
" Astaga kenapa jadi begini sih " Alex menggeruntu sendiri dan mengacak acak rambutnya dengan kasar.
" Cukup sudah dok aku makin bingung, terimakasih waktunya " Alex beranjak dari duduknya lalu meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah gusarnya.
*****
Malam telah larut Alex disibukkan dengan fikirannya yang stress sehingga membuat dirinya lupa akan Mikayla pacarnya.
" Astaga Kayla, aku lupa tidak menghubunginya sedari semalam " Alex merogoh ponselnya disaku.
" Astaga aku lupa cas hp lagi, pantas nih hp gak ribut sedari pagi " Alex pun mengecas hp nya lalu berusaha menghidupinya
" Ya ampun Kayla maaf ya udah buat kamu khawatir dan kesal sama aku " Alex mendapati banyak chat yang belum terbaca bahkan 50 panggilan tak terjawab dari Mikayla.
Alex pun mencoba menghubunginya.
" Hallo sayang " panggilan terhubung.
" Iya sayang maaf batraiku lawbat tadi ini di pake Nathan akunya ketiduran sayang, please sayang maafkan aku ya "
" Iya iya janji, maaf ya "
__ADS_1
Dan merekapun telponan seperti biasanya.
*****
Raisha yang saat ini
kini dia sedang berada disebuah tempat yang teramat sangat indah namun tatapannya yang sekarang bukan difokuskan pada sesosok wanita bersama anaknya dimana mereka sedang bermain dan bahagia.
Tiba-tiba anak laki-laki itu menghampiri bola yang kini mendekat ke arah Raisha.
" Bibi bisa ambilkan bola itu kemari " ucap bocah laki-laki itu yang terlihat seperti tak bisa melihat dunia indah saat itu.
Raisha mendekat dengan membawa bola ke arah bocah tersebut, dan begitupun ibu bocah tersebut.
" Dia mengalami buta sejak dalam kandungan nona muda " ucap ibunya yang kini sudah menggendong anaknya.
" Kandungan? " Raisha terkaget dia memegangi perutnya.
" Iya nona, saya bukan ibunya tapi pengasuhnya selama ini sungguh saya begitu prihatin terhadap bocah ini "
Raisha tak menjawab dia hanya menatap sedih ke arah bocah tersebut. Wajahnya tampan mirip seseorang yang dia kenal, yang tak lain setelah di ingat-ingat wajahnya sangat mirip sekali dengan Alex.
__ADS_1
" Alex, benar kamu begitu mirip Alex nak " Ketika Raisha hendak menyentuh pipi bocah itu tiba-tiba matanya buram dan mereka seakan menjauh kepalanya pusing dan matanya pun tertutup gelap,
Namun berbeda dari tadi Raisha yang merasa hening dan sunyi di tempatnya, kini Raisha seakan mendengar seorang lelaki tengah memanggil namanya, Raisha pun juga merasakan ada yang bergerak halus di perutnya.
Kini Raisha mencoba menggerakkan jarinya yang terasa kaku, dan membuka sedikit demi sedikit matanya yang sudah 3 hari tertutup rapat dirumah sakit.
" Raisha kamu sudah sadar " ucap lelaki yang kini bisa dilihat jelas oleh mata Raisha yang tak lain adalah Alex, lelaki yang teramat dicintainya.
" Dokter tolong kemari Raisha sudah sadar dok " teriak Alex memanggil dokter yang merawat Raisha selama ini.
" Syukurlah Rai kamu sadar aku sungguh khawatir " Kini Alex menjalankan aksi berpura-pura perhatian nya kepada Raisha.
" Alex? " suara lirih Raisha
" Iya Rai kamu butuh apa? "
" Kamu berubah Lex "
Alex terdiam
Maafkan aku Rai, maafkan aku yang harus berpura-pura karena ini juga sangat terpaksa, aku pun sebenarnya tak mau berpura-pura tapi maaf aku harus melakukannya demi anak dikandungan mu. Batin Alex dengan rasa bersalahnya.
__ADS_1
Bersambung...