
" Apa? " terdengar suara dari arah pintu.
Revan muncul membuat mereka bertiga kaget,
" Revan, apa yang kamu lakukan disini nak " Tanya Viona kepada anaknya itu.
" Aku ada berkas penting yang harus aku ambil disini, apa maksud perkataan tante Elena tadi pah, dia hamil anak mu " Revan mendekat ke arah Darwin.
" Tidak Van jangan percaya wanita iblis ini " Darwin membela diri.
" Terus apa yang papa lakukan disini? "
Darwin tak menjawab Elena menangis sejadinya karena tak kuasa mendengar semua hinaan Darwin kepadanya.
Viona pun menjawab dan menceritakan semua yang dia dengar dan lihat tadi, bahkan sebuah vidio di ponselnya di serahkan kepada Revan sebagai tanda bukti bahwa yang dikatakan itu jujur dan fakta.
Sejak saat itulah Darwin di ajukan cerai oleh Viona dan membuat Viona sekarang menjadi janda.
" Mah.. " Panggil Revan yang melihat mamanya sedang merenung seorang diri.
__ADS_1
" Mama kenapa bengong, mama masih mikiri lelaki bajingan itu " menghampiri mamanya
" Revan, sini temeni mama, tidak sayang mama hanya kesepian tidak ada Rania disini " Viona berbohong, walau kenyataan nya hatinya masih teringat Darwin mantan suaminya yang sudah menghianatinya.
" Mah, mama jangan egois dengan perasaan mama, biarkan Rani berkumpul dengan orang tuanya mama lebih lama kan mulai kecil sama Rani "
" Iya sayang mama mengerti, maafkan mama ya "
" Kenapa minta maaf ma, mama kan gak salah "
" Revan kamu belum tidur ini sudah malam "
" Iya mah, Revan ke kamar dulu mama istirahatlah good night mamah " Revan mengecup kening mamanya lalu beranjak pergi meninggalkan mamanya.
Viona sungguh bersyukur di karuniai anak seperti Revan karena sifat penyayang dan sikap ramahnya yang dituruni dari sikap dirinya itu serta sikap tegas dan setia yang di turuni dari sikap mediang mantan suaminya dulu yang merupakan papa kandung Revan.
Dentang jam terus berbunyi dan jarum jam terus berputar diantara angka-angka yang mengelilinginya.
Di kamar apartemen Mikayla dia kini menutup matanya dengan sebuah bantal.
__ADS_1
" Ya tuhan kenapa pikiran ku selalu tertuju pada Alex terus mohon tuhan hapuskan ingatanku tentangnya " Mikayla membanting bantal ke lantai.
" Uhhh keseelll " Mikayla meng acak-acak rambutnya, dengan pikiran yang berkecamuk dia membuka ponselnya lalu menekan sebuah tombol yang memunculkan angka angka yang mana angka angka itu adalah nomor milik Alex yang sudah Mikayla hafal sedari dulu.
Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.
Begitulah suara oprator yang Mikayla dengar semenjak kemaren setelah Raisha mengangkat panggilannya.
" Ahhh kenapa gini terus baiklah Lex mulai dari sekarang kita putus aku gak akan mencari mu lagi dan akan berusaha melupakan mu selamanya dasar penghianat " Mikayla pun membanting ponselnya di kasur. Lalu dia pun menangis sejadinya hingga tertidur lelap karena kelelahan menangis.
Setelah fajar berganti pagi, Hana datang dengan kehebohannya.
" Kaaayyyylaaa kamu masih belum bangun hah???? "
" Hana pulang sana dulu bentar lagi aku bangun aku baru tidur Han masih ngantuk "
" Apaaa masih ngantuk jam berapa kamu semalam tidur hah??? jam 7 kamu sudah pamitan tidur lebih awal sekarang sudah jam 8 kamu masih bilang ngantuk astaga kamu kebo atau apa hah??? "
Bersambung.
__ADS_1
Mikayla & Alex