Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 158


__ADS_3

" Raf biarkan aku memikirkannya lagi, aku tak bisa memaksakan kehendak aku... "


" Sssstttt.... Aku gak akan berhenti disini Kay, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan selagi itu tidak menyakiti hatiku, aku akan mendukungmu untuk mendapatkan hatimu "


" Raf carilah wanita lain aku tak... Emmm "


Mikayla terkaget karena Rafa dengan cepat mencium bibir Mikayla.


" Rafa.. " Mikayla mendorong Rafa dan meneriakinya.


" Maaf Kay, aku tidak suka kau bicara seperti itu "


" Kita belum menikah tidak baik jika ada yang melihat gimana "


" Berarti kalo udah nikah gak papa kan "


Mikayla terdiam dengan ucapan yang mematikan dirinya sendiri.


" Astaga kenapa aku bilang seperti itu? " batin Mikayla menggeruntu menyesali ucapannya.


" Kay benarkan? kapan kita menikah " goda Rafa kepada Mikayla yang terlihat malu kepada Rafa dan Rafa mengetahui itu.

__ADS_1


" Sudahlah jangan bicara lagi, aku benci sama kamu " Mikaylapun hendak melangkahi Rafa dan pergi mendahuluinya.


" Kayla tunggu jangan marah " Rafa menarik tangan Mikayla.


" Ada apa Raf? " Mikayla tampak terlihat kesal.


" Kamu marah sama aku? "


" Sudahlah pikir aja sendiri "


" Kay jangan marah atau aku cium kamu lagi "


" Mulai berani kamu ya "


" Enak aja, sudahlah aku rese di dekat mu makin kesini kamu makin gak waras Raf " Mikayla sambil melangkah dan mengomeli Rafa.


Rafa tersenyum karna sebelumnya dia tak pernah se akrab ini dengan Mikayla.


" Aku seperti ini karena memang aku gila sama kamu sayang " sambil ikut membuntut di belakangnya.


Mikayla berhenti, bulu kuduk nya bergidik ngeri saat Rafa menyebutnya dengan kata-kata sayang.

__ADS_1


" Kenapa berhenti Kay apa mau lanjutkan yang tadi "


Mikayla menoleh.


" Dihh kamu aja sendiri, aku ngeri dengar kamu panggil aku sayang lain kali jangan panggil aku seperti itu "


" Emang suara ku seperti hantu ya, atau kamu takut tercandu suaraku yang memanggilmu sayang "


" Pd amat kamu iya suaramu seperti kunti aku takut jika mendengarnya lagi " Mikaylapun pergi berlalu meninggalkan Rafa.


Senang sebenarnya perasaan Mikayla sekarang entah apa yang membuatnya senang ia pun tak tau atau mungkin dia tak menyadari bahwa dirinya terasa nyaman jika berada di dekat Rafa orang yang selama ini tidak pernah ia anggap sebagai orang istimewa di hatinya.


Rafa tampak terlihat berbunga-bunga karena pada akhirnya dia juga bisa dengan berani untuk mendekatkan diri kepada Mikayla karena di hari-hari sebelumnya ia sungguh tak punya kekuatan untuk bisa mendekati atau sekedar ngombrol dengan Mikayla, yang ada hanya bicara sepentingnya saja walau mereka sudah terikat tali pertunangan.


Sesampai di dalam apartemennya Mikayla masuk langsung kekamarnya tanpa memghiraukan orang-orang yang menyapa dan bertanya kepadanya.


" Dari mana saja kalian " tanya Rania menghadang Rafa di jalan dia curiga dengan Rafa yang sedari tadi terlihat senyum-senyum seorang diri, berbeda dengan Mikayla yang terlihat memerah di wajahnya karena malu dan sekarang sudah ada di kamarnya


" Kakak mau tau aja, atau mau tau banget " goda Rafa.


" Hey Raf, kamu apakan adikku hah? kenapa mukanya tadi semerah kepiting rebus " tanya Revan yang juga penasaran atas apa yang sudah Rafa dan Mikayla lakukan tadi di apartemen Hana.

__ADS_1


" Kakak tenag saja dia tidak akan aku makan " Rafa menggoda Revan


Bersambung...


__ADS_2