
" Hayyy selamat pagi tuan dan nyonya " Suara lantang dari mulut Hana terdengar menggema di ruangan Mikayla di rawat.
" Hana " Mikayla begitu senang melihat kehadiran Hana temannya.
" Ohhh sayang, kamu sudah baikan? " Hana memeluk Mikayla.
" Iya Han, aku mau pulang ya disini gak enak kamu gak kasian kah sama aku " Mikayla merajuk kepada Hana.
" Ish ish ish Kayla sayang, semalam aku gak bisa tidur kalo kamu gak ada dirumahmu, tapi gimana lagi kamu kan sakit dan harus sembuh jadi tunggu intruksi dari dokter saja ya kalo mau pulang "
" Emm Hana " Rafa menyela pembicaraan mereka.
" Eh pak dosen, iya ada apa pak " Hana menjahili Rafa.
Rafa tak menjawab hanya tatapan tajam namun penuh arti
" Dih mas mas kok sampe melotot segitu nya sih " Hana membalas dengan wajah mencibir.
" Kalian sudah kenal "
" Kenal lah kan dia nya kemaren udah perkenalkan diri di depan kelas " jawab Hana.
" Oh iya juga ya emm tapi... "
" Sudah Kay temen mu berarti temen mu juga, sekarang aku ada urusan sama teman mu ini sebentar ya " Rafa menyela pembicaraan Mikayla dan Hana.
__ADS_1
" Urusan ! Urusan apa? " Mikayla bingung.
" Kepo atau mau tau ajah nih " goda Hana.
" Sudah lah Han, ayo cepat sebentar saja " Rafa meninggalkan Mikayla yang terlihat manyun karena jawaban Rafa dan di susul oleh Hana.
" Bentar ya sayang, jangan ngambekan " ucap Hana kepada Mikayla di ambang pintu dan hilang di baliknya.
Hari sudah mulai sore dan Mikayla sudah di perbolehkan pulang ke apartemennya dan dia diantar Rafa dengan mobilnya.
Sesampai di apartemen Hana membopong bahu Mikayla masuk kedalam apartemennya yang di ikuti Rafa di belakangnya.
" Akhirnya pulang juga " seru Hana yang menghempaskan tubuh Mikayla di ranjang nya.
" Jangan begitu Kay ini sudah takdir tuhan "
" Oia ponsel ku dimana ya? " Mikayla celingukan kesemua arah mencari keberadaan ponselnya.
Hana dan Rafa saling pandang seakan akan mereka menyembunyikan sesuatu disana
" Ada apa dengan kalian? " Mikayla yang menyadari hal tersebut bingung dengan ekspresi yang ditunjukan Hana terlebihnya sangat menonjol seperti orang yang sedang bingung.
" Han kenapa, kenapa wajahmu jelek banget "
Hana menundukkan kepalanya tak tau hendak menjawab apa terhadap pertanyaan Mikayla.
__ADS_1
Mengingat kejadian tadi di rumah sakit Hana bersama Rafa pergi keteras rumah sakit disana dia memberikan ponsel Mikayla yang dia ambil di apartemennya.
" Raf aku mau bilang apa nanti sama Kayla kalo ponselnya ada di kamu aku bukan maling "
" Siapa yang bilang kamu maling Han sudah tugas mu kan sudah selesai urusan Kayla biar aku yang tangani "
" Bener ya "
" Iya sudah sana kamu masuk temeni Kayla, aku masih ada urusan bilang gitu sama Kayla kalo nanya in aku kemana "
" Kalo gak nanya "
" Ah udahlah terserah " Rafa pun meninggalkan Hana
" Han hey kamu kok melamun " Mikayla menyadarkan Hana dari lamunannya.
" Iya Kay maaf, masalah ponsel mu emm " Hana kaku dalam menjawab,
" Emm Han kamu keluar lah dulu, tolong siapkan makan malam buat kami ya " Rafa menyela lagi
" Haaahhh " Hana hendak memprotes namun dia segera meng iyakan perintah Rafa dan mengerti maksud Rafa.
Hana sudah menghilang di balik pintu, Rafapun mendekat ke arah Mikayla.
Bersambung....
__ADS_1