
" Ehhem.. Kayla sekarang aku kamu campakkan ya? " tutur Revan yang merasa dicueki
" Iri bilang boss " Mikayla meledek Revan sambil lalu memeluknya juga dan di sambut hangat oleh tangan Revan.
" Uhh peri kecilku kini udah tumbuh cantik ya sayang, kakak kangen sama kamu Kay "
Revan begitu erat memeluk tubuh Mikayla.
Bagi Mikayla dua orang tersebut adalah orang yang sama spesial nya seperti kedua orangtua nya. Mikayla dapat merasa kan kasih sayang sebagai adik dari mereka yang sudah seperti keluarganya sendiri dan kakak kandung sendiri walaupun sebenarnya tidak.
Rani dan Revan adalah pasangan yang begitu menyayangi Mikayla. Rani memang bukan anggota keluarga yang sebenarnya, melainkan hanya seorang pendatang yang di adopsi dari sebuah panti oleh bibi Viona yang tak lain adalah mama Revan.
Akan tetapi kebaikan dan kepintaran nya membuat Revan jatuh cinta dan akhirnya mereka mendapatkan restu namun belum terikat pernikahan hanya sekedar tunangan dengan alasan Rani duharuskan terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan nya terlebih dahulu, Karena bagi Revan pendidikan lah yang utama untuk menata kehidupan selanjutnya agar lebih baik.
******
Mikayla kini tiba di Villa milik keluarganya, yang kini di tempati oleh Rani.
" Kak, kakak gak takut tinggal di rumah gede kaya ini seorang diri? " tutur Mikayla yang sudah duduk di kamar barunya di temani oleh Rani.
" Ngak, kan masih ada pelayan yang temeni kakak "
__ADS_1
" Kak Revan sering main kesini "
" Yah jarang lah kakakmu gak nentu kapan waktunya di negara sini, terlalu sibuk dia "
" Terus kakak kapan lulusnya, ngak kebelet nikah ya biar cepet bersama terus tiap hari "
" Idih kamu ini umur kecil sudah punya otak dewasa ajah, udah jangan bahas itu kalo nanti waktunya udah sampe kakak pasti married juga, biarkan saja dulu dia senang-senang ntar kalo sudah kitanya married pasti kakak akan buat dia sibuk dengan kakak hahahaha"
" Ih kakak kejam awas aku aduin loh ya aku ini adik yang setia lo ya sama kakak "
" Yeee... Kamu ini awas kamu aduin, kakak bakal buat kamu nangis "
Mereka pun bercanda dan saling pukul memukul dengan guling namun tak lama kemudian mereka merebahkan diri di kasurnya.
" Kak "
" Hmm "
" Kakak kuliah jurusan kedokteran kan? "
" Iya kakak ingin kaya mamamu, dari awal kakak jumpa beliau kakak sudah jatuh cinta dengannya. Dan memang cita-cita kakak ingin jadi dokter. Kenapa? "
__ADS_1
" Ngak papa, Kayla juga pengen masuk kedokteran, tapi papa ngak ngebolehin harus di bagian bisnis buat gantiin posisi papa ntar yah walaupun aku gak minat "
" Mama barumu belum punya anak kah? kenapa kok dia gak gugat "
" Gak tau, sampe sekarang kayaknya belum deh "
" Kayak kamu gak begitu dekat dengan nya "
" Iya pake banget kak saya benci malahan sama dia, dia itu..... " Pembicaraan Mikay terhenti karena sebuah panggilan dari Alex.
" Eh kakak keluar dulu ya, Kayla malu kalo telfonan ada kakak hehehe.. terusin nanti ajah ya.... "
" Eh eh eh jangan gitu dong, Kayla kamu jahat ya "
Mikayla menyeret dan mendorong Rani keluar dari kamarnya lalu menunjukkan angka 2 dengan tangannya.
" Peace kak peace hehehe " lalu Mikayla menutup pintunya
" Kayla kamu jahat banget ya, awas kamu nanti " Suara teriakan Rani dari luar pintu kamar
Bersambung...
__ADS_1