
Pagi itu Alex merasakan tangannya memeluk sesuatu yang begitu asing baginya, Perlahan-lahan Alex membuka mata yang tertutup. Sungguh terkaget dia ketika mendapati seorang wanita tengah berada di pelukannya, dan lebih kaget lagi wanita itu adalah orang yang paling dekat dengan pacarnya yang tak lain adalah Raisha sahabat Mikayla.
" Astaga kenapa kamu bisa disini? " Alex melepaskan pelukannya dengan kasar.
Raisha pun terbangun kaget dengan suara dan gerakan yang di perbuat Alex.
" Aaaaaa... " Raisha menjerit kaget mendapati Alex tak memakai baju, Alex yang saat itu langsung reflek membungkam mulut Raisha.
" Diam jangan teriak, sekarang kamu jelaskan apa yang sudah terjadi, kenapa bisa seperti ini bukankah kamu kemarin bilang akan berbicara mengenai tentang Mikayla padaku, kenapa bisa jadi seperti ini " Alex menanyakan banyak pertanyaan kepada Raisha karena dia sangat lupa apa yang terjadi padanya, seakan-akan yang semalam ia lakukan seperti mimpi nya.
" Maafkan aku Lex " Raisha tak bisa menjawab dia hanya menangis sejadi nya.
" Gak ada gunanya kamu menangis di depan ku, nasi sudah jadi bubur " ucap kesal Alex yang mulai sedikit mengingat kejadian semalam, sambil lalu Alex mengambil baju mandi yang sudah tersedia dia menutupi tubuh telanjang nya lalu mencari ponselnya di saku celananya yang dia serakan dilantai.
" Astaga Mikayla maafkan aku sayang " Alex sungguh terkaget melihat panggilan tak terjawab dari Mikayla dan beberapa pesan tak terbaca yang Mikayla kirim kepadanya.
__ADS_1
Alex membaca semua pesan Mikayla, diapun mengusap kasar wajahnya. Marah, kesal, dan perasaan bersalah kini bercampur menjadi satu.
" Apa yang harus aku lakukan, kenapa bisa seperti ini " Alex menatap ke arah Raisha yang masih menangis sesegukan.
" Hallo Fin, lekas pesankan baju wanita kemari ke Xxxxx " Alex menghubungi Alfin untuk dikirimi baju buat Raisha.
" Gila lo Lex, ngapain juga disana? baju buat cewek siapa dia? jangan bilang gawang Mikayla lo jebol ya "
Alfin terdengar kaget, karena setau Alfin Alex memang Playboy tapi tak pernah sampai berhubungan seperti itu.
" Enak aja ngomong lo kira gua mai sebol apa? Jujur saja deh tapi kamu janji ya jangan bilang siapapun apalagi Mikayla " Dan disitulah Alex bercerita mengenai dirinya dan Raisha saat itu.
" Pliss Fin tolong aku, jaga rahasia ini dari Mikayla aku gak mau dia kecewa dan benci padaku "
" Iyadeh demi kamu, tapi kalo kamu udah gak mau sama Kayla aku mau kok memungutnya " Alfin tertawa mengusili Alex.
__ADS_1
" Kurang ajar dia bukan sampah, dasar siapa juga yang mau membuang nya. Yasudah sekarang kamu tolong jemput Kayla, bilang aku ada kepentingan mendadak dia pasti ngerti kok terus jangan lupa bajunya kirim okey "
" Okey bos siap "
Alex pun menutup panggilannya dan sekarang beralih mendekat ke arah Raisha.
" Pergilah mandi, sebentar lagi bajumu akan dikirim sama Alfin "
" Kenapa kamu belikan aku baju "
" Bajumu kurang ahlak dan tak layak pakai "
Raisha yang mendengar ucapan Alex tersebut langsung bergegas ke kamar mandi dengan di tutupi selimut di tubuhnya.
Alex melihat punggung Raisha yang sudah masuk kekamar mandi, lalu dia menoleh ke arah sprei yang terlihat jelas ada noda merah yang sudah mengering disana.
__ADS_1
" Astaga apa yang sudah aku lakukan, pastu ini semua gara-gara jus sialan itu. Siapa yang melakukannya cewek itu atau memang waiter semalam itu berani sekali " Alex memegang kepalanya pusing memikirkan kejadian semalam.
Bersambung....