
Mikayla terlihat murung karena mengingat jika motor kesayangan nya kini sudah hancur walaupun di ubah seperti sedia kala sekalipun tetap tak bisa mengembalikan kenangan nya dengan mama nya itulah jawaban hati Mikayla saat ini.
" Sabar ya sayang, maaf aku tadi ada di perpus mencari buku buat ngerjakan tugas yang tak bisa aku dapat kan jawabannya. Jadi aku gak tau apa-apa soal motor mu " dengan senyuman licik di wajahnya dia memeluk Mikayla yang sedang menangis tersendu-sendu di bahu Raisha. Sebenarnya dia tertawa bahagia ria di hatinya namun wajahnya dia stel sesedih mungkin.
" Mikayla, sudah lah kamu tenang saja aku akan menghukum pelakunya jika ketemu " Tutur Raisha seolah dia ingin memberikan semangat kepada Mikayla walaupun pelaku sebenarnya adalah dirinya beserta teman-teman barunya yang sangat membeci Mikayla karena berhasil meluluhkan hati Alex lelaki pujaan mereka.
" Gak usah repot-repot Rai, makasih perhatiannya cukup kamu di samping ku saja itu sudah membuat ku tenang saat ini terimakasih ya sudah berteman dengan ku saat suka maupun duka "
__ADS_1
Mikayla berhambur kepelukan Raisha yang terlihat sangat jijik dengan Mikayla, Akan tetapi dia harus berpura-pura perduli padanya demi memanfaatkan kondisi Mikayla yang hanya dia seorang yang tahu bahwa Mikayla bukanlah siswi miskin seperti dugaan para siswa disekolahnya. Selain Mikayla adalah siswi terpandai, berprestasi dia juga siswi dari anak seorang pengusaha sukses dan terkaya di kotanya. Dengan cara Mikayla yang bergaya sederhana membuat para siswa tak mengetahui hal tersebut kecuali Raisha temannya yang sedari SMP bersamanya.
Raisa sering mendapatkan kebaikan dari Mikayla, bahkan beberapa barang brendid yang dia sombong kan kepada teman-teman barunya adalah pemberian dari Mikayla juga.
Flas Back...
Drrrt... hp Raisha bergetar di dalam tasnya dia mendapatkan sebuah pesan, lalu dia buka isi pesan dan membacanya didalam hati karena takut ketahuan oleh sang guru yang sedang mengajar.
__ADS_1
Isi: " Rai kamu sekarang ke toilet temui aku disana, aku ada rencana bagus yang akan membuat Mikayla malu nanti nya. Sekarang kamu ijin ke Uks dulu sama guru mapel mu karena ini butuh waktu yang lama supaya gurumu tak curiga. Pura-pura lah sakit, Mikayla gak dikelas kan aku tau itu karena Alex saat ini sedang mencari nya kesemua tempat dan sepertinya belum dia dapati "
Balasan chat Raisha : " Ok siap laksanakan ! "
Seusai chatingan Raisha menjalankan misinya yaitu pura-pura sakit dan izin istirahat di UKS, guru yang mempercayai nya langsung mengizinkan nya. Raisha terburu-buru setelah keluar dari kelas nya menuju toilet, sesampai di toilet disana sudah ada beberapa orang berkumpul dan disana pulalah mereka membuat rencana menghancurkan motor Mikayla.
" Tenang saja jika di lihat dari sikap Mikayla dan kebiasaan Mikayla dia itu biasanya menetap di ruang khusus lapangan basket hingga pelajaran berakhir " ujar Raisha yang sudah mengetahui semua sifat dan kelemahan Mikayla dan sekarang dia manfaat kan hal tersebut.
__ADS_1
" Benarkah? baguslah jika demikian ayo laksanakan secepatnya " Luna begitu antusias dengan ucapan Raisha, dan merekapun berlalu meninggalkan toilet menuju area parkir melewati pintu belakang agar tidak ada yang mengetahui nya.
Mereka mulai beraksi, mulai dari membongkar bannya menggunakan alat bengkel yang luna simpan di bagasi mobilnya. Lalu menyayat ban motornya hingga robek tak karuan. Dan terakhir di petil ssmua bagian badan nya dengan keras karena mereka sulit melepaskan bagian-bagian yang keras. Bagian sadel mereka koyak dengan pisau yang mereka curi di dapur kantin tadi. Menghancurkan bagian yang terbuat dari kaca, menginjak-injaknya hingga rusak. Suara gemuruh mereka tidak bisa di dengar karena lokasi parkir bisa dikatakan jauh dari area kelas atau pun kantor, kecuali kantin yang sedang hening tiada penghuni termasuk kak Vika penjaga kantin yang sedang berbelanja ke pasar membeli bahan masak yang sudah habis. Sungguh dewi fortuna berpihak kepada mereka saat ini Hingg aksi mereka selesai tak ada yang mengetahui nya termasuk CCTV sekolah yang mereka rusak kabelnya agar tak bisa merekam aksi mereka.