
" Alex, jaga sikapmu " William membentak Alex.
" Iya maaf papa mau bicara apa katakan " Alex mendengus kesal akan sikap ayahnya yang tak biasa.
" Hmm biarkan saja saya tuan yang bicara " ucap Henry menyela.
" Baiklah " William mengangguk.
" Alex " panggil Henry
" Iya "
" Boleh papa minta tolong untuk kali ini saja "
" Minta tolong apa? "
" Nak istrimu sakit, papa gak tau umurnya apa akan tuhan panjang kan atau tuhan segera panggil hanya tuhanlah yang tau "
__ADS_1
" Sakit apa, kenapa sampai menyangkutkan umur segala "
" Alex jaga bicara mu " William mulai kesal atas sikap Alex.
" Sudah gak papa tuan, biar saya lanjutin. Nak kamu taukan kalo seorang orang tua ingin anaknya bahagia begitupun papa nak terhadap Raisha dan kamu papa ingin melihat kalian bahagia lihatlah kami orang tuamu yang sudah tak muda lagi, entah kapan tuhan akan menjemput kami itu rahasia hanya tuhan yang tau. " Henry menarik nafasnya dalam lalu melanjutkan ucapannya.
" Nak papa minta kepadamu buatlah Raisha anak papa satu-satunya itu bahagia di akhir hayatnya ini, bukan lah hatimu walau hanya sedikit saja demi kebahagiaan. Maafkan papa yang egois ini, tapi papa harap kamu mengerti sedikit hal dalam setiap ucapan papa kepadamu. Papa harap kamu bisa mencintai Raisha walau hanya berpura-pura supaya Raisha bisa bahagia. " Henry tak kuasa menahan air matanya yang kini telah membanjiri pipinya.
" Apa maksud papa sebenarnya Alex bingung "
" Apa? bagaimana dengan kandungannya " Alex terlihat syok yang dia pikirkan bukan Raisha melainkan anak di kandunggannya.
" Dia baik-baik saja untuk saat ini, semoga tuhan menjaga keduanya nak " Alex hanya menunduk tak menjawab.
" Nak, apa kamu mau memenuhi permitaan papa ini hanya sekali ini saja nak "
" Apa pa? "
__ADS_1
" Cintai Raisha ketika ia sadar walau hanya dengan cinta pura-pura, jangan buat batinnya stress dan sedih lagi karena itu akan berpengaruh dengan bayinya. Bahagiakanlah dia walau pun hatimu belum rela, papa terima jika semua yang kamu lakukan adalah kebohongan asal putri papa bahagia papa akan mendukung itu semua. Dan juga rahasikan hal ini darinya serta tentang penyakitnya saat ini, suatu saat nanti jika sudah datang waktunya dia tau semuanya kita pasrahkan ini semua ke pada tuhan yang menjadi sutradara dalam hidup kita "
Alex terdiam lalu dia menarik nafas dalam.
" Alex akan memikirkannya pa, Alex tak mau janji tapi Alex akan berusaha sebisa Alex. Bagi Alex ini bukan hal yang gampang Alex sungguh tak habis pikir kenapa hidup Alex jadi seperti ini " Alex mengusap kasar wajahnya.
" Sabar nak, ini sudah garis takdir yang tuhan berikan kepada keluargamu saat ini " Henry menatap sayu ke arah Alex.
" Iya sudah kalo begitu Alex pamit keluar dulu " Alex berdiri dan hendak keluar dari ruangan papanya.
" Alex temuilah Raisha di rumah sakit, dia butuh kamu saat ini. Dan obati lukamu itu agar mama mu tak mengomelimu disana " ucap William ke pada anaknya.
" Iya pah " Alex pun pergi meninggalkan Henry dan William diruangan tersebut.
Alex melangkah layu, dia tak menghiraukan jika ada suara yang tengah memanggilnya dari belakang.
Bersambung....
__ADS_1