
Mikayla dan Alex pun menoleh ke asal suara tersrbut, Mikayla yang baru menyadari bahwa dirinya di peluk Alex sedari tadi lalu Mikayla mendorongnya dan berlari meninggal kan Alex dan Rafa si pemilik suara tadi.
Alex hanya terdiam ketika Mikayla mendorongnya dan membiarkan Mikayla pergi.
" Kay tunggu " panggil Rafa dan hendak mengejarnya namun di hentikan oleh Alex.
" Berhenti biarkan dia menenangkan diri "
" Diam kamu, kamu bukan siapa-siapa pergi " teriak Rafa kepada Alex.
" Hey... Aku memang bukan siapa-siapanya tapi kamu tau kita dulu pernah dekat sangat dekat dan kamu aku yakin Kayla tak ada hati untukmu, lihat saja dia sekarang menghindar dari mu "
Plak... Pukulan tepat mengenai pipi kiri Alex.
" Jaga mulutmu " Rafa marah akan ucapan Alex.
Alex yang tak terima dirinya di pukul dia pun memukul balik kepada Rafa dan terjadilah baku hantam di antara keduanya.
__ADS_1
Tak lama mereka berantem datang lah Deby yang terkaget melihat anaknya berkelahi.
" Hey ada apa ini hentikan " Deby ber teriak sambil lalu melerai mereka yang sudah sama babak belur di wajahnya.
" Cukup hentikan ada apa ini, kenapa kalian seperti anak kecil " Deby menengahi di antara ke duanya untuk berhenti berkelahi.
Alex dan Rafa terdiam saling pandang penuh kebencian di wajah mereka.
" Alex ada apa ini, kenapa kalian berkelahi? apa masalah kalian? " Deby bertanya pada Alex dan Rafa kebenarannya.
" Tidak usah membahasnya lagi tante maaf saya harus pergi " Rafa pun pergi meninggalkan Alex dan Deby untuk mengejar Mikayla.
" Tapi mah dia " Alex hendak protes.
" Mama tau apa yang terjadi pada mu sekarang, diam lebih baik nak jangan di lanjutkan biarkan Kayla tenang tanpa kehadiran mu ayo dimana Ansel kita pulang sekarang, Raisha telpon mama tadi katanya dia kesakitan sekarang "
Alex hanya diam dan masuk ke kamar hotel yang sudah dia sewa untuk Ansel anaknya istirahat.
__ADS_1
******
" Kay buka Kay aku mau bicara denganmu ku mohon " Rafa mengetuk pintu kamar hotel Mikayla.
Tiba-tiba pintu terbuka, muncullah wajah Mikayla yang terlihat me lembab karena usai menangis.
" Ada apa Raf? " Mikayla pun berlalu tanpa menghiraukan wajah babak belur Rafa.
" Kay kumohon jangan marah pada hubungan ini Kay, aku pun tak tau jika kedua orang tua kita menjodohkan kita sebelumnya "
" Tak usah berbohong Raf aku tau kau juga bersekongkol dengan mereka, bukan kah kamu tau bahwa aku tak ada perasaan pada mu dan kamu hanya aku anggap teman tapi kenapa kamu membawa papa dalam hal ini sehingga aku tak bisa melawannya, apa salah ku pada mu Raf aku benci hal pemaksaan seperti ini, apalagi menyangkut papa sungguh aku membenci kalian "
" Tidak Kay aku juga awalnya menolak akan perjodohan ini karna aku tau kau tak akan bisa menerimanya dengan tulus, tapi aku tulus Kay mencintaimu, dan ini pun aku mendapat dukungan dari om Alen untuk terus mengejarmu Kay "
" Kalian semua sama aja, Keluar Rafa aku tak ingin melihatmu aku benci kamu aku benci kalian semua " Mikayla mengusir Rafa dan meninggalkan Rafa menuju ranjang nya untuk menenangkan diri.
Rafa hanya diam, dia memahami kondisi Mikayla, dari jauh Rafa hanya bisa memandangnya menangis walau hatinya sungguh tidak tega melihat kondisi Mikayla yang begitu sangat terluka.
__ADS_1
Bersambung...