Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 162


__ADS_3

Hana meninggalkan Rafa menuju dimana dia melihat Rani melambai ke arahnya dari jauh arah.


" Raf aku pergi dulu ya, bye jangan lupa tuh kejar tunanganmu " ucap gadis itu sambil lalu meninggalkan Rafa seorang diri.


" Hmm... Sepertinya aku akan di temani selalu oleh dewi fortuna semoga " Rafa mengatupkan tangannya ke dada dan tersenyum menengadah keatas seakan dia berdoa meminta kebahagiaan kepada sang tuhan.


" Tuhan berilah kami cinta yang suci dan abadi " begitulah batin Rafa dalam berharap kepada sang pencinpta.


Rafa tersenyum melihat keseliling dan mendapati Mikayla tengah bercengkrama bersama keluarganya, tersenyum bahagia dan itu membuat Rafa semakin menyukainya.


" Senyum itu yang selalu membuatku tak pernah menyerah untuk memiliki mu Kay " Rafa pun tak pernah memudarkan senyumnya dia melangkah perlahan menuju Mikayla dan keluarganya.


" Oh my boy dari mana saja kamu? " tanya Tina ketika melihat Rafa datang.


" Ada apa mah? "


" Tidak ada sayang, kami akan pulang terlebih dahulu karena papamu ada urusan mendesak di kantornya " ucap Tina.


" Tapi mah, kita kan masih belum merayakan hasil kelulusan Kayla " ucap Rafa dengan ekspresi tak setuju


" Tidak papa kok tan pulanglah kelulusan ku tidak penting juga karena pekerjaan yang lebih utama Kayla sudah senang kalian datang jauh-jauh kemari hanya untuk menyaksikan acara wisuda Kayla dan itu sudah sangat istimewa bagi Kayla " ucap Mikayla.

__ADS_1


" Tidak bisa gitu dong Kay inikan " Sela Rafa yang tak menyetujui ucapan Mikayla namun terpotong


" Ini apa, kamu gak usah berlebihan Raf, lagian masih ada banyak waktu untuk hal seperti itu aku juga gak suka hal yang berlebihan " Mikayla mendengus kesal.


Tina tersenyum melihat tingkah laku menggemaskan Mikayla.


" Tapi Kay " Rafa bersikeras dengan pendapatnya


" Sudahlah Raf jangan di permasalahkan, jika kamu ingin merayakan rayakanlah berdua saja bukankah itu lebih baik lagian om juga gak bisa disini lebih lama om harus kembali ke Indonesia karena om sudah banyak meninggalkan perkerjaan om jadi om akan pulang hari ini juga " ucapa Alen yang mengakhiri perdebatan Mikayla dan Rafa.


Rafa terdiam mengangguk tanpa melawan lagi, sedang Mikayla memandangi papanya dia berkaca-kaca melihat ke arah papanya.


" Papa mau pulang? " ucap Mikayla lirih.


" Papaaa " Mikayla berhambur ke arah Alen dan memeluk erat dirinya.


" Ada apa Kay? " Alen pun membalas memeluk Mikayla juga.


" Mikayla kasian sama papa, papa seorang diri dirumah pasti papa kesepian " ucap Mikayla sambil meneteskan air matanya sambil menatap wajah Alen.


" Kayla " Ucap Alen tersenyum dan mengecup kening putrinya lalu menghapus air matanya.

__ADS_1


" Papa " Mikayla lagi-lagi memeluk erat Alen


" Sudah sayang papa gak papa, lagian bentar lagi Kayla bakalan pulang juga kan, papa gak bakal kesepian lagi kalo ada Mikayla dirumah"


" Tapi pah itu kan masih lama jika menunggu sebulan lagi Kayla sangat tersiksa jika mengingat papa seorang diri tanpa teman " ucap Mikayla sambil melepaskan pelukannya.


" Kayla kamu ada-ada saja " Alen tersenyum dengan tingkah anaknya


Alen mengacak rambut Mikayla, dan Mikayla pun segera merapikan kembali lalu memegang tangan Alen.


" Pah "


" Iya sayang " ucap Alen tersenyum kearah Mikayla.


" Kay ingin satu permintaan di hari kelulusan Kay sekarang dan anggap ini kado yang sangat Kay inginkan "


" Apa sayang, Kayla papa ingin apa? ayo katakan mungkin papa bisa mewujudkan nya sekarang juga "


Mikayla terdiam dia menatap kesegala arah dan itu membuat mereka semua penuh dengan tanda tanya.


Dan terakhir tatapan Mikayla berhenti tepat dimana Viona sedang berdiri menatapnya dan mengernyitkan dahinya bingung karena Mikayla tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2