Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 124


__ADS_3

" Apa dia Rafa Abimael Aditya? " tanya Tina yang merasa kenal dengan orang yang disebut Hana.


" Tante, tante kenal dia? "


Tina mengangguk lalu meminta ponsel Hana.


" Boleh saya bicara dengannya? " pinta Tina.


Hana tak menjawab, dia hanya menyodorkan ponsel ke tangan wanita yang belum dia kenal sebelumnya.


" Hallo " panggil Tina.


" Sudah percakapannya, capek saya denger tau kalo gak penting saya matikan "


" Rafa ini mama " Hana yang mendengar pernyataan Tina ternganga lalu tersenyum cengengesan.


" Kenapa kamu, kaya orang kesurupan " tanya Rania dengan berbisik.


" Gak papa hanya seneng ajah, dia mamanya Rafa ya " Hana tak menyadari bahwa Rania adalah adik kandungnya.


" Kenapa dengan Rafa, kamu suka dia "


" Dihh ngak ya, Rafa tuh suka sama Kay, sekarang disini ada camer nya aku seneng banget bisa liat Kay bahagia "


" Oia, sejak kapan " Rania membelalakan matanya bahagia dengan senyum mengembang di mulutnya.

__ADS_1


" Iya kak, tapi sayang Kay gak bisa move on dari pacarnya yang udah ngehianatin dia "


" Siapa pacarnya? "


" Iya kak, namanya Alex, mereka katanya pacaran sejak di SMA tapi gara-gara dia Kay sampe down kemaren untung ada Rafa yang bantu bawa ke Rumah sakit " Hana menceritakan semuanya kepada Rania walau sebenarnya Mikayla sudah melarang nya untuk memberitahukan semuanya kepada keluarganya termasuk Rania.


" Kasian sekali adik ku itu, semoga mereka berjodoh aku bakal seneng sekali kalo sampe Kay yang jadi ipar ku ntar "


" Eh maksudnya kak? "


" Kamu gak tau ya, Rafa itu adik kandung ku "


" Haaaaaahhhh???? " Hana menganga kaget


" Berarti mereka orang tua kakak? "


" Yaps anak pinter "


" Wah kakak, apa kakak ada lagi adik seperti Rafa? Hana mau satu selain Kay Hana juga mau jadi ipar kakak "


" Sssttt.. Jangan ngomong gitu walau kamu ntar gak jadi iparku tapi kamu bisa jadi adikku, aku ingin sekali adik perempuan "


" Oh ya, benarkah? "


" Benar "

__ADS_1


" Uhh so sweet " Hana memeluk pinggang Rania dan bersandar didadanya.


" Hey jaga jarak dia milikku " Tiba-tiba suara berat mengangetkan mereka.


" Ih apaan sih, kak dia kan masih belum sah sama kakak " protes Hana kepada Revan.


" Sudah sampai kapan kalian mau disitu, ayo cepet kita samperin Kayla " ajak Viona sambil lalu meninggalkan tiga pemuda itu.


Hana yang ikut mobil Revan dan Rania kini sedang mengobrol dengan Rania.


Sedangkan Viona, Martin dan Tina dengan mobil di baris depan mengikuti arah pentunjuk dari gps yang sudah Rafa Sharelock ke mamanya Tina.


Tak lama kemudian mobil sudah berhenti di parkiran rumah sakit dimana Mikayla di rawat.


" Kak, kenapa kesini siapa yang sakit? " tanya Hana kebingungan sebab tadi saat Tina bicara dengan Rafa dia malah sibuk ngobrol dengan Rania.


Rania pun bingung sama seperti Hana dan dia melirik ke arah Revan untuk mendapat jawaban.


" Makanya hidup jangan seperti bebek di depan jelas kan lah kalian sibuk ngobrol sudah ikuti saja ntar tau juga " Revan pun mengikuti langkah mertua dan mamanya begitupun Rania dan Hana saling bergandeng lengan mengekor di belakang.


Sesuai arahan resepsionis mereka mengikuti jalan yang tak begitu rumit dan tak selang beberapa lama mereka sampai di depan pintu yang sedikit terbuka.


" Ssst lihat mereka sedang apa? " Rania menghentikan semuanya karena tak mau mengganggu Rafa yang sedang menyuapi Mikayla.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2