
Rafa yang merasa bosan karena di kacangi Rania diapun berpamitan untuk terlebih dahulu masuk.
" Kak Rafa capek, mau istirahat dulu kakak masuk lah juga udara mulai dingin gak baik buat kakak "
" Iihh gemes deh " Rania mencubit pipi Rafa yang sudah berdiri di depannya lalu dia pun berdiri juga dan mensejajarkan dirinya dengan Rafa
" Adik kakak perhatian, makasih ya sayang sudah terima kakak di keluarga ini awalnya kakak takut kamu akan marah dan benci sama kakak tapi apa sekarang kamu begitu menganggap sama kakak " sambil melangkah masuk mereka berbincang.
" Kak ini sudah takdir, buat apa Rafa marah apalagi kakak sudah cukup dulu menderita apa Rafa masih tega menyiksa kakak dengan ke egoisan Rafa "
" Wah adik kakak memang sudah dewasa ya, pinter banget ngomongnya "
" Kalo gak pinter UO gak kira angkat aku sebagai dosen apalagi tanpa wisuda adik kakak genius tau beda sama kakak nya yang P'A hahahahahahaha... " Rafa pun berlari, Rania yang mendengar pengakuan Rafa langsung emosi dan mengejarnya.
__ADS_1
Mereka pun berlarian bak anak kecil yang lagi bermain mereka merubah suasana rumah menjadi lebih ramai dari sebelumnya, Martin dan Tina yang menyaksikan hal tersebut merasa senang dan berayukur karena keluarganya sudah lengkap kembali walau mereka telah di tinggal oleh mama dan papanya atau kakek dan neneknya Rafa dan Rania.
Berbeda dengan rumah Revan yang terlihat sepi hanya tinggalah dia dan mamanya beserta para pelayan, setelah kejadian 5 bulan yang lalu kebahagian keluarga itu menghilang sedikit demi sedikit. Viona orang yang terlihat begitu ceria dan kuat jika di depan banyak orang ternyata dia adalah wanita tersedih ketika di belakang.
5 bulan yang lalu, kegemparan terjadi di rumah Mikayla yang mana pada saat itu tidak ada orang disana yang mana Alen papa Mikayla sedang bertugas di luar negri selama kurang lebih sebulan.
Dan sangat kebetulan pada hari itu Viona ingin pergi kerumah Alen karena ingin berkunjung kepada mantan iparnya itu walaupun mereka sudah tak lagi memiliki hubungan apa-apa tapi Alen dan Viona masih menjalin silaturahmi untuk tetap mengikat talu persaudaraan di antara keduanya.
Hari itu dimana Viona tak mengetahui jika Alen ada di luar negri secara kebiasaan Viona yang datang mendadak membuat dirinya tak mengetahui bahwa sang tuan rumah tidak di tempat.
" Selamat siang nyonya " seorang berperawakan tinggi dengan jas hitam membukakan pintu mobil untuk Viona.
" Siang, apa kakak ada " Viona menanyakan keberadaan Alen kepadanya sambil lalu menyerahkan kunci mobilnya untuk di parkirkan.
__ADS_1
" Maaf nyonya tuan masih belum pulang dari pekerjaannya di luar negri "
" Oh aku gak tau itu, apakah Elena juga ikut "
" Perihal nyonya Elena sepertinya tidak, dia keluar sejak tadi " ucap lelaki itu.
" Baiklah terima kasih aku akan menemuinya "
" Baik nyonya " lelaki itupun sedikit membungkuk sebagai tanda hormat lalu memasuki mobil Viona untuk di parkirkan.
Viona pun melangkah masuk kedalam rumah mewah itu, para pelayan menyambut ramah kedatangannya.
" Selamat siang nyonya, lama tak berjumpa bagaimana kabarnya " sapa seorang kepala pelayan yang akrab kepada Viona.
__ADS_1
" Siang buk, oh ya Elena kemana "
Bersambung...