
Raisha kini telah menggunakan dress panjang dibawah lutut dengan lengan yang panjang dan sedikit longgar di badannya, sehingga tak begitu nampak seksi lagi ketika mata memandang dirinya.
Alex telah selesai membersihkan dirinya dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap yang semalam sudah dia pakai.
" Sekarang jelaskan semua padaku, apa yang terjadi dan apa maumu sebenarnya lantas siapa yang sudah berani memberikan obat diminuman yang semalam " Tanya Alex bertubi-tubi dengan menatap serius Raisha yang kini tengah tertunduk malu di hadapan Alex.
Raisha hanya terdiam dia takut dengan kondisi nya yang saat ini, suasana mulai mencekam. Alex terlihat geram melihat seorang wanita yang kini ada di depannya entah dia akan marah atau iba.
" Maafkan aku Lex, aku khilaf " Tangis Raisha pun mulai pecah kembali.
__ADS_1
" Sudah gak usah pake nangis segala, aku benci wanita menangis di depanku sekarang jawab semua pertanyaan ku Raisha " suara Alex makin meninggi karena tak mampu menahan amarahnya.
" Baiklah sebenarnya..... " Raisha pun bercerita semuanya mulai dari perasaannya pada Alex hingga niatan mencelakai Mikayla hingga perbuatan nya kemarin hingga semalam terjadi kesalahan yang begitu fatal.
" Astaga Raisha sahabat macam apa kamu hah? gak habis fikir aku, kamu begitu kejam terhadap Mikayla yang begitu polos dan baik padamu itu. Entah setan apa yang sudah merasukimu " Alex mencengkram rambutnya sendiri dan menghempaskan nya dengan kasar.
" Maaf Lex tapi aku sumpah sangat suka sama kamu, aku gak papa kok kamu jadikan yang kedua asal jangan pergi tinggalkan aku. Aku janji akan menjaga kejadian hari ini dari Raisha asal kamu tetap bersamaku dan aku janji jika kamu bersama Raisha aku akan menjaga sikap ku kepadamu " Raisha memantapkan ucapannya dengan sangat semangat berharap Alex tetap menjadi kekasihnya walaupun dia dijadikan pacar simpanannya saja.
Raisha terdiam dalam tangisnya dia sungguh teriris hatinya mendengar pernyataan Alex terhadapnya dan memang tidak ada dia di hati bahkan matanya saat ini.
__ADS_1
" Tidak Lex kamu harus mengikuti semua kemauan ku, kamu tidak boleh menolakku aku memiliki semua rekaman semalam jika kamu tidak ingin Kayla atau bahkan keluarga mu malu akan perbuatan mu maka ikuti semua kemauanku. Atau dengan rekamanku ini kamu bisa aku laporkan ke polisi sekaligus " Raisha pun kembali teguh pendirian dia bahkan mengancam Alex dengan rekaman yang ia punya di tangannya.
" Astaga dasar wanita sialan, cepat berikan rekaman itu sekarang juga atau.. " Alex terlonjak marah dia pun berdiri memegang pundak Raisha dengan sangat kuat hingga membuat Raisha meringis kesakitan.
" Atau apa hah? mau membunuhku silahkan Lex bunuh aku, walaupun aku hidup jika tanpamu itu tidak berarti apapun lagi lebih baik aku mati dari pada harus menyerah kan rekaman itu dan ditinggalkan oleh mu " Raisha pun berteriak sejadi-jadinya dia merasa mendapatkan sebuah kekuatan untuk melawan Alex saat ini.
" Huh dasar sialan " Alex memukul tembok dengan sangat keras, hingga tak terasa ada darah yang mencucur di jemari tangannya.
" Alex apa yang kamu lakukan, lihat tangan mu berdarah jangan kau sakiti dirimu sendiri " Raisha langsung beranjak menuju Alex yang kini berdiri disampingnya.
__ADS_1
Bersambung....