Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 178


__ADS_3

Sinar mentari memasuki ruangan melalui celah-celah jendela dan sinar itu berhasil mengusik tidur Mikayla yang begitu nyenyak.


" Silau sekali... " Mikayla mengedip-ngedipkan matanya yang masih menolak untuk bangun.


" Hooooaaammm... " Mikayla menggeliat dan perlahan membuka mata serta melihat kearah semua sudut kamar itu.


" Dimana ini? " Mikayla masih dalam bigungnya.


Ceklek.. Tiba-tiba suara pintu dari kamar mandi terbuka.


Mikayla pun menoleh dan mendapati Rafa menggunakan handuk kimono dengan rambut nya masih basah.


" RAFA.. Kenapa kamu disini "


" Kenapa, aku sudah semalem disini bukannya kamu tau "


Mikaylapun terdiam dia menutup matanya sekilas mengingat hal apa yang semalam telah terjadi.


" Astaga... Haiiissss Sudahlah aku mau mandi sepertinya aku sangat lelah akhir-akhir ini Hmmm " Mikayla melangkah gontai menuju kamar mandi


Melihat sikap Mikayla Rafapun tersenyum dan mengganti baju dengan yang sudah dia dapati dari asistennya tadi.

__ADS_1


Setelah berganti pakaian Rafapun duduk disofa dengan memainkan ponselnya.


Tok... Tok.. Tok... Suara pintu di ketuk dan ketika dibuka tak lain adalah petugas hotel yang membawakan makanan untuk sarapan pagi, Rafa menyuruh masuk dan meletakkan di dalam setelahnya petugas itu pun keluar.


15 menit kemudian Mikhayla keluar dari kamar mandi dengan rambut yang tergulung dengan handuk keatas serta tubuh yang terbalut handuk kimono yang panjang dengan alasan ada Rafa disana makanya Mikayla memilih jejeran anduk yang lebih tertutup modelnya.


" Kau sudah selesai mandi " tanya Rafa tanpa menoleh ke arah Mikhayla.


" Iya, tapi aku bingung mau pake baju apa? " Mikhayla duduk di depan kaca yang ada disana.


" Tuh di paper bag ada " kata Rafa sambil menoleh melihat ke arah Mikayla.


Mikayla menoleh dan melihat ke arah Rafa.


Rafa terdiam dia memandang Mikayla walaupun terlihat tertutup tapi bagi Rafa laki-laki normal tak bisa menutup pungkiri dengan pikiran kotor.


" Sayang kau terlihat cantik " ucap Rafa sambil mendekat ke arah Mikayla.


" Terima kasih, kau juga terlihat tampan hari ini fresh aku melihatmu cup " satu ciuman mendarat di bibir Rafa yang kini sudah merangkul pinggang Mikayla.


Namun ketika Mikayla hendak melepas tautan bibirnya Rafa tambah mengeratkan tautan bibir itu namun terlepas dengan terpaksa ketika Mikayla mendekatinya dan membangunkannya dari lamunannya.

__ADS_1


" Woi liatin apaaan kamu bengong aja, mesum kamu ya pikirannya sekarang dasar " Mikayla mengejutkan dan meninggalkan Rafa yang terlihat kikuk karena tertebak isi hatinya.


Setelah Mikayla masuk kekamar mandi untuk berganti pakaian Rafa pun mengusap kasar mukanya dan tersenyum sendiri mengingat lamunannya yang mulai gila.


" Astaga memalukan sekali diriku ini, kok bisa aku berfikiran seperti itu hmmm " Rafa pun menggeleng atas tingkahnya sendiri yang memalukan.


Mikayla di kamar mandi mengganti pakaian yang di berikan Rafa.


" Ini Rafa tau dari mana ukuran ku kok dari baju sampe daleman semua pas apa jangan-jangan Rafa pernah liatin isi lemariku.. Hiss apaan sih ni otak mungkin kebetulan ajah " Mikayla membuang pikiran negatifnya dan menggantinya dengan yang positif lalu dia pun keluar dan bergabung dengan Rafa yang duduk di sofa dengan makanan untuk sarapan pagi keduanya.


" So beautiful babe, ayo sini sarapan dulu.. Bentar kita keluar kemana sayang " tanya Rafa sambil melihat Mikayla yang mendekat untuk bergabung bersamanya.


" Terserah.. Sekarang weekend bukan? "


" Iya kenapa Kay? "


" Sudah lama aku gak ke taman kita main kesana yuk kangen suasana di sini "


" Apa yang tidak buat tuan putriku, yuk makan dulu biar gak keburu dingin "


" Hemm " Mikaylapun menyendokkan nasi kemulutnya dan begitupun juga Rafa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2