Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 104


__ADS_3

" Sudahlah kamu tak perlu tau "


" Sayang aku ini sekarang istrimu jadi berhak dong aku tau semuanya "


Alex hanya diam dan terus mendorong Raisha ke arah taman dan Raisha pun terdiam tak lagi banyak komentar.


" Kamu bosan kan, baiklah kita disini sebentar " Alex duduk di bangku taman dia menelungkupkan tangannya di wajah


" Sayang ada apa? " Raisha bertanya karena melihat wajah Alex yang terlihat lesu


" Tidak ada, bagaima keadaanmu "


" Beneran? tapi kamu terlihat tidak enak badan "


" Jangan peduli aku, sekarang gimana denganmu "


" Aku, sebelumnya aku syok saat mendengar aku mengalami penyakit kanker tapi mau gimana lagi aku harus menjalaninya " Raisha terjeda dia menoleh kearah Alex.


" Alex sekarang aku mau bertanya, apakah kau berjanji tak akan meninggalkan ku walau pun aku akan seperti apa nanti bahkan sampai aku mati pun " Alex hanya terdiam dia hanya menoleh sebentar ke arah Raisha yang kini tengah memandangnya.


" Jangan bicara seperti itu "

__ADS_1


" Alex aku serius, aku tau kamu masih membenci ku dan cintamu masih untuk Mikayla tapi satu pintaku tolong jangan pernah tinggalkan aku "


" Sudah ayo kita masuk disini dingin tak baik untuk kesehatanmu " Alex mendorong kembali kursi roda Raisha.


" Alex kamu mengalihkan pembicaraan, tidak papa kamu meninggalkanku kelak tapi jangan tinggalkan anak kita " Raisha bicara sambil menunduk dan berurai air mata di pipinya karena tak kuasa menahan tangis.


Alex yang mendengar perkataan Raisha dia sedikit terpukul apalagi membahas soal anak yang keberadaannya sungguh tak diharapkan namun harus di perjuangkan saat ini.


" Alex kenapa berhenti " Raisha menoleh ke arah Alex yang tatapannya saat ini sedang kosong menghadap Raisha


" Maaf, ayo kita kembali kekamar mu " Alex melanjutkan aktivitasnya mendorong kursi roda hingga kekamar Raisha.


Sesampai di kamar rawat Raisha, Alex menggendong Raisha ke ranjangnya untuk tidur kembali.


Usai perawat pergi, Alex hanya duduk tak bicara sepatah kata dengan Raisha suasana hening Raisha memandang ke arah Alex.


" Alex "


" Hemm apa? " Alex menoleh ke arah Raisha.


" Aku mau sesusatu "

__ADS_1


" Apa? "


" Sini aku mau bisik-bisik saja "


" Bilang langsung, gak ada orang "


" Gak mau, cepet sini "


Alex pun mendekat, namun tanpa dia sangka ternyata Raisha tak ingin bilang apa-apa melainkan dia mencium paksa Alex, Alex terkaget namun akhirnya dia terdiam pasrah dan mengikuti permainan Raisha.


" Eheem " suara dehem dari belakang menghentikan aktivitas dua pasutri yang sedang berciuman.


Alex dan Raisha menoleh bersamaan, wajah mereka bersemu merah karena malu akan perbuatannya yang kepergok oleh dokter dan orang tuanya.


" Maaf mengganggu " ucap Deby sambil senyum-senyum ke arah Alex dan Raisha.


Alex tak menjawab ekspresinya berubah dingin. Berbeda dengan Raisha dia tersenyum malu mengarah ke Deby lalu menunduk menyembunyikan rona merah di pipinya dan suasana menjadi hening hanya senyum yang terpampang di wajah mereka kecuali Alex yang tak berekspresi.


" Baiklah karena semua keluarga sudah disini, saya akan menyampaikan semua perawatan yang harus di jalankan ibu Raisha selama pemulihan penyakitnya " Dokter membuka suara yang membuat semua mata teralihkan kepadanya.


" Tuan dan nyonya sekalian perawatan pertama untuk nona Raisha yaitu kemo terapi yang akan kami lakukan setelah 1 bulan pasca oprasi "

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2