
" Dasar kebo, berat amat kamu Lex " Liam membanting keras tubuh Alex ke sofa.
" Emmm " Alex hanya mengerang tak sadar dia terhanyut dalan mimpi indahnya.
" Hallo Nat kamu dimana? " Liam menghubungi Nathan.
" Aku mau kekamu, tadi kami cariin kalian tapi kaliannya gak ada yaudah kami pulang ajah "
" Iya aku langsung bawa Alex ke basecamp, yasudah cepat kemari "
" Ok tunggu " Nathan mengakhiri panggilannya.
" Dasar main matikan langsung gak ada akhlak " geruntu Liam.
Tiba-tiba ponsel Alex berdering. Liam merogoh ponsel di saku dalam jaket Alex. Raisha begitulah nama penelponnya yang terpampang di layar hp Alex.
" Gimana nih di angkat ngak ya " Liam bingung jika di angkat dia tak tau harus bicara apa kepada Raisha gak mungkin kan dia mengatakan bahwa Alex sekarang mabuk.
Hingga nada dering nya berhenti Liam tak mengangkat telpon Raisha, berulang kali Raisha menelpon hingga panggilan ke 4kalinya Liam berani mengangkat nya.
" Hallo Lex, kamu dimana? kenapa sejak dari tadi siang kamu gak datang ini sudah malam Lex. Gak papa kamu marah sama aku Lex tapi pulang lah kerumah, Aku takut Lex sedirian dirumah "
Liam terdiam mencerna kata-kata Raisha
Bukannya dia ada dirumah sakit, apa sudah pulang? batin Liam.
__ADS_1
" Alex bicara, kamu dimana? "
" Aku Liam temennya, Alex sudah tidur "
" Tidur? "
" Iya tidur gak tau tidur? yaudah aku ngantuk jangan ganggu " Liam menutup panggilan nya.
Telponnya berdering lagi namun Liam riject karena dia bingung hendak ngomong apa, begitulah sampai ponsel Alex dia matikan karena kesal akan Raisha yang terus menerus menghubungi Alex.
******
Tempat Raisha.
" Astaga Alex, kamu dimana sih? " Raisha bimbang dia mondar mandir di tempat.
Dentang jam menunjuk ke arah pukul 8.30, tiba-tiba Raisha merasakan kram di perutnya, ia pum segera duduk di sofa.
" Aduh perut ku sakit, bagaimana ini " Raisha merileks kan dirinya. Namun tiba-tiba dia dikejutkan oleh sebuah darah yang mengalir segar di pahanya.
" Astaga darah? apa yang terjadi? " Raisha panik ia segera menelfon mertuanya.
Tuttt panggilan tersambung..
" Hallo mah "
__ADS_1
" Ada apa? " ternyata yang mengankat bukan Deby melainkan William.
" Eh pah, mamah mana pah? "
" Mama dikamar mandi, ada apa Raisha? "
" Pah, Raisha ada keluar darah, Raisha gak tau kenapa cepat bilang mama suruh kemari pah. Raisha takut pah "
" Apa? " Deby yang sudah mengambil alih ponselnya terkaget mendengar pengakuan Raisha.
" Iya mah cepat kemari, sakit mah sakit sekali Raisha tak tahan "
" Alex kemana nak? "
" Gak tau mah, yasudah mah Raisha udah gak kuat cepat kemari "
" Iya sayang, tunggu ya nak mama papa akan kesana "
Tidak terdengar sahutan Deby mengakhiri panggilannya.
Dengan pikiran yang khawatir dan keibuan nya dia langsung mengajak suaminya untuk menemui menantunya.
30 menit kemudian mobil sudah terparkir di depan apartemen Alex. Dengan tergesa-gesa dua orang paruh baya itu mendatagi menantunya. Pintu tak terkunci mereka langsung masuk kedalamnya dan mendapti Raisha tak sadarkan diri dengan darah yang sudah sedikit mengering di pahanya.
" Astaga Raisha apa yang terjadi nak " terkaget Deby melihat kondisi menantunya.
__ADS_1
William tak ambil pusing dia langsung menggendong tubuh mungil Raisha untuk dibawa kerumah sakit.
Bersambung...