
Mama Alex yang memang memiliki sifat konyol dan kekanakan dia hanya bikin anak dan suaminya geleng-geleng kepala atasnya.
Kini suasana menjadi hening dan serius suara nafas papa Alex terdengar di panjang kan dan di keluarkan dengan kasar.
" Alex "
" Hmm "
" Sekarang jawab papa dengan jujur "
" Jawab apa pah? "
" Ada masalah apa kamu saat ini, kenapa sampai minum sampe mabuk seperti itu tadi siang "
" Gak ada masalah pa, Alex hanya ingin saja "
" Alex kamu tau papa paling benci lelaki pemabuk, seberat-beratnya masalah papa gak pernah papa melakukan perbuatan dosa tersebut "
" Iya Alex paham, hanya ini yang mau papa bahas? "
__ADS_1
" Tidak, langsung to the point papa gak suka berbelit-belit siapa Raisha dan Mikayla jawab yang jujur "
" Kenapa papa tanya hal itu, siapa yang memberi tau papa mengenai Raisha dan Mikayla? Apa jangan-jangan Alfin jawab pa? "
" Bukan Alfin tapi orang yang selama ini papa perintahkan untuk memantau aktivitas mu " papa Alex berbohong dia mencoba memancing Alex untuk membuka masalahnya yang sudah diketahui oleh papa Alex melalui cerita Alfin tadi siang.
" Papa Alex bukan anak kecil lagi yang harus papa pantau dan jaga terusan " Alex memprotesi
" Sayang papa itu sedemikian karena sayang dan perhatian sama Alex " mama Alex menyela membujuk anaknya untuk tetap tenang.
" Tapi gak usah pakai gitu segala mah, Alex kan udah besar Alex tau harus apa untuk Alex sendiri "
" Papa.. "
" Jawab saja gak usah seperti orang marah gitu papa nanyak nya baik-baik kok "
" Kalo Alex gak mau jawab? "
" Yaudah papa bisa cari tau sendiri, bagi papa itu hal yang mudah, tapi ingat jika orang lain mengatakan buruk tentang mu papa tak akan memafkanmu karena telah mempermalukan papa, tapi jika kamu yang mengatakan semua keburukan mu kepada papa sendiri mungkin papa akan beri sedikit toleransi kepadamu "
__ADS_1
" Tapi pah? "
" Sudah lah nak, ayo katakan sama papamu, kamu tau sendiri kan gimana sifat papamu " mama Alex membujuk Alex supaya jujur kepada papanya.
" Tapi mah, Alex gak bisa "
" Yaudah kalo memang gak bisa papa akan cari tau sendiri tapi ingat konsekuensi nya buka mama atau papa yang tanggung melainkan kamu "
Mendengar hal tersebut mama Alex menjadi semakin khawatir.
" Ayolah sayang katakan saja semua nya pada mama papa, kita ini orang tua mu nak tak ingin kamu salah dalam mengambil keputusan dalam sebuah hal. Papa seperti itu karena sayang sama Alex begitupun juga mama, mama akan selalu mendukung apapun itu jika kehendak dan perbuatan mu benar "
" Ada apa dengan kalian tak biasanya kalian seperti itu kepada Alex "
" Alex kami ini orang tua mu jadi wajarlah kalau kami ingin tau tentang orang yang mendampingi anaknya, sudahlah jangan banyak tanya sekarang jawab saja pertanyaan papa Alex " papa Alex semakin terlihat marah dan kesal karena sikap Alex.
" Baiklah, sebenarnya.... "
Alexpun bercerita dengan sangat terpaksa ia menceritakan tentang Mikayla dan Raisha sama persis dengan yang di ceritakan Alfin pada papanya, melainkan cara Alex menyampaikannya begitu lugas, dan sangat mendetail karena dialah sendiri pelakunya dalam topik pembicaraan tersebut.
__ADS_1
Bersambung....