Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 109


__ADS_3

Wulan tak menjawab dia hanya gemetar takut, Martin yang tak biasa memperlakukan wanita dengan kejam dia melepaskan pipi Wulan dan menjauh berdiri di hadapan Wulan yang sedang di ikat di kursi.


" Hey ayo jawab atau aku sobek sekalian mulut mu hah, dimana bayi tuan Martin yang kau jual "


Wulan bergetar ketakutan melihat bodyguard yang terlihant sangar melihatkan sebuah pisau tajam ke arahnya.


Dengan mulut bergetar dia pun menjawab


" A a ak ku.. Ti ti tidak ta tau tu tuan, Aku ha hanya me mengi kuku ti per min taan panti yang ka ka katanya ak aka n me mem beriku i i imbalan besar ka kalau me me men dapatkan bayi yang baru la lahir "


" Dimana panti itu sekarang " Martin pun bertanya.


" Di jalan Xxxxx tuan, tolong tuan maaf kan saya tuan, saya sungguh menyesal tuan tolong ampuni saya tuan tolong lepaskan saya tuan saya menyesal "

__ADS_1


" Hahahah menyesal tak semudah itu aku melepaskan mu wanita jahannam kamu tak tau bagaimana kondisi istriku saat itu, dia hampir kehilangan nyawanya karena kamu. Kamu harusnya bersukur karena tak sampai seperti istriku yang terlihat stress karena kehilangan anaknya, dan kamu mohon welas asih dari ku jangan harap "


Martin menoleh ke arah wanita itu dengan tatapan mengerikan walau dengan senyum menawan namun tetap menakutkan bagi Wulan yang melihatnya.


" Lakukan apa yang ingin kalian lakukan pada gadis ini setelah itu biarkan dia menyesal dengan perbuatannya " Wulan terkejut dengan ucapan Martin.


" Baik tuan, dengan senang hati " senyum sumringat bertengger di bibir para bodyguard itu yang kini merasa menang karena bisa melakukan apa yang sudah mereka inginkan selama ini.


Sejak saat itu Martin mencari panti yang di bilang Wulan namun tak menemukan hasil apa-apa, panti itu tutup karena ilegal dan merugikan masyarakat dikarenakan banyak bayi hilang dan anak-anak yatim piatu dijadikan pengemis jalanan.


Terdengar berita kematian Wulan yang bunuh diri karena tak tahan dengan perlakuan bodyguard Martin yang memperlakukan Wulan secara tidak manusiawi.


Martin yang mendengar hal tersebut langsung datang dan melihat kondisi Wulan lalu menyuruh para bodyguard itu merawat jenazah Wulan dan di makam kan dengan benar.

__ADS_1


2 bulan setelahnya Martin tak lagi memikirkan anaknya yang hilang, dia disibukkan dengan urusan kantor karena ayahnya sudah pensiun.


Setelah satu tahun Martin menjadi orang sukses yang di segani bahkan menjadi orang penting Tina istrinya di karunia lagi seorang bayi yang kini tengah bertengger di perutnya.


9 bulan mengandung Tina akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Rafa Abimael Aditya, Abimael mengikuti marga Martin dan Aditya mengikuti marga Tina.


Hingga beberapa tahun kemudian Rafa sudah tumbuh dewasa dan sekolahkan di luar negri, Martin dan Tina merasa kesepian karena tak ada anak di sampingnya.


" Pah, serasa sepi Rafa sudah lama di luar negri mama kangen sekali coba putri kita disini mungkin mama akan ada temannya buat temeni mama belanja "


Martin terdiam dia kembali mengingat apa yang terjadi dulu kepada Wulan dan itu adalah rahasia bagi nya karena tak mau Tina tau dan memarahinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2