
Seperti biasa Mikayla yang selalu dijemput Alex dia menunggu kedatangan Alex.
" Kemana sih udah siang nih, Alex kok gak dateng-dateng juga "
Mikayla menatap kesal lorong dijalan yang terlihat kosong tidak ada kendaraan melintas dan memang area perumahan Mikayla jarang nampak lalu lalang kendaraan karena area hanya di khususkan untuk orang atau keluarga yang berkepentingan dengan keluarga Mikayla.
Deru mobil berhenti persis di belakang Mikayla yang berdiri di depan pagar rumahnya.
Tampak seorang berjas rapi keluar dari dalam mobil, tak lain dia adalah asisten dari ayahnya.
" Silahkan nona mari saya antar kesekolah "
Asisten berbicara seakan dia memaksa untuk membuat nona muda nya tak mau menolak ajakannya, karena sebenarnya dia tau jika nona muda nya menunggu seseorang yang tidak akan datang menjemput nya yaitu Alex.
Dengan hati berat dan cemas Mikayla melangkah menuju mobil yang sudah dibukakan pintu nya karena dia melihat jam sudah tak pagi lagi, menunggu Alex yang tak kunjung datang membuat dirinya akan telat masuk sekolah.
__ADS_1
Ditempat lain Alex dengan berat hati menjemput Raisha, seperti dewi fortuna yang selalu melekat pada Raisha, dia selalu bisa mendapatkan apa yang dia mau walaupun dengan cara yang sangat kotor.
" Hy sayang sudah lama ya nungguin aku nya "
Raisha bergelanyut manja di lengan Alex yang kini menunggu dirinya di depan rumahnya.
" Sudah ayo cepat keburu Kayla datang duluan, kalo sampe ketahuan kamu akan tau sendiri akibatnya " Ketus Alex yang marah kerena tak bisa menolak permintaan Raisha
" Jangan seperti itu dong sayang, aku kamu tinggalin maka Kayla juga harus ninggalin kamu, karena bagiku tidak ada yang boleh memilikimu jika aku juga tak memilikimu "
" Sssstt sayang kamu juga penghianat "
Raisha menempelkan telunjuk nya di bibir Alex. Alex segera menepisnya, dan dengan kecepatan sangat dia melajukan mobilnya menuju sekolah karena dia tidak mau Mikayla memergoki nya datang bersama dengan Raisha.
Dengan hati yang begitu lega Alex tak datang di pagi hari dimana tak ada orang yang melihat nya dia dan Raisha satu mobil selama ini. Dia keluar dari mobil yang dia pinjam dari Alfin semalam, dengan alasan dia tak mau Mikayla tau bahwa selama seminggu ini dia berbohong bahwa dirinya dilarang berkendara sendiri oleh kedua orangtua nya dan Mikayla pun mempercayai semua perkataan Alex padanya.
__ADS_1
Namun entah kenapa Mikayla masih setia menunggu Alex, karena dia merasa bahwa dia akan di jemput oleh orang yang sangat ia rindukan selama ini. Kenapa merindukan Alex? perasaan Alex ada sedikit berubah tingkahnya mulai aneh, sering datang lebih dahulu kesekolah dan pulang lebih lama dari sekolah dengan alasan masih ada perkejaan sekolah yang harus dilakukan.
" Pulang lah dulu sayang nanti aku hubungi kamu kalo sudah sampai rumah " begitulah ucapan Alex pada Mikayla selalu, dengan kepolosan Mikayla selalu mengiyakannya tanpa ada rasa curiga sedikitpun padanya.
Begitulah Mikayla selama ini, hingga tanpa ia sadari bahwa dia telah di khianati oleh sahabatnya Raisha yang teramat ia banggakan dan Alex yang teramat ia cintai atau Mikayla bisa di bilang si Bucin yang keterlaluan.
Ting... suara pesan masuk di hp asisten ayah Mikayla yang kini tengah duduk di kursi bagian depan bersama dengan sopirnya.
Lalu dia membuka pesan yang ia terima dari suruhannya yang mengintai Alex dan Raisa.
" Tuan itu teman nona, mereka di rumah si wanita " Begitulah isi pesannya beserta foto mesra Raisha dan tatapan kosong Alex di sampingnya.
" Bagus lanjutkan tugasmu " begitulah balasan singkat dari si Asisten yang terlihat marah dengan sikap difoto Raisha dan bingung dengan sikap Alex di sana.
Bersambung.....
__ADS_1