
Selesai sudah aksi mereka kini mereka pun bubar dengan hati yang puas, Raisha pergi ke UKS dengan meng endap-endap dia pura-pura sakit lalu berbaring di dalamnya. Setelah bel pelajaran usai Raisha segera menuju ke perpustakaan dia mengambil sebuah buku novel, dengan telinga terbuka Raisha mencari informasi mengenai reaksi Mikayla dari mulut teman-teman nya. Raisha sungguh tak percaya, ketika dia mendengar bahwa Alex tetap melindungi nya bahkan mengancam mempermalukan orang yang ada disana saat ini.
' Kurang ajar, Mikayla ini masih permulaan jangan senang dulu karena Alex sekarang masih membela mu namun lihatlah Alex suatu hari nanti akan ada di pihak ku '
Hati Raisha semakin geram terhadap Mikayla yang selalu unggul di depannya, baik masalah materi, harta, dan cinta dia yang selalu mendapatkan yang pertama.
Raisha pun keluar dari perpustakaan karena bel sekolah sudah berbunyi, dia mendapati Mikayla duduk di kursi panjang depan kelasnya, senyum seringai dia tampak kan di mulut nya lalu menghampiri Mikayla dengan bwrwajah seolah dia tak tau apapun.
" Hy Raisha gimana sudah baikan? aku memang segaja gak mengganggu mu agar kamu bisa tenang menyendiri "
Mikayla diam tak menjawab, namun tiba-tiba dia memeluk Raisha yang dengan sangat polosnya Mikayla mengira bahwa Raisha adalah orang yang pas untuk sandarannya saat ini.
" Rai motor mama rusak, aku harus gimana kenangan mama sudah berakhir huhuhu.... "
" Maksudnya? Kenapa bisa begitu? " Raisha pura-pura kaget
__ADS_1
" Entahlah " Mikayla mengangnkat bahunya lalu dia bercerita mengenai Alex yang menemani nya hingga Alex yang menarik tangan nya hingga parkiran dan disana dia mengetahui kondisi motor nya. Semua Mikayla ceritakan, dia tak menyadari bahwa hati Raisha mendidih karena terbakar api cemburu. Raisha hanya tersenyum miring pura-pura iba.
" Emm Rai aku permisi dulu ya sembentar masuklah ke kelas itu guru sudah datang "
" Oh iya baik lah Kay, kamu mau kemana? mau aku temani "
" Tidak usah, masuklah tolong ijinkan aku ke guru sebentar ya "
" Ok! " Raishapun masuk kelas dengan hati yang begitu benci terhadap Mikayla.
" Hallo Kay " terdengar suara halus laki-laki dari sebrang.
" Kak " Mikayla tak kuasa membendung air matanya.
" Sayang kamu menangis? siapa yang membuat adik ku menangis? Ada apa Kay? ayo katakan pada kakak " suara Revan terdengar khawatir mendengar suara serak Mikayla
__ADS_1
" Tidak ada kak, Kayla cuma mau minta bantuannya kakak "
" Katakan mau di bantu apa sayang, kakak akan bantu semampunya "
Mikaylapun meminta di datangkan mobil pick up untuk mengangkut motor rusaknya disekolah. Mikayla menceritakan semua kejadian hari ini yang menimpanya.
Pov Revan
Reva adalah anak dari Viona bibi Mikayla, Revan menganggap Mikayla seperti adiknya sendiri. Setiap hari dulu sebelum Revan mengambil alih perusahaan ibunya dia selalu menemani Mikayla, bahkan menganggap mereka adalah pasangan dan hanya di tanggapi tawaan oleh mereka. Mikayla begitu dekat dengan Revan karena dia juga menyanyaginya sama seperti Viona dan mamanya yang sangat menyayangi Mikayla. Revan begitu memanjakan Mikayla sejak kecil, Revan yang sangat menginginkan seorang adik kecil seperti Mikayla yang terus menggemaskann bagi Revan. Karena Revan hanya memiliki kakak tiri laki-laki yang dingin dan cuek terhadap nya.
Bagi Revan Mikayla tetaplah anak kecil yang imut, yang harus dia lindungi apalagi semenjak kepergian ibu Mikayla, dia begitu extra menemani Mikayla bersama ibunya Viona karena Mikayla hanyalah anak tunggal yang tak memiliki saudar.
Revan yang mendengar cerita Mikayla di sekolah nya saat ini dia langsung memerintahkan kepada Bram asistennya untuk menjemput motor Mikayla di sekolah nya dan menyelesaikan masalah Mikayla.
Bersambung..
__ADS_1