
" Kay, apa yang terjadi kenapa kondisi mu begitu " Tanya Alen yang terlihat syok dengan kondisi anaknya.
" Papah " Kayla memegang ponselnya.
" Sayang apa yang terjadi? "
" Pah Kayla habis di culik tapi untung ada temen Kay yang bantuin Kay "
" Temen "
" Iya pah "
" Dimana dia bisa papa bicara dengannya "
Mikayla mengangguk lalu memberikan ponsel ke arah Rafa.
" Hallo om, apa kabar "
" Baik, apa kamu yang sudah membantu Kayla anak om "
" Iya om, penculik itu hubungi saya tadi dia minta tebusan 5 M "
Semua ternganga mendengar jawaban Rafa
" Apa? gila sekali emang dia pikir uang segitu sedikit apa? terus apa yang kamu lakukan "
" Saya atur strategi om, saya jadikan uang itu umpan dan alhasil kami berhasil menangkap sekomplotan penjahat itu, sekarang mereka ada di tangan saya semua om "
" Terimakasih, sudah mau membantu anak om, apa yang kau inginkan sekarang sebagai imbalan mu "
" Tidak ada om, saya hanya ingin Kayla selamat dan terus tersenyum "
__ADS_1
Semua orang tersenyum bahagia mendengar jawaban Rafa, akan tetapi tidak dengan Mikayla dia tetap berwajah datar dan tanpa ekspresi.
Panggilan di usaikan.
" Ini Han terimakasih " Memberikan ponselnya
" Cieee Rafa cari hati buat camer ya " Hana menggoda Rafa
" Apaan kamu Han ada-ada ajah, oia semua maaf saya harus pamit dulu masih ada hal yang harus aku lakukan "
" Mau kemana kamu, kalo Kay diculik lagi gimana " usil Rania.
" Kan ada kakak, sama kakak ipar "
" Kami sibuk gak mau urus ni bocah, emang kepentingan apa cobak "
" Ah kakak itu wanita, gak usah urus urusan lelaki sekarang Rafa titip Kayla yah "
" Hahahaha " semua tertawa akan jawaban Mikayla
" Tidak Kay bukan begitu, aku pergi buat kasih pelajaran tuh penculik yang udah jahatin kamu, dia harus merasakan seperti apa yang kamu rasakan sekarang " Rafa menjelaskan dan semua terdiam
" Aku ikut " Revan mendekat ke arah Rafa setelah mendengar jawaban Rafa.
" Baiklah kak dengan senang hati " mereka pun melangkah.
" Rafa Revan " panggil Tina dan membuat mereka menoleh.
" Semangat "
" Siap boss " ucap Rafa mengacungkan jempol dan merekapun berpamitan meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
kini tinggalah Rania dan orang tuanya beserta Viona dan Hana menemani Mikayla.
" Kay perkenalkan ini mama papa ku, dan juga orang tua Rafa "
" Hah? " Mikayla tercengang dia tak bisa bicara hanya menatap penuh arti ke arah Martin dan Tina.
" Hallo Mikayla " sapa Tina
" Hallo tante "
Dan merekapun mengobrol.
*****
Berbeda dengan Mikayla, kini hidup Raisha harus menderita akan kehadiran Luna di keluarganya yang dulu terlihat baik-baik saja.
" Luna tante titip Ansel ya "
" Iya tan siap " Luna pun menggendong Ansel dan melihat kepergian Deby.
" Berikan Ansel kepadaku " tiba-tiba Raisha nongol dari belakang.
" Enak ajah, heh kamu itu penyakitan gak pantes jadi ibunya bayi ganteng ini, udah minggir jangan halangi jalanku "
" Hey itu bayiku, aku ibunya cepet berikan kepadaku "
" Urus ajah penyakitmu, pergi sana " Luna mendorong Raisha hingga terjatuh kelantai.
" Hey Raisha asal kamu tau, hidupmu sekarang gak berguna wajah yang kamu banggakan udah gak karuan, oia lihat Alex dia juga gak sayang sama kamu kan, juga mertuamu dia lebih percayakan Ansel kepadaku daripada ke kamu itu artinya apa dia lebih suka aku jadi mama Ansel daripada kamu lebih baik kamu mati gak ada guna kamu hidup disini hahahahahaha "
Bersambung...
__ADS_1