Takdir Cinta Mikayla

Takdir Cinta Mikayla
Chapter 81


__ADS_3

" Baiklah " Alen melangkah di depan asistennya menuju ruang meeting.


" Tuan sepertinya William juga harus hadir saat ini "


" Biarkan, anggap kita tak mengetahui semuanya "


" Baiklah tuan saya mengerti "


Sesampai di ruang meeting suasana hening, hanya suara Kenzo yang menjelaskan materi meeting hari itu.


Meeting telah usai, kini semua bubar kecuali Alen, Kenzo dan William beserta asistennya Edward.


" Hallo tuan William, saya dengar anda akan segera punya cucu lagi " sapa Alen yang tak biasa menyapanya.


" Oh tuan Alen terimakasih sudah bertanya, benar tuan putraku akan segera mempunyai anak "


" Saya dengar menantumu dirawat di rumah sakit kami "


" Iya tuan benar sekali, sekarang dia sedang koma "


" Astaga koma, kenapa bisa tuan "


" Mungkin ini cobaan dari tuhan untuk kami belajar bersabar " William tak memberitahukan penyakit Raisha dia mengalihkan pembicaraannya, agar cepat usai.

__ADS_1


" Iya benar, bersabarlah tuan jika ada waktu saya luangkan waktuku untuk menjenguknya semoga lekas sembuh "


" Terimakasih tuan atas doanya "


" Kalo begitu saya permisi dulu tuan Willi " Alen tersenyum dan meninggalkan William bersama asistennya.


William hanya sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda hormatnya.


" Aku kerumah sakit, pekerjaan kantor aku serahkan kepadamu "


" Baik tuan saya mengerti "


Dan merekapun meninggalkan ruang meeting atau lebih tepatnya meninggalkan gedung AK Group.


" Atur jadwalku untuk menjenguk Raisha "


" Baik tuan, sepertinya besok sore jadwal tuan kosong " Kenzo membaca catatan yang ada dibuku kecil yang sedang dia baca sekarang.


" Baiklah, besok sore aku akan kerumah sakit "


" Baik tuan saya mengerti " Kenzo pun meninggalkan Alen diruangannya.


Di rumah sakit.

__ADS_1


" Lex, liat dia istrimu nak, apa tak ada rasa iba sedikitpun dimatamu melihat kondisinya yang sekarang " ujar Deby


" Ah sudahlah mah, sejak tadi mama cuma bertanya begitu, mama gak tau Alex ini sekarang pusing mah harus gimana? "


Deby hanya terdiam memahami kesulitan yang Alex dapat saat ini.


" Sudah mama keluarlah jangan ganggu Alex, atau mama disini Alex yang keluar "


" Tidak nak temani istrimu, dia butuh kamu mama akan keluar "


Alex hanya mengangguk, dan melihat punggung mamanya yang kini meninggalkan dirinya dan Raisha berdua.


" Shiit...." Alex mengusap kasar wajah dan rambutnya dia menatap Raisha yang kini hanya tidur dengan begitu lelapnya lalu dia menghampiri nya dan duduk di sebelahnya..


Alex menatap lama ke wajah Raisha yang pucat, dan beralih ke perut nya yang sedikit membuncit yang kini tengah sedikit bergerak halus didalamnya.


" Astaga, apa benar ini anakku " Alex tanpa disadari telah memegangi perut Raisha dan merasakan gerakan anaknya didalam.


" Astaga tuhan, dosaku apa kenapa harus ini yang aku terima, dari dulu aku tak pernah menyakiti seorang wanita kenapa sekarang aku harus menyakiti dua wanita sekaligus " Alex menangkupkan wajahnya di ranjang Raisha.


" Raisha, aku bukan pria kejam, tapi kamu yang kejam mengajari aku seperti ini. Kenapa harus aku yang kamu sukai Rai kenapa?, kenapa juga kamu harus nekad berbuat seperti ini membuat aku begitu membencimu. Padahal kamu tau betul aku tak mencintaimu tapi mencintai dan menyayangi Kayla sahabatmu "


" Maafkan aku Rai jika aku selama ini harus menyakitimu tapi itu bukan maksudku, aku sungguh benci melihatmu. Tapi Rai aku mohon kepadamu sekarang bangunlah Rai bangunlah, aku tau kau bisa mendengar ucapanku Rai kumohon bangunlah sekarang juga aku tau kau yang merasakan sendiri bagaimana anak kita di perutmu saat ini, dia lebih membutuhkanmu saat ini Rai bangunlah cepatlah sembuh Rai "

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2