Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 20


__ADS_3

Tenang boss serahkan semua padaku, sekarang gajiku dulu mana laper nih perut " ucap Alfin yang merengek meminta ditraktir makan oleh Alex.


Alexpun mengiyakan mereka berjalan menuju kantin sekolah yang jaraknya tak jauh dari area parkir, disana Alex dan Alfin memesan makanan dan duduk di tempat yang sudah seperti dikhususkan bagi mereka dan anggota geng mereka yang terdiri dari 5 orang namun tiga diantara mereka saat ini sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


Tak selang beberapa menit, pesanan mereka datang. Kak Vika begitulah panggilan setiap harinya datang dengan sebuah nampan berisi pesanan Alex dan Alfin.


" Kalian gak ke kelas, ini sudah jam masuk sekolah, pelajaran pasti sudah di mulai kenapa masih disini " tutur kak Vika yang memang akrab dengan Alex dan teman gengnya.


" Gak ada mood kak, lebih baik disini di temani kak Vika, lebih enak di pandang ketimbang guru di kelas bikin ngantuk" goda Alfin membuat wajah Vika memerah.

__ADS_1


" Bisa aja kamu, sudahlah kakak mau kedalam dulu, kalo kakak terus ladeni kalian yang jago gombal yang ada nanti tubuh kakak bakal berubah jadi kepiting rebus " berlalu meninggalkan Alex dan Alfin.


Tiba-tiba terdengar suara deru mobil pick up di area parkir yang berhenti di dekat motor Mikayla, lalu keluarlah 3 orang berpakaian serba hitam, dengan tubuh yang kekar bak seorang preman. Kemudian di susul pula dengan munculnya sebuah mobil sedan hitam yang berhenti di situ juga. Keluarlah dari mobil tersebut seorang pria berwajah tak terlalu tampan lalu dia membukakan pintu belakang mobil dan disitulah keluar seorang lelaki yang berwajah tampan dengan balutan jas yang putih yang rapi. Jika di banding dengan ketampanan Alex maka mereka berbanding sebelas Alex dan duabelas lelaki tersebut.


Pria itu meninggalkan semua orang yang ada disana, dia menuju lorong sekolah seorang diri, berbeda dengan satu orang yang bisa di bilang asisten nya itu memberi perintah kepada orang-orang yang pertama kali datang dengan pick up.


" Kalian bawa motor nona sekarang juga, saya disini masih ada urusan yang harus di selesaikan "


Asisten tadi pun mengangguk dan berlalu menyusul atasannya menyusuri lorong sekolah. Para lelaki bertubuh kekar itu menunduk sekilas memberi tanda hormat kepada si asisten, lalu mereka mengumpulkan semua bagian motor Mikayla yang sudah tak bisa dikatakan motor lagi melainkan kerangka motor yang berserakan. Entah siapa yang berbuat tidak ada yang tau kecuali pelakunya.

__ADS_1


Alex dan Alfin tercengang menyaksikan aksi dari beberapa orang yang tampak asing itu, siapa mereka itulah pertanyaan yang ada di otak mereka saat ini. Mereka saling bertatapan bingung.


" Siapa mereka? kenapa bawa motor Kayla? yuk samperin mereka " Alfin hanya mengangkat bahunya menjawab pertanyaan Alex yang juga dia tak tahu jawabannya. Mereka yang sudah menyelesaikan makan nya lalu membayarnya di kasir mereka langsung berlalu menghampiri area parkir dimana motor Mikayla di angkat ke pick up.


" Emm permisi pak, boleh kami bertanya? " Tanya Alfin kepada salah satu orang yang sedang berdiri melihat dua orang temannya sedang sibuk menaikkan satu persatu kerangka motor Mikayla.


" Nak kami tak bisa menjawab apapun, karena kami hanya di perintah oleh bos kami. Dan sekarang kalian masuklah ke kelas kalian nak jangan buat masalah yang akan memanaskan suasana, bos kami sekarang sedang dalam keadaan marah karena ulah siswa disini terhadap nona muda kami. Jadi saya mohon pergi lah belajar jangan urusi urusan kami " pria itu menjawab dengan nada sopan namun tegas, dia menjawab seolah tau apa yang ada di dalam pikiran Alex dan Alfin. Lalu pria tersebut tersenyum dan mengangguk kan kepala dan berlalu dari hadapan 2 pria muda itu. Motor Mikayla sudah ada di atas mobil pick up tanpa ada yang tersisa sedikit pun, kini mobil itupun berlalu meninggalkan area sekolah.


Alfin dan Alex membungkam bagaimana tidak mereka tak di izinkan berbicara malah langsung di tinggal pergi dengan seribu pertanyaan di otak nya yang belum mendapatkan jawaban.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2