
Alex dan Erina di kamar pengatinnya, Erina yang kini sudah selesai mengganti pakaiannya dengan baju tidur dan membersihkan wajahnya di depan cermin rias.
Awalnya dia gugup memasuki kamar itu, karena kamar itu adalah kamar milik Raisha dan Alex sebelumnya.
Namun dia tangguhkan perasaan nya dan masuk kedalamnnya dengan pikiran yang positif.
" Erina, kenapa kau menyetujui kemauan Raisha " ucap Alex yang sedang duduk berselonjor di ranjangnya dengan memainkan benda pipih di tangannya.
" Maaf tuan saya... " Erin terdiam dia tak tau hendak menjawab apa kepada Alex karena dia tak mempunyai alasan untuk menjawab pertanyaan itu, secara dia memang menyukai Alex dan juga Ansel.
Alex berhenti memainkan ponselnya dia melirik ke arah Erina yang saat itu terlihat merona namun Alex bingung kenapa Erina berhenti menjawab.
" Kenapa diam, atau kau memang menyukai ku Erina? " sekilas Alex melirik lagi ke arah Erina yang kini sudah seperti kepiting rebus karena malu.
" Apa benar begitu? sejak kalan Er ? " tanya Alex lagi yang membuat Erina semakin gugup.
__ADS_1
" Maaf tua saya sudah lancang menyukai mu "
" Hahahaha... Erina kau terlalu polos jangan memanggilku tuan aku suami mu sekarang dan bersikap furgalah kepada ku biar lebih enak di dengar " ucap Alex yang kini sudah mengubah posisi duduknya menghadap Erina.
" Baik tuan "
" Tuan lagi, panggil aku Alex Erina "
" Erina lihat aku, " Alex memutar tubuh Erina menghadap ke arahnya.
" Kau ku harap menerima semua ini dengan tidak terpaksa dan kuharap kau bahagia dengan semua ini, tapi jika kau bersedih maka secepatnya aku akan menyelesaikan hubungan ini karena aku tak mau menyakiti perasaan wanita untuk yang kedua kalinya setelah Mikaylaku "
Deg, ' Mikaylaku ' sebutan itu membuat Erina sakit tapi dia tahan karena dia tau Alex menikahi nya karena bujukan Raisha tapi sabar dia pasti bisa merubah segalanya.
" Iya Alex aku dengan senang hati menerima ini semua dan ini juga demi nona Raisha dan lebihnya aku juga... " Erina menggantung ucapannya.
__ADS_1
" Juga apa " Alex meraih dagu Erina dan membuat Erina menatap wajah Alex secara dekat.
" Juga menyukai dan mencintaimu Lex " jujur Erina dan membuat dirinya seperti orang yang akan copot jantungnya saat ini.
" Terimakasih Erina kau sudah mencintaiku, tapi maaf aku belum ada rasa kepada mu tapi aku janji akan membuatmu bahagia dan peelahan membuka hati ini untukmu, maaf juga untuk Raisha karena kalian adalah istri-istriku untuk saat ini " ucap Alex sambil mengecup kening Erina dan berhasil membuat Erina membelalakan mata.
" Tidurlah, aku akan keruang kerjaku " kata Alex berlalu pergi dengan perasaan berkecamuk mengingat kembali tentang Mikayla yang telah lama tak dia dengar kabar angin tentang.
Diruang kerja Alex
Dengan menatap sendu foto yang dia ambil dari lemari yang dia simpan dengan sangat baik selama ini.
" Sayang kau sedang apa disana, apa kabarmu, ku harap kau bahagia bersama lelaki pilihan orang tuamu, aku sangat merindukanmu Mikaylaku " Alex pun tersenyum kecut mengingat kenangan dirinya yang indah bersama Mikayla hingga pada hari-hari dimana dia di buat murung oleh perbuatannya sendiri karena terjebak perlakuan buruk Raisha.
" Semoga tuhan memberiku kekuatan dalam menjalani hidup ini, dia lelaki yang selama ini aku sukai kini sudah menjadi suamiku walau harus berbagi dan tak mencintaiku tapi kuharap dia bisa menjaga perasaan ku dan perlahan menerima dan juga membalas cintaku " batin Erina menatap sendu kamar pengantinnya yang terasa sunyi walau terlihat indah dipandang.
__ADS_1
Bersambung...