
" Eh ngak maaf, sudah jangan di hiraukan mungkin aku sedang mabuk sekarang " Rafa yang menyadari bahwa saat ini dia sedang bicara ngelantur.
Namun berbeda dengan Mikayla wajahnya berubah menjadi semakin bingung dengan perkataan Rafa.
" Eh maksudku aku mabuk akan senyum mu yang begitu menawan kau begitu cantik Kay " Rafa mengatakan isi hatinya.
Mata Mikayla membulat mendengar pengakuan Rafa, pipinya memerah karena malu akan ucapan Rafa padanya.
Deg.. Jantung Mikayla kembali berdetak.
" Oh jantung bisa diam gak sih, ini juga orang ngapain sih ngomong gitu buat gak suka sekali aku " batin Mikayla mendengus kesal akan perasaannya yang semakin tak karuan.
" Kayla " Rafa memanggil Mikayla yang masih terdiam dengan tatapan kosongnya.
Lagi-lagi Mikayla tak menjawab dia tersenyum tipis ke arah Rafa dan terasa kikuk saat itu juga, hanya dengan melirik kesana kesini entah apa yang dia lihat yang pasti Mikayla merasa malu jika harus menatap wajah Rafa.
" Kay ada apa? " tanya Rafa
" Gak ada Raf " suasana kembali canggung namun kecanggungan itu Rafa usir dengan memberikan buket bunga ke arah Mikayla.
" Selamat ya atas kelulusannya " bunga anggrek yang terangkai indah dan masih terdengar begitu wangi disodor kan ke arah Mikayla.
__ADS_1
Dengan tangan bergetar Mikayla menerima buket tersebut dan hanya membalasnya dengan senyuman.
" Makasih bunga nya cantik " ucap Mikayla dengan wajah kikuknya.
Suasana kembali menjadi canggung namun tiba-tiba Hana datang mencairkan suasana.
" Oh waw sepertinya sebuah ke ajaiban dari tuhan sudah datang pada kalian ini nih yang dibilang pasangan mulai kemarennya kemana juga " Hana sambil lalu mengambil bunga yang ada di tangan Mikayla.
Mikayla tak menghiraukan ucapan Hana dia menatap tajam ke arah Hana dan merampas kembali bunga yang ada di tangan Hana.
" Hey ayolah bukannya kamu tak suka bunga " protes Hana terhadap Mikayla
" Kay mau kemana kamu " teriak Rafa yang tak di hiraukan oleh Mikayla.
" Hah dia kesurupan apa Raf " Hana melongo melihat Mikayla yang sudah lama tak bersikap menggemaskan setelah terpukul karena di khianati Alex dan Raisha.
" Entah " Rafa mengangkat kedua tangan dan bahunya.
" Apa jangan-jangan dia mulai mencintai mu " Hana membulatkan matanya sambil menatap tajam ke arah Rafa.
__ADS_1
" Semoga saja, karena memang itu yang ku harap dari dulu " Rafa menanggapinya dengan tersenyum lebar.
" Tapi kamu gak jampi-jampi dia kan " kata Hana sambil menyelidik.
" Ih kampungan mana ada Rafa main kotor kamu aja paling yang seperti itu kepada Jordan " timpal Rafa yang juga menuduh Hana.
" Enak aja dianya aja yang tergila-gila sama aku "
" Syukur dia tergila-gila sama kamu, sudah bisa move on dari Kayla "
" Maksudmu? " Hana memiringkan kepalanya setelah mendengar ucapan Rafa.
" Ngak gak ada sudah lah yang lalu gak usah di bahas gak baik "
" Eh mana bisa gitu aku juga pengen tau "
Namun sebelum Rafa menjawab Hana sudah mendapat panggilan
" Hallo kak, ada apa? "
" Kamu dimana Han, aku ada hal yang mau di bicarakan penting "
__ADS_1
" Hal apa kak, aku ada di taman bersama Rafa, sepertinya aku melihat kakak cobalah menoleh ke barat kak saya ada disini " ucap Hana yang melihat Rania sang penelpon sedang berjalan sambil lalu mencari keberadaaan Hana.
Bersambung...