Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 40


__ADS_3

Raisha kembali membasuh wajahnya setelah ia mengingat semua kejadian dimana di hari itu yang ia lakukan dengan Alex, sungguh membuat dilema antara menyesal dan bahagia.


" Tidak nasi sudah jadi bubur, aku gak akan melepaskan Alex begitu saja Mikayla mari kita bertarung siapa yang akan menang atas diri Alex " ucap Raisha yang di penuhi rasa ambisius untuk mendapatkan hati Alex.


Hari itu kelas Mikayla memang tak ada pelajaran karena ujian sekolah sudah selesai, murid hanya di perintah kan masuk, karena pihak sekolah tak menentu bahkan sewaktu-waktu akan memberikan info penting kepada para siswa nya.


Raisha yang merasa kesal ia segera pulang, dengan menelpon supir nya.


Berbeda dengan Alex dan Mikayla mereka menikmati hari itu dengan penuh bahagia.


******


Malam telah tiba di rumah Mikayla.


" Pah kenapa barangku semua dikemas dikoper " Tanya Mikayla pada papanya yang tengah memerintahkan beberapa pelayannya untuk mengemas baju Mikayla di koper.


" Sayang kamu sudah mau lulus kan, nah papa mau kamu menyusul kak Revan di negara A tadi papa sudah menghubungi nya dia akan membatu dan menemani kamu ber adaptasi di sana. Kamu akan melanjutkan sekolah disana "

__ADS_1


" Apa, ngak pah ini terlalu mendadak papa kenapa gak bilang-bilang dulu sama Kayla "


" Sudah Kayla gak usah ngebantah, besok siang jadwal keberangkatan mu. Ingat sayang yang papa lakukan semua demi kebaikan mu "


" Tapi pah? "


" Sudah gak ada tapi-tapian, sekarang kamu istirahat biar besok ngak kelelahan di perjalanan " ayah Mikayla pun pergi dari kamar Mikayla


" Papa egois huhuhu " Mikayla menangis sejadinya. Lalu dia menghubungi Alex dan dia pun menceritakan semuanya tentang dirinya yang dipaksa untuk pergi keluar negeri guna untuk melanjutkan kuliah disana.


Alex sempat syok mendengar nya, namun apalah dayanya dia hanya seorang pacar yang lebih berkuasa sekarang atas Mikayla hanyalah orang tuanya. Dengan berat hati Alex memberi semangat kepada Mikayla untuk tetap menjadi anak yang nurut atas semua perintah ayahnya.


Mikayla mendengar semua ucapan Alex tak kuasa menahan air matanya iapun menangis sejadinya di malam itu, hingga tak terasa matanya lelah dan diapun tertidur.


" Hallo Kay kamu masih disana, kamu tidur ya? astaga Kayla kebiasaan nih orang selalu tinggalin aku tidur duluan huh. Yasudah mimpi indah sayang " Alex yang di tinggal tidur Mikayla diapun mengakhiri panggilannya.


*******

__ADS_1


Pagi telah datang menjemput, seperti rencana semalam Mikayla dan Alex bolos dari sekolah lagian walaupun mereka di sekolah juga sama hanya nongkrong di kantin atau taman karena semua mata pelajaran telah selesai hanya tinggal menunggu hasil kelulusan.


Di pantai tempat favorit mereka berdua


" Alex janji ya bakal setia disini tanpa aku "


" Iya sayang sudah jangan bahas itu lagi, kan kita ada ponsel buat komonikasi "


" Tapi Lex..... "


" Ssst.. Kita disini bukan untuk bersedih tapi mau bersenang-senang "


Mikayla pun tak berhenti tertawa saat itu, hingga akhirnya waktu nya telah tiba untuk Mikayla pergi meninggalkan Alex.


Alex mengantarkan Mikayla pulang.


" Alex sebentar lagi aku berangkat, jaga diri baik-baik ya jaga hati mu selalu untukku. Mmmuahh " Mikayla mencium pipi Alex, walau sebenarnya dia malu gugup dan tak berani.

__ADS_1


Alex tercengang, selama 6 bulan pacaran dengan Mikayla, dia sama sekali tak berani mencium Mikayla walaupun sangat menginginkan nya akan tetapi dia tahan karena begitu menghormati Mikayla sebagai seorang wanita yang teramat ia sayangi, namun sekarang lain Mikayla lah yang terlebih dahulu menciumnya sungguh membuat bahagia hati Alex walau hanya kecupan di pipinya.


Bersambung..


__ADS_2