
" Alex Ansel... " ucap wanita itu, Dan,
" Mikayla... " dan lelaki disampingnya.
Alex dan Mikaylapun menoleh ke arah tersebut.
" Rafa.. " sebut Mikayla yang melihat Rafa berjalan dengan seorang wanita yang menyebut nama Alex kini mereka mendekat.
" Erina " kata Alex dan membuat Ansel yang terdiam seolah mencari keberadaan Erina.
" Mamaaaa.... " kata kata Ansel membuat Rafa menoleh ke pada Erina yang ada disampingnya.
Mama? tanya Rafa yang bingung didalam hati.
Erina pun tersenyum dan mengambil alih Ansel kedalam gendongannya.
" Sini sayang sama mama, kamu dari mana ajah hah mama sangat khawatir tau " ucap Erina sambil mencium kening Ansel.
__ADS_1
" Maaf mah," Ansel hanya bisa meminta maaf karena kenakalannya dan memeluk mamanya erat.
" Kay kenapa kamu disini? aku tadi mencarimu karna kamu lama perginya " tanya Rafa sambil melirik ke arah Alex dan menunjukan sikap tidak suka dan terbakar api cemburu.
" Oh, aku ke toilet kebetulan anak ini menangis dan ketika aku menyapanya dia memanggilku mama " Mikayla berhenti sejenak dan berhasil membuat Rafa membelalak mendengar Mikayla di panggilnya mama sebelum semua mengeluarkan kata-kata Mikayla bicara lagi.
" Sepertinya dia mengalami kebutaan lalu aku menggendongnya, awalnya dia menolak aku ketika aku mengatakan kalau aku bukan mamanya tapi aku membujuk dan membuatnya percaya padaku bahwa aku akan membantunya dia pun mau ikut dengan ku hingga aku bertemu dengan ayahnya dia " ucap Mikayla sambil melihat ke arah Alex.
" Terimakasih nona kau sungguh wanita baik tidak salah dulu suamiku mencintai dan menggilai nona walau telah menikah dengan Raisha hingga Raisha menitipkan dia dan Ansel untuk saya jaga selama hidup saya saat ini " Erina tersenyum hangat walau hatinya sakit mengatakan semua itu kepada Mikayla.
" Dari mana kau tau jika aku pernah menjadi kekasihnya dan dimana Raisha? dan aku sama sekali tidak mengenalmu " Mikayla bingung dan Rafa beserta Alex hanya diam tak tau hendak bicara apa hanya tatapan panas yang ada di wajah mereka karena merasa cemburu.
" Apa? Rai.. Raisha... " Mikayla menutup mulutnya tak percaya dia tak kuasa meneruskan ucapannya.
" Iya nona, Raisha meninggal karena penyakitnya semakin parah dan itu pun terjadi ketika pernikahan kami hanya berjangka satu malam dan pagi harinya kudapati dia sudah tidak bernyawa di dekat Ansel yang tertidur "
Mikayla terdiam dia menetes kan air matanya walau seperti itu dia masih menganggap Raisha adalah orang penting dan seperti keluarganya dihidupnya walau pernah kecewa tapi dia sudah memaafkan nya dan berusaha menerima semuanya walau dengan rasa sakit yang begitu mendalam.
__ADS_1
" Erina maaf sepertinya dia syok aku permisi dulu ya " ucap Rafa lalu membawa Mikayla pergi dari Alex dan Erina.
" Ayo sayang " Rafa merangkul pundak Mikayla yang masih terpaku dengan kesedihannya mendengar berita kematian Raisha. Tanpa menolak Mikayla pun hanya mengikuti arahan Rafa dan meninggalkan Alex yang menatap kepergian mereka dengan tatapan nanar.
" Sayang... " Erina membangun kan lamunan Alex.
" Eh iya sayang maaf "
" Kau memikirkan Kayla? " tanya Erina yang melihat kesedihan di mata suaminya itu.
" Tidak sayang, kau yang kupikirkan selalu tidak ada wanita lain di pikiranku, oia kenapa kau bersama dengan Rafa, apa kau mengenalnya? " tanya Alex yang mengalihkan pembicaraan agar tidak ketahuan bahwa dia memang sedih memikirkan Mikayla tapi tak ingin membuat hati Erina sakit walau sebenarnya Erina sudah menyadari dan mengetahui jika suaminya itu berbohong tapi dia hempaskan pikiran itu secepat mungkin.
" Ah Rafa ya, dia sahabatku dulu di Sma dan dia juga yang kemaren meminta mangga di rumah "
" Oh begitu, yasudah ayo kita pulang saja aku capek cariin Ansel dari tadi dan sepertinya dia juga sudah tidur oia dimana pengasuh Ansel kenapa gak bersama kamu "
" Sudah aku suruh pulang dia tadinya aku kesel tapi sekarang sepertinya aku kepikiran kalo inget wajahnya tadi yang benar-benar bingung khawatir dan juga sedih "
__ADS_1
" Sudahlah besok kamu datangi dia " Alex dan Erina meninggalkan hotel itu dengan menggendong Ansel yang sudah terlihat nyenyak dalam mimpinya.
Bersambung....