
Diperjalanan pulang suasana hening Hana dibuat malu oleh sikapnya dan Rafa dibuat kesal dengan sikap Hana yang dia anggap sudah menyia nyiakan waktunya.
" Eemm pak " Hana memulai pembicaraan
" Apa? " jawab cuek Rafa yang menambah kecanggungan kepada Hana.
" Emmm katanya bapak ada tugas sama saya, kalo boleh tau tugas apa ya? "
" Oh itu, iya kamu habis ini pergi ke apartemen Mikayla "
" Terus ngapain pak " Hana menyela pembicaraan Rafa
" Makanya orang belum selesai jangan menyela, kamu ambil ponsel nya Kayla terus besok aku minta sama kamu "
" Kenapa bapak gak ambil sendiri "
" Aku mau jagain Kayla di rumah sakit "
" Oh " Hana menggangguk mengerti, namun tiba-tiba ia mengernyitkan dahi nya lagi
" Pak maaf bapak kenal ya sama Kayla? kan cuma tadi siang bapak yang kenalan sama kami di kampus "
" Sudah kamu jangan kepo "
__ADS_1
" Dihh bapak pelit "
" Jangan panggil bapak, saya bukan bapak mu "
" Mau panggil apa emang pak, anda kan dosen saya. Mau saya panggil abang, kakak, kakang, atau mas yang mana pak? "
" Dihh kamu ini di kampus aku dosen mu tapi di sini tidak kita orang "
" Oh ya udah, kalo biasanya di desa saya ya pak kalo sama yang lebih tua biasanya di panggil kakang loh pak "
" Dasar kampungan panggil saya Rafa gak usah panggil apa-apa lagi denger "
" Diiih sampe segitunya iya iya pak iya eh Raf hehehe kaku sekali kedengarannya "
Mobil sudah sampai di area parkir apartemen milik Hana sekaligus Mikayla dan Hana pun langsung turun dan berterimakasih kepada Rafa.
" Makasih ya pak eh Raf, nanti aku hubungi kamu kalo ponselnya sudah di aku "
" Dari mana dapat nomerku kamu? "
" Lah kamu ganteng tapi pikun ya "
" Apa maksudmu? "
__ADS_1
Hana tak memjawab ia sibuk dengan isi tasnya dan memgeluarkan secarik kertas lalu memperlihatkan ke arah Rafa.
" Lihatlah, kamu kan yang memberinya tadi dirumah sakit? "
" Oh itu, ya udah aku balik ke Kayla dulu selamat malam "
" Malam bye.. Hati-hati " Hana melambaikan tangan namun Rafa tak menghiraukannya dia melajukan mobilnya meninggalkan apartemen tersebut.
Hana, sesampai di apartemen nya Kayla yang tak terkunci dia langsung masuk dan melihat kondisi apartemen disana.
" Sultan mah bebas, enak ya jadi Kayla apa-apa dia punya tapi kasian cinta nya harus kandas di pertengahan jalan " Hana menyusuri jalan dimana tempat tidur Kayla berada Hana sudah hafal karena setiap hari sudah terbiasa mengelilingi tempat tersebut.
Sesampai di kamar dia mencari disemua arah namun yang ada di kamarnya terus kedapur dan terakhir dia kelelahan tak menemukan benda kecil tersebut.
" Haiss di letakkan dimana juga tuh hp sama Kayla " Hana terduduk di sofa namun kakinya seperti menginjak sesuatu lalu dilihatnya.
" Ya Allah ternyata ada dimari nih barang kok gak ngomong sih aku cariin loh dari tadi gak punya kuping ya, aku capek loh sampek " Hana menceramahi ponsel di tangannya sambil di tepuk tepuk nya.
" Telpon Rafa dulu dah sekarang " Hana mengambil ponselnya, namun ketika di pencet hpnya tak hidup-hidup.
" Astagfirullah aku pikun ya, nih hp kan butuh makan ya udah yuk nak makan dulu " Hana beranjak dari apartemen Mikayla menuju apartemennya yang hanya bersebelahan dengan apartemen Mikayla.
Bersambung...
__ADS_1