Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 95


__ADS_3

" Iya mah? " Alex menoleh ke arah mamanya


" Yuk lihat bayi mu, habis ini kita ke Raisha ya nak "


Alex hanya mengangguk menurut apa kata mamanya dan mereka semua yang ada di ruangan tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju dimana bayi Raisha di letakkan saat ini.


Sesampai di depan sebuah ruangan yang berkaca lebar mereka hanya dapat memandang dari balik kaca tersebut


" Lihatlah nak, dia anak mu "


" Hmmm " Alex sungguh berwajah lesu dia hanya memegang kaca pembatas antara dirinya dan anaknya. Dia lalu menunduk dan tak bicara apa lagi lalu dia pun pergi meninggalkan keluarganya dan keluar dari rumah sakit.


Malam telah larut Alex membelah jalanan yang sedikit sepi namun lampu-lampu jalanan masih setia menghiasi jalanan kota yang begitu indah jika di pandang mata.


Ckiiiit mobil Alex berhenti di sebuah rumah yang tak lain adalah basecamp bagi Alex dan ke 4 temannya.


Sesampai di dalam ternyata teman-temannya sudah pada kumpul semua kecuali Alex yang baru datang.


" Hy semua sudah lama ya " Sapa Alex kepada temannya yang asyik bermain game


" Hey bos macam apa kamu kok gak konsisten " protes Nathan yang menoleh ke arah Alex


" Raisha melahirkan " Alex tak banyak bicara dia langsung duduk di sofa dan menenggelamkan dirinya pada ponselnya tanpa melihat ke arah temannya yang terkaget mendengar ucapan Alex tadi.

__ADS_1


" Haaaaahhhh???? " Alfin, Nathan, Devan dan Liam ternganga lalu tertawa terbahak-bahak


" Hahahahahahha " empat orang itu menertawai Alex keras.


Alex mendengarnya kesal lalu membanting bantal kearah mereka semua, dan disanalah Alex melupakan semua pikirannya saat itu dan tertawa bercanda dengan teman-temannya.


******


Pagi sudah datang Mikayla membuka matanya.


Mikayla merasakan ada tangan di atas tangannya lalu dia menoleh ke arah kepala yang sedang telungkup di atas ranjang nya.


" Raf... " Mikayla memanggil Rafa yang sedang tertidur menunggu Mikayla bangun.


" Kenapa kamu tidur disini? "


" Gak papa aku nungguin kamu sedari semalam disini, bentar ya aku cuci muka dulu " Mikayla mengannguk lalu Rafa meninggalkan Mikayla menuju kamar mandi yang ada di sana.


Tak selang beberapa menit Rafa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah fresh.


" Kay kamu mau kemana? " Rafa mendekat ke arah Mikayla yang turun dari ranjang dengan infus yang ia pengang di tangan satunya.


" Emm Raf aku mau ke kamar mandi, aku bisa kok sendiri "

__ADS_1


" Jangan biar ku bantu " Rafa mengambil paksa infus di tangan Mikayla.


Mikayla hanya terdiam pasrah dia pun berjalan melangkah menuju toilet namun terhenti pas sampai di depan pintu toilet.


" Kenapa berhenti, gak jadi? " Rafa bertanya


" Bukan gak jadi, emang kamu mau ikut kedalam apa? "


" Hehehe ngak, maaf aku lupa " Rafa menyerahkan infusnya dan menunggu Mikayla di balik pintu yang kini sudah tertutup.


Usai Mikayla dari toilet kini dia di bantu untuk duduk di ranjangnya.


" Gimana Kay, apa kamu sudah baikan? "


" Iya, aku mau pulang Raf "


" Tunggu perintah dokter saja ya, biar kamu lebih sehat "


Mikayla terdiam, dia hanya menunduk tak bisa mengekspresikan apa yang sedang dia pikirkan sekarang.


Rafa hanya diam tak tau hendak mengawali bicara dengan apa secara dia bukan orang yang pintar baca situasi bahkan merangkai kata untuk merubah suasana diapun tak tau dan hanya hening yang tercipta di tempat itu saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2