
Mikayla sebelum dia tertidur dia mengirim lokasinya saat ini yang sedang dirumahnya kepada Alex.
Pagi kini sudah menjemput Mikayla untuk kembali ke sekolah nya. Seperti biasa dia di bagunkan alarm jam nya yang setia setiap hari menjaga waktu nya untuk bangun pagi bersiap berangkat sekolah.
Dengan rambut yang terurai wajah yang cantik kini Mikayla menuruni tangga di kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan, namun tiba-tiba pak Tito menghampiri nya.
" Permisi nona, ada yang mencari nona katanya Alex teman nona "
" Oh iya pak suruh masuk saja, makasih pak "
" Baik nona "
Pak Tito pun berlalu, Mikayla menghampiri meja makan yang pada saat itu Bi Rina tengah menyiapkan piring untuk nona mudanya sarapan.
" Dimana mama bi? "
" Tadi pagi sudah keluar non, katanya mau sarapan di luar saja "
" Oh "
Tiba-tiba pak Tito kembali menghampiri Mikayla yang di ikuti Alex di belakang nya.
" Maaf non, teman sampean sudah di mari "
" Oh iya makasih pak "
__ADS_1
" Sama-sama non, permisi non "
" Eh tunggu dulu pak "
" Iya non ada apa? "
" Bapak gak papa kan ambil sarapannya sendiri aja sekarang, mumpung lagi disini kasian bi Rina masih jauh mengantar ke bapak yang di depan "
" Baiklah non terimakasih " Pak Tito membungkuk memberi hormat kepada Mikayla dan berlalu ke dapur mengambil sarapannya.
" Pagi sekali, belum sarapan ya? Sini sarapan dulu bareng " ujar Mikayla kepada Alex yang masih tak percaya dengan kehidupan mewah di rumah Mikayla.
" Alex hey kenapa bengong disitu sini duduk "
Alex hanya tersenyum kaku, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena malu akan sikapnya.
" Disini sepi, orang tua mu kemana? kenapa cuman sarapan sendiri "
" Ya beginilah aku, mama ku sudah di surga, papa sering keluar kota, mama tiriku gak betah dirumah sering keluar aku cuma sama bi Rina disini "
" Oh, Siapa Bi Rina itu Asisten rumah tangga? "
" Iya dia ART disini, buat temen aku juga sih Kalo lagi sepi kaya gini "
" Sendirian dia bersihin rumah besar kek gini? "
__ADS_1
" Ya ngak ada petugas lain yang bersih-bersih tapi ngak nginep kaya bi Rina yang tugasnya cuma masak buat aku mama sama papa. Ah sudahlah ayo makan nanti keburu telat "
Mereka pun makan sarapannya hingga habis tak tersisa di piringnya, karena memang masakan bi Rina sangatlah enak, gak salah papa Mikayla memilih nya karena dia adalah chef yang sering memasak di lestoran bintang lima.
Mikayla memasuki mobil Alex dan mereka kini melaju ke arah sekolah. Sesampai di sekolah banyak mata melirik mobil lamborghini putih milik Alex yang kini akan terparkir di area parkir sekolah.
" Wow lihat mobil keren itu milik sang pangeran " Ucap siswi yang sedang melintas menyaksikan Alex keluar dari mobilnya.
" Eh tunggu siapa itu yang keluar dari sebelahnya? " kata satu siswi lagi
" Bukannya dia Mikayla ya, yang motor nya kita rusak kemaren "
Alex yang menyadari bahwa dirinya dan Mikayla sedang mereka bicarakan, dia menghampiri dua siswi yang sedang bergosip tersebut.
" Ada apa kenapa liat Kayla seperti itu, mau buat masalah sama Mikayla hemm "
" Ngak kok Lex maaf kami permisi " dua siswi itu memilih meninggalkan Alex yang terlihat tak suka dengan dua orang tersebut.
" Kenapa? " Mikayla menghampiri Alex.
" Gak ada sayang mereka aku pastikan gak akan ganggu kamu lagi "
" Emm makasih ya, yaudah kalo gitu aku ke kelas dulu ya "
" Ok Fix, jaga hati di kelas ya nanti habis istirahat temui aku di kantin "
__ADS_1
Mikayla hanya mengacungkan jempol meninggalkan Alex menuju kelasnya. Kelas Alex dan Mikayla memang berbeda Alex di Kelas Ips sedangkan Mikayla di kelas Ipa. karena Mikayla begitu menyukai pelajaran Ipa dan dia sangat bermimpi menjadi ilmuan yang kerjanya di LAB meneliti penemuannya atau menjadi dokter hebat seperti almarhum mamanya.
Bersambung..