
Acara pernikahan yang terlihat tenang terus berjalan lancar hingga acara selesai.
Rania dan Revan sebenarnya tak mau mengikuti perintah orang tuanya untuk langsung melakukan bulan madunya di Paris karena merasa bimbang dengan kondisi Mikayla saat ini.
" Tapi mah, Rani kepikiran Kay " bujuk Rania agar orang tuanya membatalkan pemberangkatan mereka sekarang.
" Sudah anak itu biar mama Vio dan om Alen yang tangani kalian berangkatlah nanti mama yang akan bilangkan sama Kayla " ucap Viona menguatkan hati Rania yang gelisah akan keadaan Mikayla.
" Kakak tenang ajah, pasrahin Kay sama ahlinya " ucap Hana menghibur Rania.
" Baiklah jika kalian memaksa kami berangkat dulu ya " ucap Rania lalu memeluk satu persatu keluarganya yang berkumpul disana mengantar pemberangkatan dirinya dan Revan ke Paris untuk bulan madu.
Pesawat jet pribadi milik keluarga Martin, kini sudah melesat tinggi setelah dua pengantin itu masuk kedalamnya dan melambaikan tangannya di udara.
*****
Di kamar Mikayla menyaksikan keberangkatan kakaknya itu, hatinya sungguh pilu, antara benci dan bahagia.
__ADS_1
" Semoga kalian bahagia kak, maafkan Kayla yang egois ini " ucap Mikayla pelan.
Mikayla melangkah menuju kamar mandi namun langkahnya terhenti saat melihat sosok Rafa masih setia duduk di sofa dengan keadaan tertidur.
" Astaga kenapa dia masih disini, kenapa aku baru menyadarinya " Mikayla terkejut dengan keberadaan Rafa, dia baru menyadari bahwa Rafa yang dia usir tadi ternyata tidak keluar melainkan duduk manis hingga terlelap di sofa.
Mikayla yang ingin mandi akhirnya pun di urungkan karena tidak ada pembatas di antara ruang tidur dan ruang tamu tanpa membangunkan Rafa dia pun pergi meninggalkan kamar itu lalu chek out dari hotel itu dengan hati yang kesal.
Rafa, yang menyadari bahwa dirinya tertidur saat terdengar suara ponsel nya berdering.
" Hallo mah ada apa? " Rafa menjawab panggilan telponnya.
" Kayla denganmu kan? dia baik-baik saja kan? kalian dimana sekarang? " tanya Deby dari sebrang.
" Oh Kay, Eh tunggu " Rafa yang tadinya mau bilang Kayla sedang tidur dia pun terkaget melihat kondisi ranjang dan ruangan itu sepi.
" Hallo Raf ada apa? " Deby bingung dengan Rafa yang tiba-tiba menghentikan bicaranya.
__ADS_1
Rafa yang kalang kabut di kamar itu mencari keberadaan Mikayla. Dari semua sudut kamar itu Rafa mencari namun nihil tak mendapatkan petunjuk apapun.
" Mah, Kayla gak ada, dia tadi denganku disini setauku dia tadi tidur di ranjangnya, dan aku pun terlelap di sofa sebernaranya sih tadi Kayla ngusir aku tapi akunya diem toh Kayla juga gak ada respon mungkin kataku dia tidur dan akupun juga ketiduran dan sekarang dia malah menghilang " ucap Rafa dengan nada khawatir.
" Astaga Rafa teledor sekali sih, cepat cari dia kami juga akan mencarinya " ucap Deby dengan nada terlihat kesal dan marah
" Iya mah " panggilan pun terputus.
Rafa mencoba menghubungi Mikayla namun panggilannya tidak tersambung karena ponsel Mikayla di matikan.
Semua orang kini mencari keberadaan Mikayla, namun tak ada satupun yang menemukannya. Hingga hari sudah malam, tidak ada berita tentangnya sedikitpun.
Rafa dan Hana masih setia mencari keberadaan Mikayla, namun tak terlintas di kepala mereka untuk mencari keberadaan Mikayla di rumahnya hanya tempat-tempat yang gak masuk akal mereka datangi.
" Astaga dimana sih Kayla? " Seru Hana kelelahan mencari keberadaan Mikayla.
Bersambung....
__ADS_1