
" Raf what's wrong with you all this time why don't you talk to look at Mikayla's face, that's also why your face looks red now what's wrong Raf? (Raf ada apa denganmu sedari tadi kenapa bicara tak menatap wajah Mikayla, itu juga kenapa wajahmu terlihat memerah sekarang ada apa Raf?) " Jordan melihat ke anehan pada Rafa.
" No no, come on out already (Tidak tidak, sudah ayo keluar) " Rafa menarik tangan Jordan untuk keluar dari apartemen Hana itu.
" What's up Raf? (Ada apa Raf? ) "
" Come on, let's go home, you're just causing trouble, you know (Sudah ayo pulang kamu hanya bikin masalah saja tau) "
" Gosh why is that, wait a minute I want to say goodbye to Hana and Kay (Astaga kenapa bisa begitu, tunggu dulu saya mau pamit sama Hana dan Kay) " Jordan pun menoleh kepada Hana dan Mikayla yang masih setia melihat keanehan sikap Rafa.
" Yes, hurry up (Iya cepatlah) "
" Hana, I said goodbye, and Kay, I entrusted Hana, please take care of her heart for me (Hana aku pamit dulu ya, dan Kay aku titip Hana tolong jagakan hatinya untukku) "
" Lebay " gerutu Hana berbeda dengan Mikayla yang melogo kaget dengan ucapan Jordan.
" Kay, maaf aku pamit dulu ya ada hal penting yang harus aku lakukan nanti aku akan menghubungimu " Rafa pun berpamitan kepada Mikayla dengan di iringi sedikit senyuman kaku di bibirnya.
Mikayla hanya mengangguk kan kepala lalu dia pun dan Hana melihat kepergian Rafa dan Jordan di balik pintu.
__ADS_1
******
" Hey Hana kenapa bengong sedari tadi? " tanya Revan membangunkan Hana dari lamunannya.
" Kak eh maaf, " Hana menggaruk dengkulnya yang tidak gatal.
" Han dimana Kayla? " tanya Alen lagi.
" Eh om, iya benar kata Rafa Kay ada di apartemen Hana dia katanya masih ngantuk dan mau saya membantunya " jujur Hana karena tak mau di benci karena kebohongannya.
" Ya ampun Kayla, menyusahkan sekali dia "
" Saya om, kenapa tidak Hana saja, saya takut Kayla gak suka "
" Gak kira Raf, biarkan Hana membuatkan kami minum mata om mulai mengantuk karena kelelahan di perjalanan dan ingin meminum sesuatu, apa kau tidak keberatan Han? "
" Tidak om sama sekali tidak " jawab Hana.
" Tapi om Rafa gak tau sandi rumah Hana " tukas Rafa
__ADS_1
" Hana gak keberatan kan kalo beri tau sandinya kepada Rafa sekarang " Alen bertanya kepada Hana.
" Iya om, sandinya Xxxx " Hana pun memberitahu kode masuk ke apartemen Hana.
Rafa pun berhasil membuka pin yang ada di pintu apartemen Hana, lalu dia pun masuk kedalamnya dan benar sesampai di kamar Hana terlihat selimut menutupi tubuh Mikayla.
Rafa mendekat secara perlahan, dia melihat kondisi Mikayla yang sedang tertidur pulas dengan penutup mata yang terlihat lucu di atas matanya.
" Kay " panggil Rafa dengan suara lembutnya, walau sebenarnya dia tak ingin mengganggu tidur pulas Mikayla.
Tak ada sahutan dari mulut ataupu respon tubuh Mikayla yang menandakan bahwa dirinya akan terbangun.
" Kayla bangun " Rafa sedikit menggoyang tubuh Mikayla.
" Emmm.. " hanya erangan kekesalan yang Mikayla keluarkan.
" Bangun Kay, om Alen mencarimu "
" Aku ngantok Han, sudahlah biarkan saja mereka aku malas bertemu dengannya " ucap Mikayla yang menyayat hati Rafa.
__ADS_1
Bersambung...