
" Sudahlah jangan bahas itu lagi pah, kenapa papa sembunyikan semua ini dari Kay pah kenapa? " Kayla memeluk papanya.
" Papa gak mau Kayla terganggu sekolahnya, yang penting Kayla bahagia dan sukses itulah harapan papa sama Kayla " sambil lalu Alen meneteskan air mata.
" Kay papa bisa meminta sesuatu kepadamu " memegang erat tangan Mikayla
" Apa pa? " mata Mikayla bertanya-tanya sebab setelah itu papanya tak lagi bersuara hanya menatap semua orang yang ada di dalam ruangan.
Mata Alen berhenti pada satu sosok lelaki yang kini berdiri di dekat mama dan papanya dan dia adalah Rafa.
" Rafa kemarilah nak " panggil Alen dan membuat Mikayla membelalakkan mata dan mengerti maksud ayahnya itu.
" Pah apa maksud papa dengannya " Mikayla menampakkan wajah tak sukanya.
" Kay demi papa ini permintaan terakhir dari papa " Alen menggenggam tangan putrinya yang terlihat kecewa dengan gelengan kepala terlihat jika Mikayla tak menyetujui keinginan papanya.
Rafa menyadari itu dan sungguh tak enak hati, membuat dirinya menciut untuk melihat ke arah Mikayla.
Tina pun menghampiri Mikayla lalu memegang pundaknya.
" Nak lihat tante " Mikayla pun menoleh, dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
" Tante tau, kamu tak bisa menerima semua ini, tapi bukan niat tante mau ngebela anak tante, Rafa itu begitu bersungguh-sungguh kepadamu "
" Maaf tan tapi Kay gak bisa, biarkan Kayla berfikir " Mikayla sambil lalu melepaskan perlahan tangan papanya yang memeganginya sedari tadi.
Dengan melangkah cepat Mikayla meninggalkan ruangan itu.
" Kay " Rafa memanggil, henda mengejar Mikayla
" Jangan, biarkan dia tenang dulu " cegah Martin, dan membuat Rafa mengiyakan ucapannya.
Mikayla pun keluar dari ruangan dengan mata yang terurai air mata dengan menunduk, tanpa dia sadaripun ter bentur dengan orang yang berpapasan dengannya.
Brukk... Suara bahu saling terbentur dan kressek berisikan obat terhambur jatuh.
" Kay " Alex melihat tak berkedip ke arah Mikayla.
" Alex " Namun Mikayla yang ingin sekali melepas rindu dengan wajah kekasihnya itu, namun dengan cepat dia sadar bahwa Alex bukanlah orang yang dulu dia cintai melainkan penghianat yang dia sayangi selama ini.
" Maaf " Mikayla pun bergegas memasukkan obat milik Alex yang dia jatuhkan lalu memberikannya ke Alex, dan hendak beranjak pergi meninggal kan Alex.
Alex yang menyadari bahwa Mikayla hendak pergi diapun segera mungkin menarik lengan tangan Mikayla dan menariknya hingga jatuh kepelukannya.
__ADS_1
" Kay I miss you, aku merindukanmu Kay, sekali saja biar kan aku tenang Kay di pelukanmu "
Mikayla memberontak walau sebenarnya dia sungguh ingin membalas pelukan itu.
" Lex lepas, apa-apaan ini "
" Tidak Kay, hanya sekarang sekali ini saja Kay "
" Lex, kamu sudah beristri bahkan punya anak, aku gak mau di bilang pelakor lepas Lex lepas " Mikayla memberontakkan tubuhnya yang terkunci karena pelukan Alex.
" Sakit Lex, lepas "
Alex mendengar Mikayla berseru sakit dia pun melepas pelukannya.
" Kay " Alex menggenggam jari jemari Mikayla.
" Lepas Lex aku gak mau ganggu rumah tangga mu "
" Tidak Kay ini tidak seperti yang kamu pikir aku akan jelaskan semuanya "
" Tidak ada yang perlu kamu jelaskan Lex, aku sudah tau semuanya antara hubunganmu dengan Raisha sudah berjalan sejak kita masih di Sma kan, selamat ya kamu sudah berhasil buat aku jatuh cinta lalu merasakan sakitnya penghianatan " Mikayla menghempaskan tangannya dengan kasar.
__ADS_1
Bersambung...