Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 24


__ADS_3

Elena saat itu sedang bersenang ria menelpon dengan pacarnya yang tak lain adalah ayah tiri dari Revan yang kini sedang berkunjung kerumah Mikayla anak tiri Elena.


Elena yang langsung menyadari kedatangan Revan dan Mikayla, dia langsung memutuskan pannggilan secara sepihak.


" Eh Revan, lama ya tidak berkunjung kemari gumana kabarnya sehat " Elena menyapa dengan wajah yang di stel sebaik mungkin.


" Iya tan baik terimakasih " Revan menyahut dengan tersenyum, yang dia tau Elena adalah mama yang sangat baik dan penuh kasih sayang terhadap Mikayla walaupun dengan usia mudanya yang beda 3 tahun dengan Mikayla.


" Huh, yuk kak cepet aku capek disini gerah " Mikayla menarik lengan Revan dia berlalu meninggalkan Elena karena merasa enggan melihat tingkah sok baiknya.


" Kay jangan begitu dia itu mama mu "


" Terserah tapi yang pasti mama ku sudah di surga dan dia hanya istri papa bukan pengganti mama "


" Hmm Kayla Kayla sampai kapan kamu mau menerima nya? "


Mikayla diam tak menjawab dia menyuruh Revan menunggunya di ruang belajar, dan Mikayla sendiri mengganti seragam nya di kamar lalu menuju dapur.


" Bi bawakan makan siang ke ruang belajar ku 3 porsi "


" Tapi non, nyonya menyuruh bibi menyiapkan makan siang dimeja "


" Gak mau tau bawakan makan siang ke ruang belajarku sekarang juga "


" Baik non "


Mikayla pun berlalu, dia melewati Elena yang berdiri tampak marah dengan sikap Mikayla, namun Mikayla tak menghiraukan nya.


" Dasar anak kurang ajar " guman Elena dengan suara yang sangat jelas di dengar oleh Mikayla.

__ADS_1


Mikayla memasuki ruang belajar, disana Revan sedang berbincang dengan ponselnya, sedangkan asistennya sibuk dengan layar laptop nya.


" Kakak telpon siapa? kak Rani? "


Revan mengangguk, tanpa tanya Mikayla menyambar hp Revan. Dia begitu antusias jika berhubungan dengan Rani tunangan Revan. Karena bagi Mikayla Rani adalah sosok wanita yang sangat baik dan seperti kakak perempuan nya sendiri begitu pun dengan Rani yang sangat menyayangi Mikayla sama seperti Revan menyayangi Mikayla.


" Hallo kak Rani apa kabar kak, Kayla kangen kapan kakak pulang? " Mikayla begitu akrab mengobrol dengan Rani bahkan mereka dengan bersenang ria sambil Vc tanpa menghiraukan Revan yang di buat kesal namun begitu senang melihat Rani dan Mikayla begitu akrab dan bahagia.


******


Malam kini sudah menjemput, Mikayla sungguh dengan berat hati melepas kepergian Revan yang mendapatkan pekerjaan mendadak dari kantor yang harus di urus di luar negeri selama sebulan paling sebentarnya.


" Sayang, kakak harus pergi maafkan kakak ya sudah ingkar tapi kakak gak bermaksud sedemikian kok sama kamu "


" Gak papa kak, Kayla bakal kangen kakak lagi " Mikayla memeluk Revan bak anak kecil yang tak rela di tinggal ibunya.


Mikayla terkaget dia bangun dari tidurnya yang tidak nyenyak, hpnya berdering menunjukkan layar terdapat panggilan Vidio dari nomor yang tak dikenal.


" Kay dari mana saja kamu, aku telpon kamu sedari tadi gak di angkat " Kata Alex yang merupakan pemilik nomer tak dikenal tersebut.


" Oh ada apa? aku tadi sibuk ini sudah malam aku ngantuk "


" Kayla jangan gitu dong aku kangen "


" Jangan bilang kangen nanti ada yang marah "


" Siapa emang? "


" Pacar mu lah atau fans beratmu itu "

__ADS_1


" Siapa pacarku? "


" Mana ketehe', gak peduli aku "


" Idih jangan gitu dong, kan pacarku kamu "


" Enak aja kapan jadiannya? "


" Sekarang lah, mau kan jadi pacar ku? "


" Emmm mau gak ya? "


" Mau dong yaaa?? "


" Gak deh nanti banyak nenek sihir yang kutuk aku lagi di sekolah, Motor kesayangan ku mereka beranj hancurkan apalagi hatiku pasti mereka rebus hingga hancur "


" Tenang, pangeran mu selalu bersamamu kok "


" Idiih pangeran dari mana cobak? dari kali? hahahaha "


" Jangan gitu dong sayang, gini-gini pangeran mu ini banyak fansnya loh "


" Dijadikan fansnya para wanita iblis bangga aku mah ogah "


" Ciee cemburu ni yee "


" Idiiih pede amet lo ya, ilfiil aku "


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2