raisha menolak.
" Sudah jangan bikin keributan ini sudah malam, istirahatlah " Deby pun meninggalkan Raisha dengan menggendong Ansel, begitupun Luna mengekor di belakang Deby sambil menoleh penuh kemenangan ke arah Raisha.
Raisha pun melangkah kesal menuju kamarnya, dia masuk ke kamarnya dan mendapati Alex sudah terlelap tidur di ranjangnya.
" Tidak aku harus sembuh, Alex dan Ansel tidak boleh sampai jatuh ketangannya " Raisha meremas tangannya dan dia pun tak kuasa menahan air matanya setelah memandang wajah Alex yang sudah terlelap.
*****
Di tempat Mikayla.
Mikayla merasa ketakutan, dia pun menginjak gas namun naas ban mobil yang dia kendarai berhasil di tembak oleh salah satu orang yang sedang memegang pistol
Dorr dorr... Suara tembakan itu membuat Mikayla terlonjak kaget ditambah mobilnya yang mulai oleng karena dua ban mobilnya kini sudah bocor, Mikayla yang tak bisa mengendalikan mobilnya dia pun menabrakkan diri ke pohon besar yang ada di depannya.
Terlihat kepulan asap putih keluar dari mobil Mikayla, dan Mikayla pun tak sadarkan diri di dalamnya.
__ADS_1
*****
Terasa gelap Mikayla membuka matanya, tangannya sakit tak bisa digerakkan karena sedang di ikat. Mulutnya tak bisa di buka karena sudah terlakban.
" Eeeeemmmm emmm " Mikayla menjerit tak jelas dangan mengebrak-gebrak kursi yang dia duduki.
" Sweet lady please calm down if you want to be safe now ( Nona manis tolong tenanglah kalau kau ingin selamat sekarang ) "
" Emmm Emmm " Mikayla tak menurut tetap menggebrak kan kursinya.
" Heeeyyy stop or do you wanna die? ( hey berhenti atau kau mau mati? ) "
Mikayla pun terdiam pikirannya tak karuan, dia pun mendengar percakapan pria itu dengan orang di ponsel.
" Hallo tuan muda, apa kabar? " Mereka berbicara dengan bahasa inggris.
" Hahahaha.... Kau tak perlu tau siapa saya, sekarang coba liat ini " orang itu memvidiokan kondisi Mikayla saat ini.
__ADS_1
Bersambung...