
Alex pun menggendong Ansel ke mobilnya lalu menaruhnya di samping kursi kemudinya dan memasangkan safety beltnya.
" Kesayangan papa, yang sabar ya sayang mmmuahhc " Alex sembari mencium kening Ansel lalu menutup pintu mobilnya.
Setelah mengitari mobilnya Alex pun duduk di bangku kemudi dan menjalankan nya.
*****
" Selamat ya sayang... Kamu sekarang sudah berhasil menyelesaikan sekolahmu dengan baik bahkan menyandang nama mahasiswa terbaik dari sekian banyak mahasiswa disini " Ucap Viona sambil memeluk Mikayla yang sudah selesai dengan acara wisudanya.
Semua keluarga yang hadir memberi selamat kepada Mikayla dengan memberikan banyak hadiah dan bunga kepadanya.
" Kay... " Panggil Rafa.
Mikayla yang tadinya tersenyum dan tertawa bahagia dengan para keluarganya, kini dia menoleh kearah suara Rafa yang memanggilnya.
" Kesanalah Kay... Rafa menunggumu sedari tadi " ucap Alen papa Mikayla.
Dengan langkah lesu Mikayla menghampiri Rafa, namun lagi-lagi dadanya terasa sakit karena detak jantung nya terasa kencang saat berdetak.
" Ada apa dengan jantung ini " Mikayla membatin seorang diri tak memahami kondisi hatinya yang sedang bergetar ketika melihat Rafa tersenyum kepadanya dengan rangkaian bunga besar di tangannya.
__ADS_1
Mikayla berhenti di depan Rafa namun pikirannya ada di tempat lain, dia kembali teringat saat tadi Rania bertanya tentang dirinya dan Rafa.
Ingatan Mikayla saat di introgasi Rania di apartemennya tadi pagi.
" Kay ayo jawab kakak apa yang kamu lakukan sama Rafa, dia gak dzolimi kamu kan? "
Mikayla yang mendengar pertanyaan Rania membembuat matanya terbelalak.
" Apa maksud kakak ? " Mikayla mengernyitkan dahinya.
" Entah aku juga bingung tapi kata Hana Rafa melakukan hal berdosa di apartemennya dengan mu jadi sekarang aku yang mau tanya apa maksud Hana "
Mikayla pun menjadi bingung hendak menjawab apa, baginya dia tidak mungkin memberi tau kalau Rafa menciumnya tadi di kamar Hana.
" Apa maksudnya semua ini, apa Hana melihat aku dengan Rafa tadi " Mikayla meraba kembali bibirnya yang masih terasa bekas bibir Rafa.
" Astaga kenapa aku kepikiran itu terus, ah bodoh lah aku mau bersiap dulu anggap tadi hanya mimpi bodoh ku " Mikayla pun bersiap.
*****
" Hey Kay kenapa melamun " Rafa menghampiri Mikayla yang tiba-tiba berhenti dan melamun.
__ADS_1
" Eh oh... Emm " Mikayla menjadi kikuk dia merasa malu.
" Ada apa Kay, apa kamu memikirkan sesuatu " Rafa bertanya karena begitu terlihat wajah bingung di wajah Mikayla.
Mikayla tersenyum tipis dan menggeleng kearah Rafa.
Rafa yang tak pernah melihat sebelum nya Mikayla tersenyum langsung kepada Rafa dia pun terperangah membulatkan matanya.
" Dia tersenyum padaku barusan " batin Rafa tak percaya.
" Ehemm kau baik-baik saja kan Raf " Mikayla melambaikan tangannya di depan wajah Rafa yang terbengong.
" Kay kamu sedang gak ngigau kan " Rafa yang masih tak percaya dengan senyum Mikayla yang selama ini tak pernah di tujukan kepada Rafa dan Rafa hanya bisa menikmati senyuman itu saat Mikayla berbincang ria dengan keluarganya atau dengan Hana.
" Hmn aneh kamu Raf " dan Mikayla kembali menyunggingkan senyum di bibirnya.
" Kamu yang aneh Kay " Rafa masih tetap dengan ketidak percayaannya.
Mikayla yang mendengar itu sontak membuat dirinya mengernyitkan dahi seketika.
__ADS_1
Bersambung....