
Di dalam kamar Alex yang merasakan kepanasan dia langsung membuka seluruh pakaiannya. Raisha terkaget ketika melihat kondisi Alex yang tanpa busana sehelai pun di tubuhnya, Raisha segera menutupi kedua matanya. Namun kini Alex langsung datang menyergap tubuh mungil Raisha, Raisha tak bisa bergerak karena cengkraman tubuh Alex yang kuat dan kekar membuat Raisha kewalahan tak tau mau berbuat apa.
Kini yang Raisha lakukan telah membuat dirinya sendiri ketakutan bahkan sikap kasar Alex yang tertutupi nafsunya membuat Raisha bergidik ngeri di tubuhnya.
" Lex mau apa kamu, jangan Lex jangan kumohon " Raisha menangis sejadinya, dia melupakan niatan utamanya dan dia menyesal atas perbuatannya.
" Tidak bisa sayang, bukannya ini yang kamu mau, kau menggoda ku dengan pakaian seksimu dan wajah cantik mu " Alex mengelus wajah Raisha yang tetap dia anggap seperti Mikayla.
Alex pun tak bisa menahan nafsunya, dia menciumi bibir ranum Raisha dengan tangan yang masih memegang pipi Raisha yang kini sudah sembab dengan air matanya.
Awalnya Raisha merasa takut namun setuhan Alex semakin lama semakin lembut ia rasakan, tak tersadarkan dia mulai terhanyut pula dalam nafsunya. Ciuman Alex semakin dalam begitupun dengan Raisha, dia memeluk erat leher Alex dengan menjinjitkan kakinya karena tinggi tubuh Alex tak bisa Raisha jangkau berbeda dengan tinggi Mikayla yang hanya se leher dengan Alex.
__ADS_1
Alex yang merasakan sudah mendapatkan tanda setuju dari pemilik tubuh, dia segera membuka perlahan resleting belakang baju Raisha, hingga jatuh kelantai.
Raisha terkaget merasakan bajunya melepas dari tubuhnya dan seketika itu pulalah Raisha melepaskan ciumannya. Namun Alex tak menghiraukan itu melainkan membopong tubuh sintal Raisha ke atas kasur.
" Lex kumohon jangan, sungguh aku minta maaf Lex... emmm " Alex menyumbat bibir Raisha dengan bibirnya.
Tangan Alex yang menggerayangi tubuh Raisha, membuat pemilik nya bergetar dan pada saat itu pula kesucian yang Raisha miliki telah di renggut oleh Alex.
Alex pun begitu hingga dia merasakan kelelahan diapun dan Raisha langsung tertidur pulas dalam satu selimut dan saling berpelukan.
**********
__ADS_1
Mikayla saat itu merasakan sebuah firasat tak nyaman padanya, dia mencemaskan keberadaan Alex karena dia tidak mendapatkan kabar sama sekali setelah tadi pagi Alex menghubungi nya.
" Kemana Alex, kenapa telponku gak dia angkat, ini sudah malem dia gak ada kabar sejak tadi pagi "
Mikayla pun khawatir mau bertanya kepada teman-teman Alex tapi dia tak punya nomernya. Mikayla membersihkan wajahnya di kamar mandi lalu dia pun menaiki ranjang tidurnya. Dia kembali menghubungi nomer Alex namun tidak ada jawaban walaupun nomernya aktif, mengirim banyak pesan yang berisikan dimana dan kenapa dan sedang apa itu yang terus dia kirim namun pula tak kunjung mendapatkan jawaban hanya terlihat tanda masuk namun tak ada tanda sudah dibaca.
" Kemana sebenarnya kamu Lex, apa yang terjadi semoga kamu gak kenapa -kenapa, aku mencemaskan kamu Lex lekas hubungi aku, aku butuh jawabanmu Lex " Mikayla mengirim pesan terakhirnya, lalu dia memejamkan matanya yang mulai berat karena lelah menunggu kabar dari Alex.
Pagi telah datang menjemput, Mikayla yang baru bangun dari tidurnya lekas dia langsung menyambar ponsel di samping nya, namun wajah kecewa dia tak mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu kabar dari Alex.
Mikayla akhirnya beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, selesai mandi diapun bersiap kesekolah.
__ADS_1
Bersambung....