
Setelah selesai makan dan bercerita Mikayla mengajak Viona ke taman depan untuk bemain. Viona pun mengiyakannya, sampai di taman Mikayla meminta main ayunan. Mikayla tampak terlihat bahagia, namun berbeda dengan Viona yang tak tahan membendung air matanya, seketika tangis nya pecah dia berhambur memeluk Mikayla dengan sangat erat.
" Sayangku..... " Viona terus menciumi wajah Mikayla.
" Bibi kenapa menangis, Kayla gak papa kok " Mikayla menyeka air mata Viona.
" Tidak papa sayang, bibi cuma ingin memeluk mu, maaf kan bibi ya yuk main lagi "
Mikayla mengangguk dia terus bermain, tapi bukan main ayunan lagi melainkan memainkan boneka yang Rafa beri tadi, karena memang boneka tersebut tidak pernah lepas dari tangan Mikayla. Namun tiba-tiba Mikayla terhenti dengan suara ambulan yang mendekati rumahnya, hingga mobil itu berhenti di depan rumahnya begitupun mobil hitam yang berjejer di belakang nya.
" Bi ada apa kenapa ada mobil ambulan " Viona tak menjawab dia langsung menggendong Mikayla lalu berlari ke arah mobil yang ada di depan rumah Mikayla.
Sesampai disana, papa Mikayla langsung mengambil alih posisi Mikayla, dia menggendong Mikayla dan memeluknya dengan sangat erat hingga Mikayla merasa sesak.
__ADS_1
" Pa sakit pa "
" Maaf kan papa ya sayang " papa Mikayla mencium pipi kening dan memeluk kembali Mikayla dengan isak tangis dari bibirnya.
" Papa kenapa, mamah mana pa? itu apa yang di bawa kedalam pa? " tanya Mikayla sambil menunjuk ke arah orang yang mengangkat sesuatu yang Mikayla tak fahami apa itu.
Papanya pun membawa Mikayla kedalam disana dia melihat mamanya terlentang dengan wajah pucat dan tertutup kain putih.
" Mama bangun, mamah kok tidur disini, kenapa mamah gak jemput Kayla tadi, mama sakit ya kok mama diam pah mama dingin ayo bawa kekamar " Mikayla bertingkah dengan polos, sehingga membuat semua keluarga yang menyaksikan nya pecah dengan tangisnya. Mereka merasa iba dengan kondisi Mikayla yang masih kecil sudah di tinggal mamanya.
" Mikayla sini sayang, dengarkan papa ya nak. Kini mama sudah tiada nak, mama akan tidur untuk selamanya nak. Kayla yang sabar ya masih ada papa yang sayang sama Kayla, biarkan mama pergi ke surga dengan tenang ya sayang "
Mikayla mulai berkaca-kaca dia sedikit mengerti dengan ucapan papanya
__ADS_1
" Ngak pah Kayla gak mau di tinggal mama, mama harus disini bersama Kayla mama sudah janji mau mengajarkan Kayla menjadi dokter yang sukses seperti mama. Mama gak boleh pergi mah, mamah harus tepati janjinya dulu " Mikayla langsung beranjak dari pangkuan papanya menuju jenazah mamanya.
" Mah bangub mah bangun jangan tidur mah ayo main mah, Kayla punya boneka baru dari Rafa mah ayo main mah, jangan pergi mah mamah belum tepati janji mamah huhuhuhu.... " Mikayla terus menguncang tubuh lemas mamanya, dan Vionapun dengan terpaksa harus memisahkan Mikayla dari tubuh mamanya.
" Tidak mau bi, Kayla mau sama mama, Kayla tidak mau kehilangan teman Kayla lagi tadi Rafa sudah meninggalkan Kayla sekarang mamah juga mau meninggal kan Kayla.. Tuhan jahat sam Kayla bi kenapa huhuhu.... " Mikayla meronta menangis memanggil mamanya, Vionapun menenangkan Mikayla. hingga di pemakaman tempat mamanya di makamkan, Mikayla tampak tertidur di gendongan papanya karena lelah menangis.
Dari saat itulah Mikayla berubah menjadi pendiam, wajah riangnya sudah sirna dari wajahnya yang imut, setiap hari dia ditemani oleh bibinya. Hingga dia beranjak dewasa dan duduk di bangku SMA, Ayahnya meminta izin untuk menikah lagi. Mikayla hanya menurut saja dia tidak mau membantah orang tua satu-satunya walau sebenarnya dia sangat tidak setuju karena wanita yang papanya nikahi tak lain gadis muda nan cantik yang umurnya hanya beda 3 tahun dengan Kayla.
" Papa yakin mau menikah dengan nya? papa sadar jika dia itu lebih pantas jadi anak papa, papa gak main-main kan? " Mikayla hanya menggeleng dan meneteskan air mata yang entah apa jatuh tanpa permisi.
Papanya meyakinkan Mikayla, dan Mikayla pun menerimanya dengan sangat terpaksa karena dia merasa bahwa wanita itu tidak baik bagi dirinya dan juga papanya.
Bersambung.....
__ADS_1