
Hari demi hari kini waktu terus berjalan tahun berganti tahun Mikayla lewati dengan berbagai aktivitas dia lakukan untuk mencoba menerima kenyataan setelah menerima pertunangannya dengan Rafa.
Dengan alasan karena tak mau terus mengingat Alex dan ingin membuat ayahnya bahagia dan menyemangati hidup ayahnya yang sudah hampir di ambang kematian.
Departemen Mikayla pagi itu tidak seperti biasanya dia sudah bangun lebih awal dari hari sebelumnya karena hari itu adalah hari dimana dia akan menyelesaikan pendidikannya di tempat dimana dia sekarang bersekolah tingkat perguruan tinggi yang ada di Inggris.
" Waahhh Kay tumben kamu pagi buta sudah bangun " ucap Hana yang membukakan pintu untuk Mikayla masuk.
" Sebenarnya aku males Han tapi papa udah perjalanan kesini dan gak mau lihat aku masih belum bangun dan aku sudah dari tadi di telpon terus sama dia uuuh kesel emang kenapa coba " geruntu Mikayla dan berbaring di tempat tidur Hana.
" Eh Kay mau ngapain kamu disitu, ayo bangun kok malah pindah kesini " Hana menarik tangan Mikayla untuk bangun
" Duh Han 5 menit saja aku ngantuk nih " Mikayla memejamkan kembali matanya.
" Oia Han kalo papa datang kamu temui ya, dan sekarang kita tukaran rumah dulu bilang sama papa kalo aku lagi ke mini market " lalu Mikayla pun menutup matanya dan menindihkan bantal di atas kepalanya tidak menghiraukan Hana yang sedang ngomel kepada Mikayla.
" Dasar kebo, enaknya sendiri taunya huh " Hana menggeruntu kesal, namun dirinya tetap mengikuti perintah Mikayla dan bertukar tempat tinggal.
__ADS_1
Dengan membawa baju ganti Hana pun memasuki apartemen Mikayla, setelah masuk dia pun mengunci kamar tidurnya karna feellingnya berkata akan ada orang masuk tanpa permisi jika tidak dia kunci.
15 menit dia selesai dengan ritual mandinya, dia pun mengganti pakaiannya lalu menaburkan bedak dan lipblam di bibirnya.
Seperti biasa dia pun keluar dari kamar lalu memasak di dapur lalu tak selang beberapa menit ketika dia menyibukkan diri mengumpulkan bahan masakan nya dia yang tak mengetahui jika ada orang di belakangnya dia pun terkaget saat dia ditutupi matanya dengan tangan seseorang yang tidak dia ketahui siapa orangnya.
" Eh eh eh siapa ini? " Hana terkaget.
" Hana ? " orang itupun melepas pegang ngannya dan Hana menoleh ke arah si pemilik suara.
" Kak Revan, Hana kaget tau "
" Emang kakak tau sandi apartemenku? "
" Ngak "
" Lah terus kakak kok bisa masuk? "
__ADS_1
" Iya karna ini apartemen Mikayla "
" Itu kakak tau, kenapa masih tanya dan kebingungan "
" Mikayla dimana aku cari kemana-mana gak ada, aku kira kamu dia dan memang aneh sih awalnya kukira Mikayla akan ke ikut kamu ternyata salah perdugaan ku "
" Hmmm.... Dimana yang lain kak? "
" Kakak sama para kaum Adam dan mereka sudah di depan tapi para kaum Hawa masih di belakang gak tau kapan sampainya "
" Revan " panggil suara serak khas orang tua di balik pintu yang menjadi pemisah antara ruang makan dan dapur.
Suara itu sontak membuat Hana dan Revan menoleh.
" Hana, kenapa kamu? dimana Kayla " tanya Alen dan menghampiri mereka berdua.
" Heheeh Om, apa kabar? " Hana menyalami tangan Alen lalu menciumnya.
__ADS_1
" Baik Han kamu apa kabar? " Alen memberikan tangannya namun matanya menoleh ke berbagai arah mencari keberadaan putrinya.
Bersambung....